Review Novel This Is Why I Need You By Brian Khrisna

Yang katanya mau nulis, tapi masih belum muncul juga tulisannya ya kan?. Gimana lagi coba, ide nggak muncul - muncul di tambah stuk ngurusin kerjaan. Sekali kali sok sibuk nggak papa lah ya kan.

This Is Why I Need You
This Is Why I Need You

Berhubung suka nulis tentu nggak heran kalau tau guenya juga suka baca. Nah, belakangan baru nemu novel baru yang berhasil menarik minat. Tepatnya itu novel This Is Why I Need You karyanya Brian Khrisna. Awal tau pas pada rame cerita di salah satu group wa. Berhubung lemah iman, alhasil kepencet tombol beli pas lagi searching online.

Lanjut ya. Kita mending bahas soal novelnya.

Detail Novel
  • Judul : This Is Why I Need You
  • No. ISBN : 9769797945770
  • Penulis : Brian Khrisna
  • Penerbit : MediaKita
  • Tanggal terbit : Januari - 2019
  • Jumlah Halaman : 604
  • Berat Buku : 550 gr
  • Kategori : Fiksi
  • Harga : Rp 126.500
This Is Why I Need You ini termasuk kategori novel yang tebel banget ya. 600 an halaman. Tapi berhubung suka tentunya bisa selesai dalam sekali baca. Iya, gue kalau terlanju suka emang gitu biasanya.

Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswa dengan badan atletis tinggi besar, tapi tinggalnya di kosan khusus putri. Profesinya saat malam adalah sebagai seorang bartender di salah satu toko alkohol di bandung, tapi di lain sisi saat dikampus benar - benar bertolak belakang dengan jabatannya di sebuah organisasi kekeluargaan masjid di kampus.

Ryan, lengkapnya Ryan Prianda Putra_ nama tokoh utama dan sudut pandang dalam cerita ini juga kebanyakan diambil dari sudut pandang orang pertama (read : Gue) _ sosok yang jarang bersosialisasi. Biarpun begitu, dengan profesinya sebagai seorang barteder tentunya ia dipaksa untuk ramah kepada pelanggan. Orang - orang yang ia temui juga beraneka ragam. Lengkap dengan permasalahannya yang rumit yang tak jarang menjadikan Ryan ini sebagai pendengar curhatan gratisan.

Biar pun begitu, kesehariannya yang tinggal di kosan putri ternyata berhasil membuat para penghuninya merasa nyaman dengan keberadaannya. Bahkan awal baca, Ryan ini terlihat seolah sosok idola dadakan yang sukses menaikan imaginasi sebagai pria Idaman. Iyuuuuhhh ~~~

Sampai kemudian, Ryan terpaksa berhurusan dengan seorang pelanggan wanita di bar tempatnya bekerja. Kejadian pada masa lalu Ryan membuatnya semaksimal mungkin menjauhi gadis ini, Lifana Ladiana atau yang lebih sering di sebut dengan istilah Mbak Adele. Sayangnya, Lifana justru malah semakin lengket kayak permen karet.

Alhasil, hidup Ryan yang awalnya sudah kembali datar dan tenang, mendadak menjadi berantakan.

Pendapat gue pribadi ni ya, kenapa gue suka sama novel yang ini adalah karena baru awal - awal baca aja udah langsung suka. Kosa kata Ryan yang kalau ngomong sering nggak lulus sensor itu sering sukses mengundang tawa. Belum lagi interaksinya dengan Lifana yang jauh dari moment romantis malah membuat cerita ini berhasil menjadi daya tarik sendiri.

Sedikit info tambahan, Lifana adalah seorang mahasiswi kedokteran di kampus yang sama dengan tempat Ryan belajar. Mereka bahkan satu angkatan hanya beda jurusan. Keseharian, Lifana di kenal sebagai perempuan nggak bener berkat begitu banyak rumor yang beredar. Belum lagi dengan parasnya yang cantik yang membuat rumor itu semakin terasa seolah sebuah kebenaran.

'Terpaksa' mengenal Lifana lebih dekat, Ryan mulai bersimpati pada gadis itu dan memutuskan untuk membantunya. Apalagi Ryan merasa ia memahami posisi gadis itu yang terasing dan tersingkir. Padahal keinginannya hanya sederhana. Ia hanya menginginkan diperlakukan normal seperti manusia lainnya.

Kedekatan keduanya terasa pas. Walau dalam beberapa kesempatan misteri rahasia Ryan sering terasa mengusik. Apalagi jika dikaitkan dengan misteri kamar sebelah yang dibiarkan kosong. Kamar yang dulunya di tempati oleh Laras, sosok yang sepertinya begitu berarti bagi pria itu.

Konflik lainnya juga terlibat dengan hubungan Ryan yang jauh dari keluarganya. Tiga tahun merantau di Bandung, Ryan tidak saling berhubungan dengan mereka. Padalah Rara _ sahabat Ryan yang juga mengenal keluarganya _ bolak balik menasehati pria itu untuk mengunjungi mereka. Terlebih ibunya.

Puncak konflik saat misteri aka rahasia Ryan terkuak. Dari satu sampai sepuluh bayangan gue pribadi terkait tebak - tebakan mengenai rahasiannya, jawabannya justru berada di urutan ke lima belas. Membuat gue bengong yang beneran bengong.

WHAT THE HELL!!!

Ini gue lanjut baca atau nggak ya?

Rasa penasaran menang. Apalagi udah beli dengan harga yang lumayan juga ya untuk sebuah cerita fiksi, akhirnya bisa tamat juga ceritanya.

Selesai baca jadi mikir dan mencoba untuk melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Beneran beginikah kehidupan di luar sana? Terlebih saat tau kalau novel This Is Why I Need You ini ternyata hampir sebagian besar ceritanya di tulis melalui riset dan juga pengalaman pribadi penulisnya selama masa kuliah dulu.

Keseimpulannya, seperti pendapat Ryan sang tokoh utama dalam cerita.

"Main gue kurang jauh."

Nggak tau juga mau kasih bintang berapa. Secara di Goodreads belom ada kan ya?


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 2:22:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers