Review novel Midnight Prince karya Titi Sanaria

Lanjut bahas novel yang bagus yang bisa dijadikan rekomendasi. Kali ini giliran Novel Midnight Prince karya Titi Sanaria. Ngomong - ngomong, selain jalan ceritanya, gue pribadi juga salut lho sama penulis yang satu ini. Gila aja guys, Mbak Titi bisa konsisten nulis cerita setiap hari. Followers akun dunia orangenya pasti tau. Padahal yang di tuliskan Novel ya, kok bisa konsisten gitu. Kok ada aja idenya. Selaku penulis blog _ amatir _ , gue beneran salut.

Review novel Midnight Prince karya Titi Sanaria
Review novel Midnight Prince karya Titi Sanaria

Oke, biar nggak kemana mana sekarang lanjut bahas novelnya.

“Menurutku, kamu menyukaiku.”
“Menurutku, kamu terlalu percaya diri.”


Mika, tokoh utama pemeran wanita dalam novel ini berprofesi sebagai dokter. Sempat mengalami masa masa terpuruk dalam hidupnya. Banyak hal kelam yang terjadi di masa lalu yang mendorongnya untuk memiliki sikap yang menutup diri seperti sekarang.

Sampai kemudian, Mika bertemu Rajata _ si Midnight Prince _ pria tampan yang bertemu di atap rumah sakit di tengah malam, tempat yang selalu Mika pilih untuk beristirahat sejenak dari rasa lelah. Siapa yang menduga, walaupun pertemuan pertama terjadi sedikit kesalah pahaman tapi belakangan jusrtu berhasil membuat keduanya dekat. Sepertinya Mika sudah berhasil menemukan orang yang tepat. Eaaaa

Sayangnya, bahagia masih jauh dari jangauan Mika. Kenyataan pahit kadang memang bisa terasa sangat menyakitkan untuk di tanggung. Saat Mika mulai menyadari rasa yang ia punya untuk Rajata, gadis itu menemukan fakta bahwa sosok pria tersebut adalah orang yang harus ia hindari karena terlibat dengan orang orang yang harus bertanggung jawab dengan air mata yang ia keluarkan di masa lalu.

Alhasil, tidak ada lagi yang bisa Mika lakukan selain mematikan perasaannya dan menghindari Rajata walaupun disaat yang sama pria itu justru mati - matian berusaha untuk memperjuangkannya.

    Kamu dan Rajata nggak ada hubungannya dengan Dhesa. Kamu nggak bisa menghukum dia untuk perbuatan yang nggak dia lakuin. Itu nggak adil

Faktanya memaafkan memang sulit. Terlebih untuk luka yang terlanjur terlalu dalam. Sudah terlalu banyak air mata yang terbuang sia - sia. Apalagi jika bermain dengan kata "seandainya". Dilemanya jadi Mika, pas disini kerasa banget.

Kamu menolak Rajata karena Robby kan? Tante dan Robby yang melakukan kesalahan. Tolong, jangan meminta Rajata yang membayarnya

Konflik disini makin ngena. Galaunya Mika yang berurusan sama "calon mertua" dalam situasi serumit ini pasti nggak kebayang banget. Gimana mau menyongsong bahagia, kalau derita masa lalu justru terus membuntuti.

    "Jadi, aku pikir nggak adil kalau aku harus kehilangan perempuan itu atas kesalahan adik dan ibuku. Kupikir, aku berhak mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa aku sungguh - sungguh akan membuat dia bahagia."

Tolong sisain cowok model ginian satu buat aku ya Allah... Aamiin... Eaaaa. Hidup sebagai seorang Mika mungkin emang serba salah. Tapi berada di posis Rajata jelas bukan hal yang mudah. Apalagi dari awal Rajata nya sediri emang udah berjuang untuk mendapatkan Mika.

Oke, kebanyakan spoiler kayaknya. Yang pasti sih, Novel ini rekomend banget. Nggak melulu konflik kok. Banyak pelajaran yang bisa di ambil. Termasuk untuk berlajar bisa berdamai dengan masa lalu untuk kebaikan diri pribadi sendiri. Iya.... Gituuu....

Tadinya mau kasi bintang 5 dari 5 dengan nilai tertinggi. Tapi nggak jadi pas baca endingnya. Yang apa ya. Gantung? Emp, nggak juga si kayaknya. Cuma, ya gitu lah. Alhasil, gue kasih bintang 4 via goodreads. Yang penasaran, monggo di baca bukunya. Kebetulan gue fans Titi Sanaria. Next, gue share novel novel lainnya ya.


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 2:48:00 PM

3 komentar:

  1. Kesambet jin mane lu rajin nulis minggu ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih, kok tau?....
      Tapi nggak pake kesambet juga kali. Dulu phan suka nulis juga....

      Delete
  2. Salam kenal ya kak, duh jadi pengen baca novel midnight prince juga nih. Penasaran.

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers