Cerpen pendek "Love Is Sweet"

Ngomong ngomong cerpen love is sweet ini statusnya repost ya. Ceritanya mau ngumpulin hasil karya yang menyebar entah di mana sekalian memperbaiki typo yang berhamburan. Secara nungguin ide baru, belum ada yang mau mampir juga. Butuh piknik dulu kayaknya. XD

Yang penasaran, bisa langsung baca ke bawah. Happy reading...

Love Is Sweet oleh Ana Merya

  • Mencintai diam – diam itu sulit, Tapi ternyata mengungkapkannya jauh lebih sulit.
    • Apa yang kita suka belum tentu orang lain suka.
      Apa yang orang lain suka belum tentu kita suka.
      Yang penting nikmati dan syukuri aja semua perbedaannya.
      Karena mungkin kalian tidak akan bisa membayang kan bagaimana menyebalkannya ketika menyukai seseorang yang ternyata juga menjadi orang yang sama yang di sukai sahabat kalian sendiri

*** Love Is Sweet | Ana Merya ***



“Ardi, loe tau nggak. Serly, anak cewek dikelas sebelah?” tanya Dion sambil menikmati jus pesanamnya dikantin sekolah. Saat itu memang jam istirahat.

Ardi menghentikan aktifisas mengaduk – aduk kuah bakso pesanannya. Menoleh kearah Dion lurus. Serly? Tentu saja ia kenal. Secara tu cewek kan yang selama ini ia taksir diam – diam. Hanya saja ia belum berani untuk mengungkapkannya. Bukan, tentu saja bukan karena takut di tolak. Bukan bermaksut sombong atau sok kepedean, tapi memang sudah menjadi rahasia umum kalau ia memiliki wajah di atas rata – rata kalau istilah keren di anggap terlalu berlebihan. Jadi mustahil rasanya jika sampai ia ditolak cewek. Hanya saja selama ini ia belum memiliki kesempatan untuk mengungkapkannya.

Masalahnya kenapa tiba – tiba Dion menanyakannya?

“Kayaknya gue naksir deh sama tu anak."

“Uhuk uhuk,” Ardi yang baru memasukan sesuap kuah baksonya kontan langsung tersedak mendengar kalimat lanjutan yang keluar dari mulut sahabatnya barusan.

“Ah elo, kalau makan hati – hati donk,” komentar Dion sambil menyodorkan segelas air putih kearah Ardi yang langsung diteguk habis olehnya.

“Loe bilang apa barusan? Loe naksir sama dia?” tanya Ardi langsung.

Tanpa menyadari nada aneh plus kaget dari Ardi dengan santai Dion mengangguk.

“Iya, rencananya besok gue mau nembak dia. Loe sebagai sahabat, doain gue ya. Semoga aja gue di terima sama dia. Sekalian, hari ini biar gue yang traktir deh."

Ardi hanya terdiam. Tiba – tiba napsu makannya menguap begitu saja. Bakso yang ada di hadapannya sama sekali sudah tak mampu menarik minatnya. Pikirannya hanya satu. Sahabatnya akan menyatakan cinta pada cewek yang di taksirnya. Astaga.

Setelah menbereskan buku – bukunya Ardi segera melangkah pulang. Teriakan Dion yang memintanya untuk berbarengan sama sekali tidak ia indahkan. Moodnya benar – benar memburuk. Sambil melamun ia terus melangkah sampai tanpa sadar tubuhnya bertabrakan dengan seseorang yang kebetulan baru muncul dari pintu kelas sebelah yang ia lewati. Sepertinya cewek itu tadi juga melangkah tanpa melihat – lihat karena sibuk membalas sms dari hape nya yang kini sudah tergeletak berhamburan di lantai.

“Aduh, sory sory sory. Gue nggak sengaja,” kata Ardi sambil berjongkok mengambil bagian – bagian benda mungil yang bernasip tidak beruntung itu.

“Yah, hape gue. Rusak donk,” keluh cewek itu yang membuat Ardi merasa tidak enak. Dan betapa terkejut nya ia saat menyadari kalau cewek yang berdiri tepat di hadapannya ternyata Seryl. Seseorang yang selama ini di taksirnya. Bahkan sekarang temannya juga ikut – ikutan.

“Sory. Gue tadi beneran nggak sengaja. Tapi coba bentar gue liat,” kata Ardi sambil mengulurkan tanggannya meminta Seryl untuk menyerahkan batray hape yang berada di tangannya.

Beberapa menit kemudian hape itu sudah kembali terpasang seperti semula. Dengan hati – hati Ardi mencoba untuk menyalakannya. Setelah menunggu beberapa saat barulah benda mungil itu kembali menyala. Dan untung saja sepertinya masih berfungsi dengan baik sehingga Ardi bisa merasa sedikit lega dan langsung menyerahkan pada pemiliknya.

“Ardi?” pertanyaan bernada bingung sekaligus kaget meluncur dari mulut Seryl yang sepertinya memang baru menyadari siapa yang menabraknya karena tadi perhatiannya hanya terpusat pada hapenya.

Sementara Ardi sendiri seperti orang bodoh yang hanya menganggukan kepala sambil tersenyum simpul. Hei, bukankah kebanyakan orang akan terlihat bodoh bila bersama orang yang di sukainya? Dan sepertinya Ardi juga termasuk kedalam katagori orang – orang bodoh tersebut.

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:17:00 AM

1 komentar:

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers