Novel Online Kazua Mencari Cinta ~ 14

Halo guys, admin datang lagi nih #LambaiCantik. Setelah sekian lama akhirnya Kazua mencari cinta bisa lanjut juga. Ck ck ck, kelamaan ya nunggunya. Secara udah lama nggak nulis cerpen, ternyata nulis lagi malah makin susah. Binggung apa yang mau di tulis. Seriusan deh.

Okelah, karena ceritanya udah lama mungkin sudah lupa sama jalan ceritanya. Sekedar pengingat bisa cek dulu part sebelumnya disini. Happy reading ya....

Kazua Mencari Cinta
Kazua Mencari Cinta


"Gue marah karena harus berurusan sama loe. Karena Loe itu bego, Stupid, Idiot. Huh..." Kesel Zafran, Kazua masih terdiam walau ia tak urung sebenarnya ia kesel mendengarnya. Sampai kemudian Zafran melanjutkan. "Kalau emang semuanya kacau, loe kan bisa ngomong sama gue. Atau kalau nggak loe kan bisa nangis di kamar sembari ngabisin tisu. Bukannya malah berlarian menyikas diri."

"Dan kemudian loe namabah nyiksa gue dengan marah marah nggak jelas."

Komentar lirih Kazua langsung mendapatkan pelototan tajam dari Zafran.

"Oke. Gue bego, gue stupid, dan gue emang idiot. Tapi elo.." tunjuk Kazua kearah Zafran. "Loe juga nggak lebih pinter dari pada gue. Apaan? Baru patah hati sekali aja udah mengkeret. Cemen."

"Tunggu dulu. Maksut loe? Kenapa jadi gue yang di bawa - bawa?" tanya Zafran bingung.

"Akh terserah deh. Cape gue, nggak bisa mikir. Sama udah sore juga, gue mau pulang," kata Kazua sambil bangkit berdiri. Bersiap untuk berlalu ketika Zafran kembali menahannya.

"Apa lagi?" tanya Kazua lelah.

"Terus sekarang apa yang mau loe lakukin? Lagian sebelumnya gue juga udah ngingetin kan, kalau cinta itu nggak selamanya indah. Nggak jarang malah bikin loe sakit hati. Loe yakin masih mau cari pacar?" tanya Zafran.

Kazua tidak langsung menjawab. Matanya mentap sembari mengamati raut Zafran yang juga sedang menatapnnya dalam. Menanti kalimat jawaban keluar dari mulutnya. Tapi gadis itu hanya menghembuskan nafas. Setelah terdiam sejenak barulah ia kembali buka mulut.

"Masalah patah hati, itu urusan gue. Tugas loe kan cuma buat bantuin gue dapatin pacar."

Belum sempat Zafran membalasnya, Kazua sudah terlebih dahulu menambahkan. "Asal loe tau, gue juga bukan tipe orang yang gampang menyerah. Hanya karena gue pernah gagal, itu bukan berarti gue harus takut untuk mencobanya lagi. Ngapain gue harus mengingat luka kalau pada akhirnya gue cuma ngelupain sesuatu yang bisa bikin bahagia."

Mendengar itu gantian Zafran yang terdiam.

"Dan kalau loe nggak sibuk, loe bisa sekalian bantuin gue nggak. Anterin gue pulang donk. Sumpah, kaki gue sakit tau?" pinta Kazua pasang tampang memelas.

"Dasar loe nya bego tetep aja bego."

"Yee.... Kalau nggak mau, bilang aja nggak mau. Nggak perlu ngulang ngulang ngatain gue bego juga kali. Kalau gue makin bego emang loe mau tanggung jawab. Huuu," cibir Kazua cemberut. Dengan berlahan gadis itu berbalik, berniat untuk langsung jalan kaki kerumahnya. Tapi kali ini langkahnya kembali tertahan. Tak hanya itu, Zafran kini memutar tubuhnya sebelum secara berlahan mendorongnya menjauh. Berjalan kearah dimana motor miliknya di parkir.

"Loe bilang minta anterin, motor gue disana," kata Zafran ketus, namun tak urung mampu membuat Kazua diam - diam tersenyum. Seperti yang ia duga, Zafran bukanlah orang yang jahat. Mana mungkin pria itu tega membiarkannya berjalan pulang sendirian sementara tadi jelas jelas ia rela membelikan air minum untuknya. Yah walau tetap sambil marah marah sih. Apa pun itu, Kazua yakin, pada dasarnnya Zafran pastilah orang yang baik.

****

"DOOR!"

"Uhuk uhuk uhuk."

Kazua yakin, di dunia manapun. Orang nggak akan percaya kalau ia katakan, sebiji bola bakso berpotensi untuk membunuh seseorang. Kecuali orang itu sendiri pernah merasakan gimana rasanya ketika sedang asik - asiknya mengunyah bakso tiba - tiba di kagetin. Bukan saja dengan suara yang cetar membahana tapi juga dengan mendorong tubuhnya. Membuat bola bakso yang baru mulai dikunyahnya harus di telen masuk dengan terpaksa. Sumpah, sakitnya tuh disini. #tujuktenggorokan.

"Ya ampun Kazua, sory sory sory suju mode on. Loe kaget ya? Buruan loe minum gih, minum," kata Keysia kalang kabut sambil menyodorkan air minum kearah Kazua yang langsugn di tenggaknnya. Beberapa saat kemudian, begitu batuknya mereda ia menoleh kearah Keysia. Tatapan penuh napsu ia lemarkan kearah gadis itu.

"Sory, loe jangan natap gue kayak gitu donk. Beneran ngerasa horor nih gue. Seriusan, gue niatnya tadi cuma ngagetin doank," kata Keysia takut takut.

"Loe bukan ngagetin, loe niat buat bunuh gue," tandas Kazua kesel.

"Jangan lebay, nggak ada sejarahnya makan bakso bisa bunuh orang."

Tuh kan, seperti dugaan Kazua sebelumnya. Bahkan Kazua belum sempat mengatakan teorinya, Keysia sudah menolak untuk percaya dengan system pembunuhan ala bakso. Kalau begitu, boleh nggak si kalau orang pertama yang di jadikan kelinci percobaan itu sahabatnya?

"Lagian loe makan bakso sendiri aja. Udah lupa ya kalau loe punya sahabat yang baik, yang imut kayak gue?"

Selain mencibir disaat yang sama Kazua juga merasa mual pengen muntah. Sahabat yang baik dan imut katanya? HAH!

"Iya, gue udah lupa. Puas loe. Sekarang pergi aja gih sono," usir Kazua sembari melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda. Melihat itu Keysia hanya mencibir.

"Ih dia marah. Sabar dikit napa. Inget, orang sabar di sayang pacar," ledek Keysia santai. Tapi beberpa detik kemudian kening gadis itu sedikit berkerut sembari berpikir baru kemudian meralat ucapannya. "Oh iya, gue lupa. Loe kan jomblo," sambung gadis itu sama sekali tidak merasa bersalah.

"Loe bisa lebih nyebelin lagi nggak si?" tanya Kazua tajam, Keysia hanya angkat bahu.

"Makanya, buruan cari pacar. Lagian bukannya loe udah minta bantuan Zafran ya? Terus, gimana hasilnya?" tanya Keysia, kali ini dengan raut serius.

Kazua tidak lantas menjawab. Gadis itu masih harus menimbang. Dengan kepribadian Keysia yang di ketahuinnya, ia tidak yakin bercerita pada gadis itu adalah pilihan yang tepat. Tapi...

"Nggak usah kebanyakan mikir. Biar kadang gue nyebelin, gue satu satunya sahabat terbaik yang elo punya kan?" sambung Keysia seolah mampu membaca pikiran Kazua.

"Emp gimana ya? Gue bingung mau memulainya."

"Garis besarnya aja dulu. Loe udah dapat pacar belum?" potong Keysia cepat.

"Belum sih, cuma..." kepala Kazua mengeleng.

"Yahhh..." Keysia sudah terlebih dahulu menghembuskan nafas lelah.

"Cuma sebenernya gue semalam itu udah sempat kencan."

"Oh ya?" kali ini semangat Keysia melonjak sempurna. Matanya menatap Kazua dengan penuh minat.

"Terus gimana kelanjutannya? Tu orang keren nggak?" tambah Keysia lagi.

Kepala Kazua mengeleng berlahan yang langsung di salah artikan oleh Keysia yang kembali menghebuskan nafas lelah. "Yahhh... jelek donk."

"Bukan!. Dia nggak jelek. Makanya loe dengerin dulu gue ngomong!" komentar Kazua kesel.

"Oh maaf. oke, lanjutkan!"

"Maksut gue, nggak ada lanjutannya. Dia itu keren. Makanya waktu di ajak kencan gue ragu kalau dia belum punya pacar. Yah, walau sebenernya kemaren itu dia emang belum punya pacar sih."

"Serius, gue nggak ngerti sama omongan loe. Kalau dia emang keren and nggak punya pacar, bahkan kalian juga sempet kencan, terus kenapa malah nggak ada lanjutannya?"

"Soalnya dia ngajakin gue kencan cuma buat mancing cewek yang dia suka itu cemburu atau enggak," balas Kazua lirih.

"APA-APAAN INI!" geram Keysia sambil menghempaskan kedua tangannya di meja. Bahkan gadis itu sampai bangkit berdiri. Membuat Kazua untuk kedua kalinya merasa terkejut. Untung saja saat itu ia tidak sedang mengunyah baksonya.

"Loe jangan lebay gitu deh. Kita di liatin orang tau," kata Kazua mengingatkan. Sejenak Keysia menoleh kekanan dan kekiri. Benar saja, teman temannya yang lain yang juga kebetulan sedang menghabiskan waktu di kantin kampus kini sedang menatapnya. Tapi tetap saja, ia masih merasa kesel mendengar cerita sahabatnya. Cowok kurang ajar mana sih yang tega ngelakuin itu?

"Memangnya tu cowok siapa? Anak mana? Gue kenal nggak? Biar gue hajar gih dia. Semaunya aja," geram Keysia sambil kembali duduk.

"Lah, ini kenapa jadi loe yang marah. Yang sabar donk, loe bilang orang sabar di sayang pacar."

"Soalnya gue tau loe itu bego. Pasti loe biarin aja tu cowok semena - mena gitu? Terus ujung - ujungnya loe malah lari lari keliling lapangan nyiksa diri? Silahkan diralat kalau gue salah!" tebak Keysia kesel.

"Iya deh. Loe bener," kata Kazua ngalah.

"Maksut loe? Loe beneran lari keliling lapangan?" kali ini Keysia pasang tampang tak percaya. Sama sekali tak berani menoleh, Kazua hanya mengangguk diam - diam.

"Ya ampun, please donk Kazua. Berhenti melakukan hal bodoh. Itu namanya loe nyiksa diri tau nggak sih?"

"Dan loe juga harus berhenti ngatain gue bodoh. Sama aja tau nggak sih kayak Zafran. Dia juga bilang kalau gue itu stupid idiot. Kalau yang ngatain orang banyak kan ribet kalau jadi kenyataan. Inget, ucapan itu doa lho."

"Bukan itu inti pembicaraannya. Maksut gue, loe harus berhenti dengan teori konyol loe itu. Kalau loe kesel sama orang, harusnya loe harus hajar orang itu. Bukannya malah nyusahin diri sendiri."

Kazua hanya angkat bahu tanpa membantah. Walau ia tidak setuju dengan itu, tapi ia memilih bungkam. Ia cukup tau, Keysia bukan tipe orang yang mudah di bantah ketika ia yakin kalau yang ia katan adalah Keysia.

"Tapi ngomong - ngomong, tadi loe bilang siapa? Zafran?" tanya Keysia setelah terdiam beberapa saat.

Kepala Kazua mengangguk membenarkan. "Iya, dia bilang gue bodoh. Malahan dia juga marah marah waktu liat gue lari - lari kemaren."

"Zafran marah marah?' tanya Keysia lagi.

Lagi - lagi Kazua mengangguk. Matanya menatap keara Keysia sembari mengamati raut wajah gadis itu yang kini secara berlahan berubah. Bahkan walau samar, Kazua menangkap senyuman misterius disana. Mencurigakan.

"Gue punya ide!"

"Ya?" tanya Kazua pasang sikap waspada. Kalau raut Keysia sudah berubah gini, biasanya gadis itu selalu melakukan gerbakan yang aneh aneh. Misalnya seperti....

"Gimana kalau dari pada jadi pelatih, mendingan loe berusaha buat jadiin Zafran itu sebagai pacar?!"

"Apa?!"

Secara releks kepala Kazua dan Keysia menoleh sebelum kemudian hanya mampu menunduk diam.

To be Continue...

With love ~ Ana Merya ~


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 11:03:00 AM

2 komentar:

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers