Cerpen Pendek "Cinta Dadakan"

Banyak inbox yang masuk, katanya sekarang admin jarang update cerpen terbaru lagi. Di ho'oh in aja. Soalnya emang iya. Asalanya, lagi sibuk nyari duit. Wkwkwk. Nggak dink, alasan yang bener itu nggak ada ide. Seriusan. So, kemudian kembali berselancar di dunia maya. Inget waktu pertama kali kenal blog, karyanya jadi nyebar. Kemudian kepikiran buat ngumpulin jadi satu. Giliran pertama cerpen cinta dadakan yang perdana di post di blog ilmuini. Itung itung sambil baca ulang, kali aja kemampuan menulis balik lagi kayak dulu. Sekalian mau benerin EYD sama Typo.

cerpen Cinta Dadakan
Cinta Dadakan

“Eh sob, kalian besok ada acara nggak? Kita jalan yuk. Lagian besok kan libur. Nggak seru aja kalau tetep stay in room," tanya Anya sambil mengunyah bakos nya.

“Besok ya? Gue nggak bisa," sahut Gresia cepat.

“Kenapa?”

“He he. Arga besok pulang ke Indonesia. Kebetulan kuliahnya kan libur," balas Gresia malu – malu.

“Cie yang lagi kangen – kangenan," ledek Anggun.

“Terus loe gimana?” Anya beralih kearah Anggun.

“Eh gue?" tunjuk Anggun kearah dirinya sendiri. "Sory An, kayaknya gue juga nggak bisa. Gue janji mau nemenin Alan ziarah."

“Jiah, elo. Liburan kok malah ziarah kubur. Ngedate model apa an tuh?” cela Anya.

“Ye... Gue kan baru resmi jadi pacarnya Alan. Lagian kita mau ziarah kemakam sahabatnya kok.”

“Terus nda, loe nggak bisa juga?” kali ini Anya melemparkan tatapan ke arah Nanda.

“Hi," Nanda hanya mengajungkan ke dua jari telunjuk dan jari tenganya membentuk huruf ‘V’ tanda perdamaian sekaligus permintaan maaf karena sepertinya ia juga tidak bisa.

“Hufh, nggak seru banget si kalian," keluh Anya terlihat kecewa.

“MakAnya loe cari pacar donk,” komentar Gresia tanpa rasa bersalah.

“Nyari di mana? Dikolong rumah. Ruamah gue aja nggak ada kolongnya," sahut Anya ngasal.

“Ya udah mending ikut Take me out aja," celetuk Anggun polos.

Beletak.

Sebuah jitakan mendarat mulus sebagai jawaban. Anggun ingin protes karena kepalanya sakit, namun urung ketika melihat sorotan tajam dari kedua mata si Anya. Akhirnya gadis itu hanya terdiam sembari mengusap - usap kepala.

“Kalau nggak loe jalan sama sepupu gue aja. Namanya Rian. Tenang, orang nya keren kok. Baik, cakep lagi. Gue jamin nggak malu – maluin kalau di bawa kondangan (???)," saran Gresia beberapa saat kemudian.

“Sialan loe. Sejak kapan loe jadi mak comblang?"

“Ye. Dari pada loe ngejomblo terus. Kan lumayan,” balas Gresia cuek.

“Ogah. Ma kasih aja deh. Gue masih bisa cari sendiri,” Anya sewot. Gresia hanya angkat bahu mendengarnya. Sementara yang lain hanya mengeleng kepala melihat ulah keduanya.

Dan keesokan harinya, walau tanpa ke tiga CS nya, Anya memutuskan untuk tetap jalan - jalan. Jalan - jalan yang beneran jalan. Tepatnya, ia jalan keluar dari rumah tanpa tujuan. Niatnya sih pengen seneng - seneng karena sumpek di rumah, Eh ternyata walaupun jalan – jalan tetap saja ia bĂȘte. Secara apa serunya coba jalan – jalan sendirian?. Menyedihkan.

“Hufh…. Apes banget si nasib gue. Kenapa si harus gue aja yang jomblo. Nyebelin," gerut Anya sendiri.

Sambil terus melangkah tanpa sengaja kakinya bertemu kaleng minuman yang tergeletak sembarangan. Dan berhubung suasana hati nya sedang tidak bersahabat dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun di tendang nya kaleng tersebut.

Waw. Tendangan yang bagus mirip tendanganya Gonzales. Tuh kaleng melayang tinggi sebelum mendarat dan menimbulkan bunyi.

“Aduh."

Tunggu dulu. Sejak kapan kaleng jatuh bunyinya aduh. Bukannya harus nya kenontrang (???). Refleks Anya mengangkat wajahnya.

Ooo...

Kulit putih. Wajah di atas rata –rata alias keren. Jenis kelamin cowok. Tangan kiri mengusap – usap kepala sementara tangan kanan memegang kaleng. Dan tanpa perlu jadi orang jenius apa lagi mengerti dunia per’blog’ an (???) Anya langsung bisa menyimpulkan kalau doi adalah korban ke zoliman ‘kaleng’.

“Waduh. Kena kepala anak orang. Jangan jangan jadi kaya 100 day with mr. Arogan lagi. Mampus deh gue,” batin Anya dalam hati.

“Loe yang lempar kaleng ini?” tanya cowok tersebut sambil mengacungkan kaleng yang baru ia pungut. Matanya menatap lurus kearah Anya yang juga sedang menatapnya dengan takut - takut.

“Nggak kok. Gue nggak pernah lempar kaleng,” balas Anya cepat. Ia tidak berbohong kan? Toh secara teknis, ia memang tidak pernah melemparnya.

Untuk sejenak sosok di hadapanya memperhatikan sekeliling yang kebetulan sepi sebelum kembali menatap ke arah Anya yang masih diam dihadapannya.

“Disini nggak ada orang kecuali loe sama gue. Dan nggak mungkin juga kaleng ini jatuh dari langit. So, bagaimana ceritanya kaleng ini bisa mendarat di kepala gue kalau bukan di lempar?” tanya pria itu sinis.

“O, tu kaleng memang nggak gue lempar. Tapi tadi gue tendang," balas Anya dengan polosnya. Tapi beberapa saat kemudian tanganya langsung menutup mulutnya yang asal nyeplos. Dan Anya hanya mampu melemparkan senyuman tiga jari saat melihat tatapan tajam terhunjam padanya.

“Sory. Gue nggak sengaja,” kata Anya takut – takut. “Loe nggak niat jadi in gue pembantu loe kayak Mr.Arogan kan?," tanya Anya lagi.

Pria itu tidak langsung menjawab. Keningnya sedikit berkerut tanda ia heran. Tak mengerti dengan maksut dari ucapan gadis itu. Tapi itu hanya berlangsung beberapa saat kemudian ketika sebuah ide terlintas di kepalanya.

“Nggak. Gue nggak tertarik jadiin loe pembantu gue."

Hufh. Sukurlah. Anya menarik napas lega mendegarnya. Lagi pula ia sanksi drama bisa jadi nyata.

“Karena mulai detik ini loe jadi pacar gue."

“What!!!”

Tidak sampai lima menit mengenalnya, Anya sudah dapat menarik kesimpulan kalau cowok di hadapannya GILA!!!.

Dan entah karena cowok itu terlalu tampan, ia yang kelamaan menjomblo atau memang Anya nya yang lebih Gila. Yang jelas saat ini keduanya kini sedang berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih.

“Abis dari taman hiburan ini kita makan. Baru nanti kita nonton. Gimana?”

“Oke,” Sahut Anya tanpa pikir panjang. Lagian ternyata seru juga. Mana Gratis lagi. Di ulang GRATIS. Kan jadi ijo matanya. Ha ha ha.

Akhirnya seharian dari pagi sampe sore Anya mengahabiskan waktu untuk ‘kencan’. Benerkan?. Kalau ada cowok sama cewek jalan bareng, seneng – seneng, terus setatus nya pacar lagi. Yah walaupun jadi – jadian si. Tapi tetap masuk kategori kencan kan? Kalau salah silahkan cari kosa kata yang bener.

“Hem, ternyata jalan bareng sama loe seru juga. Yah lumayan lah."

“Gue setuju. Jalan sama loe menurut gue juga asik. Hem, tapi gue heran. Kayaknya persiapan loe udah mateng banget. Loe memang rencana mo kencan sama gue ya?” tanya Anya narsis.

“Ya nggak lah. Tadinya gue mo ngajak pacar gue sebelum sejak tadi pagi bersetatus mantan."

“Oh ya?," Anya tanpak mengangguk - angguk. "Kok bisa? Kenapa?”

“Karena gue udah putus,” balas cowok itu santai plus cuek.

“O.." kali ini Anya hanya ber’oh ‘ ria.

“Eh loe haus nggak? Loe tunggu di sini aja ya. Gue beli minuman bentar. Inget jangan kemana – mana?”
tanpa menunggu jawaban Anya telah di tinggal sendirian. Sambil menunggu Anya melihat – lihat ke sekeliling. Tiba – tiba perutnya terasa mules. Tanpa mempertimbangkan untung dan rugi (???) ia segera mencari toilet.

Setelah hajatnya selesai, Anya kembali stay ke tempat semula. Lima belas menit telah berlalu tapi yang di tunggu masih belum menapakan batang hidungnya. Anya sudah menyimpulkan kalau sepuluh menit lagi tu orang nggak muncul ia tinggal pulang

Keesokan harinya seperti biasa, begitu kelas berakhir Anya cs menghabiskan waktunya bersama. Kali ini kafe pelangi yang dapat giliran sebagai tempat tongkrongan. Tempatnya yang berada diemperan Mall beneran strategis untuk hangout bareng.

“Hei loe kenapa?” tanya Anggun saat melihat Anya hanya mengaduk – aduk minumanya.

“Ia kayak orang lagi patah hati aja,” sambung geresia lagi.

“Emang."

Jawaban singkat Anya cukup untuk membuat Anggun, Nanda dan Gresia menoleh kaget.

“Apa? Patah hati?” ulang Anggun dengan nada tak percaya.

“Emang loe kapan jatuh cintAnya? Terus sama siapa?” tambah Nanda tak kalah heran.

“Nah justru itu. Gue nggak tau. Secara gue jatuh cinta tanpa tau sama siapa. Gue kencan tanpa tau namanya. Dan sekarang gue patah hati karena nggak tau wujud dan keberadaannya," terang Anya yang justru malah membuat bingung semuanya.

Sejenak Nanda saling berpandangan kearah Gresia dan Anggun. baru kemudian secara berlahan tangan kanannya terulur menyentuh kening Anya. Tapi perasaan normal – normal aja. Jangan – jangan...

“Jangan pikir gue gila. Gue masih waras,” kata Anya membuyarakan dugaan apapun yang terlintas di kepala sahabatnya.

“Ye… kali aja. Abis loe kayak orang nggak beres gitu. Nggak jelas banget. kita kan jadi khawatir."

“Ia sebenernya ada apa si. Loe kan bisa cerita," Gresia menimpali.

Anya tidak lantas menjawab. Gadis itu sibuk menimbang, apa menceritakan semuanya merupakan ide yang bagus. Dan saat melihat sorotan tajam dari si Anggun, Anya segera sadar. Ia tidak punya pilihan lain. Dan kemudian meluncurlah cerita itu dari mulutnya.

“Huwahahahahahaha,"

Itulah adalah reaksi pertama yang Anya dapatkan begitu ia menamatkan cerita ‘kisah cinta’nya. Kalau ditanya bagaimana perasaanya. SUMPAH, tanpa perlu jadi orang kaya ia nyesal menceritakan.

“Ketawa aja terus,” Anya sewot.

“Oke sory sory sory suju mode on. Abis cerita loe lucu banget. Masa loe udah seharian kencan, loe nggak nanya namanya siapa?"

“Yah, gue kan nggak kepikiran kesana. Lagian kalian kan tau otak gue pas – pasaan. Jadi kepikirnya fave fun aja."

“Ye kalau itu si bukan pas – pasan. Tapi jelas kurang,” cela Gresia meledek.

“Ledek aja terus."

“Santai. Lagian kalau jodoh nggak kemana kok,” Anggun berusaha menegahi walau tak urung ia masih merasa geli.

“Ya udah mending ke rencana awal aja. Loe sama sepupu gue aja. Barusan gue sms dia. Kebetulan dia ada ni mall ini juga. Tunggu bentar lagi juga pasti sampe kesini."


“What?! Maksut loe gres?” tanya Anya bingung.

“Nah itu dia udah datang,” tanpa menjawab telunjuk Gresia mengarah pada seorang cowok yang berjalan kearah mereka. Anggun dan Nanda hanya diam sambil mati – matian menahan diri untuk tertawa untuk kedua kalinya ketika melihat tatapan shock Anya.

“Nah, Rian. Kenalin ini temen – temen gue. Ini Nanda, Anggun dan Anya."

Setelah masing – masing bersalaman sambil menyebutkan nama masing – masing. Tapi tatapan Anya tetap terhujam pada Gresia yang tanpak berpura – pura stay cool walau dalam hati mengkeret juga. Secara tatapan Anya sudah persis kayak mau makan orang.

“Ehm. Oh ya ian, Loe datang kesini sendirian," tanya Gresia basa – basi.

“Nggak kok. Gue sama temen gue, Aldy. Dia tadi ketoilet bentar. Nah itu dia datang."

Beberapa pasang mata mengikuti arah telunjuk Rian kecuali Anya yang lebih memilih memberikan death Glare pada Gresia. Dalam hati ia benar-benar berniat untuk menjadikan makhluk satu itu daging cincang. *@sadis mode on*.

“Oh ya, Aldy. Kenalin ini sepupu gue namanya Gresia. Sama teman – temannya,” Kata Rian.

Dan acara salam – salaman tanpa lebaran untuk kedua kalinya terjadi. Masing – masing berjabat tangan sambil menyebutkan namanya hingga sampai pada giliran Anya yang baru mengalihkan pandanganya dari Gresia.

“Nah kalau yang ini namanya Anya. Dia ini saha..."

“Oh jadi nama loe Anya," Aldy terlihat kaget sekaligus senang. Kemudian perhatiannya beralih kearah Rian."Kalau gitu biar gue yang ngenalin ke elo. Dia itu pacar gue,” sambung pria itu di luar dugaan.

Untuk sejenak semuanya shok. Bingung plus kaget. Sementara Anya hanya mampu bergumam.

“Ah ternyata emang bener. Kalau jodoh tak kan kemana."

END

Biodata Penulis
  • Nama Penulis : Ana Merya
  • Judul Cerpen : Cinta Dadakan
  • Jumlah kata : 1669 words
  • Status : Repost
  • Genre : School, comedy, Teen


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:33:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers