Cerpen cinta "Dalam diam mencintaimu" 01 / 04

#EditVersion. Jadi gini guys. Admin sekarang kan jarang tuh update cerpen terbaru. Nggak sesering dulu. Mentok di ide, waktu juga kesempatan. Untuk itu, admin kadang suka iseng baca karya karya sebelumnya. Dan ngeh banget, kalau ternyata EYD dan typo bertebaran di mana - mana. Untuk itu, mau di rapiin. Kini cerpen dalam diam mencintaimu yang dapat gilirannya. Oh iya, tokohnya juga di ganti ya. Sekalian sih, biar blognya rapi juga. Secara ya kan, blognya emang acakadut banget. Maklum aja deh, blog Ana merya ini mah emang di mulai dari 'Nol'. Nol dalam belajar nulis, nol juga dalam mengenal blog.

Dalam Diam Mencintaimu
Dalam Diam Mencintaimu

*** Jangan pernah jatuh cinta pada sahabat, karena jika dia menemukan cintanya,
Kau akan kehilangan dua orang sekaligus. Sahabat mu dan orang yang kau cintai.***


“Dor!”

“Huwa!!!” Irma menjerit sekenceng – kencangnya saat tiba – tiba ada seseorang yang mengagetkannya di susul suara gelak tawa.

“Ha ha ha, kaget ya loe?"

“Rey, berhenti selalu ngagetin gue,” geram Irma sambil mengelus dada. Matanya menyipit menatap kearah sosok yang akrab di panggil Rey yang kini masih tampak berusaha menahan tawanya. "Kayaknya loe seneng banget ya, kalau sampai gue mati muda karena di kagetin mulu," sambung gadis itu lagi.

“Jangan lebay. Loe nggak ngidap lemah jantung jadi gimana ceritanya bisa mati muda,” Rey mencibir. Sebelum mulut Irma kembali terbuka ia sudah terlebih dahulu menambahkan. "Loe pasti sudah sedari tadi nungguin gue kan. Ya sudah kalau gitu, ayo kita berangkat," ajaknya lagi.

Walau masih kesel, tak urung Irma mengangguk. Memang sudah hampir 15 menit ia menunggu Rey sebelum kemudian dikagetkan dengan tiba – tiba saat ia sedang asik memperhatikan tanaman cabenya yang berdaun kriting (???). Biasanya mereka memang pulang-pergi kuliah bareng. Kebetulan selain sekampus mereka juga tetanggaan. #@irma, Jreng jreng jreng... Tetangga ku idolaku. (1)

Sepanjang perjalanan tak henti mereka bercanda tawa. Rey anaknya memang enak di ajak ngobrol. Ditambah lagi mereka sudah bersahabat sejak kecil. Tak heran jika keduanya terlihat begitu akrab.

“Oh ya, hari ini loe masuk berapa mata kuliah?” tanya Rey sambil melepaskan helmnya. Saat itu mereka memang sudah tiba dihalaman parkir kampus.

“Dua, loe?” sahut Irma sembari balik bertanya.

“Sama, ya udah kalau gitu entar habis kuliah kita jalan yuk. Hari ini ada pembukaan pasar hiburan di lapangan."

Irma terdiam. Pasang wajah sok mikir. Jalan bareng sama Rey? Asik juga, walau Rey notebenenya sahabat, tapi kan selama ini ia menyukainya diam – diam. Dan kali ini ia di ajak jalan, itu termasuk kencan bukan si?. Tanpa sadar bibirnya membentuk senyuman samar. #Naksir diam – diam (2)

“Nggak usah kelamaan mikir. Entar loe tunggu gue di sini. Kita jalan. Titik!” tandas Rey tegas. Kali ini tanpa pikir panjang Irma langsung mengangguk. Membuat Rey ikutan tersenyum sebelum benar – benar berlalu. Kebetulan kelas mereka memang berlawanan arah.

Begitu tiba di kelasnya, Irma segera mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Tanpa sadar senyum sama masih bertenger di bibirnya. Senyum bahagia mengingat ajakan Rey tadi padanya.

“Ehem, kayaknya ada yang lagi seneng nie?”

Irma menoleh, mendapati Vhany Iskandar yang kini duduk disampingnya. Menyadari sahabatnya itu sedang berkata padanya, Irma hanya mampu membalas dengan senyuman.

“Ada apa nie. Cerita donk," tanya Vhany lagi ketika melihat pertanyaan sebelumnya tidak di respon.

Kali ini Irma hanya mengeleng. Vhany sedikit mengernyit, tapi ia juga tidak berniat untuk mendesaknya lebih lanjut dan memilih mengalihkan pembicaraan.

Next : || ||


Nah, buat man teman semua yang pengen tau lebih lanjut tentang siapa dibalik pengelola blog yang satu ini bisa simak langsung dan update infonya lewat sini nih....

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:22:00 AM