Cerpen He is my love



Cerpen

He's My Love!.

Star Night
Penulis : Merya
Judul Cerpen : He is my love
*****
"Ya udah, gue pulang dulu ya?".
"Iya.... Hati -hati di jalan. Da..." Balas Cristy sambil melambaikan tangannya. Mengantarkan kepergian Sandy, pacarnya setelah seharian ini jalan - jalan. Yah mumpung hari minggu, Libur sekolah. Kalau nggak kapan lagi punya waktu buat kencan. Bener gak?.
Setelah sosok Sandy beneran hilang dari pandangan barulah ia melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Sambil terus melangkah mulutnya tak henti bersenandung kecil.
Melantunkan lagu - lagu Cinta. Ciri khas orang yang sedang kasmaran.


Begitu sampai di kamar segera ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Orang tuanya sedang keluar. Itu artinya ia di rumah sendirian, Maklumlah anak tunggal. Setelah berpikir - pikir untuk beberapa saat segera di keluarkan hape dari dalam tasnya. Mencari id contak atas nama Tania, sahabat terbaiknya.
Biasalah cewek kalau ada apa - apa kan memang demen curhat. he he he.
Tak terasa satu jam telah berlalu. TM alias TalkMania kartu 'As nya juga sudah ludes. Mau tak mau pangilan itu harus ia putuskan. Sebagai anak sekolahan ia memang harus belajar hemat, secara uang saku juga masih nyadong sama orang tua. Untuk sejenak Cristy memandangi benda elektronik yang ada di tangannya dengan kening berkerut. Dalam hati ia bergumam. Satu jam yang telah berlalu dengan sia - sia. Karena rencannya untuk curhat gagal berantakan. Justru ia yang di jadikan ajang curhat oleh sahabatnya yang satu itu yang 'Katanya' sedang naksir seseorang.
Setelah berdiam untuk beberapa saat, akhirnya ia bangkit berdiri. Sebentar lagi ortunya pasti juga akan segera pulang. Lagi pula sepertinya tubuhnya juga perlu penyegaran. Tak lupa di sambarnya handuk sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.

Cerpen

"Iya Cristy, Pokoknya dia itu keren banget. Gue sekarang jadi percaya kalau love at first sight itu beneran ada".
Cristy hanya tersenyum hambar mendengarnya. Sebuah senyuman yang benar - benar dipaksain.Secara kalimat itu sudah lebih dari dua puluh kali di ulang - ulang oleh sahabatnya. Sampai - sampai ia merasa itu kalimat sudah sangat familiar di telinga.
"Terus kenapa kemaren nggak langsung loe Tembak aja".
"Ya ela, Loe pikir gue udah gila apa. Masa baru kenalan gue langsung nembak dia. Lagian belum ada sejarahnya Cewek nembak duluan" Bantah Tania sebel.
"Sapa bilang, Ini kan jaman emansipasi wanita. Sah - sah aja donk. Lagian Bukanya sejarah nabi kita, bunda Siti khadijah duluan yang melamar".
"He he he.... ia juga sih. Tapi tetep aja gue nggak bisa nembak duluan. Bisa di kira gila beneran gue".
"Bukannya loe emang udah gila dari sononya ya?".
Dengan cepat sebuah jitakan mendarat di kepala Cristy atas balasan ucapannya barusan. "Eh, Gimana acara kencan loe kemaren?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan. Benar - benar langkah yang bagus, karena wajah Cristy langsung sumringah mendengarnya. Sekaligus juga membatalkan niat untuk membalas jitakan yang di terimanya barusan.
"Ah... Pokoknya seru banget. Ternyata dia itu orangnya Romantis. Gue kan jadi makin cinta sama dia".
"Bukannya dulu loe bilang, si andika. Pacar loe itu orangnya ngbosenin ya?" tanya Tania terlihat bingung.
"Ya ela. Si andika udah gue tendang dua minggu yang lalu kaleeee...".
"HA?" Mulut Tania mangap selebar - lebarnya, Cristy hanya menangapinya dengan tatapan sinis sekaligus mencibir.Lebay banget si nie orang.
"Bukannya loe baru jadian tiga minggu yang lalu ya?" sambung Tania lagi.
"Emang... Tapi karena dia nya ngbosenin mending gue cari yang baru" Balas Cristy santai.
"Astaga.... Loe bener - bener deh" Tania kehilangan kata-kata dan tanpak menggeleng - gelengkan kepala tak percaya.

Cerpen


"Cristy, loe harus bantuin gue, kalau nggak gue bisa patah hati beneran nie".
"Apa lagi si?" tanya Cristy sambil menutup bukunya dengan kesel. Apa nggak cukup hampir seminggu ini ia menjadi pendengar setia tentang kisah sang pangeran berkuda putih ala Tania?.
"Gimana donk. Gue beneran naksir berat sama dia".
"Ya udah kalau gitu loe aja yang nyamperin".
"Tapi dia udah punya pacar".
"Terus?".
"Masa terus. Ya gue harus gimana. Loe kasi saran kek. Nggak setia kawan banget si mentang - menatang dia udah punya pacar" gerut Tania sebel.
"Ya ela, emang kenapa kalau dia udah punya pacar. Belum nikah ini. Yang udah nikah aja bisa cerai kok. Gitu aja ribet".
"Maksut loe gue harus ngerebut dia gitu?" Tania tidak yakin akan apa yang baru saja di dengarnya. Cristy hanya membalas dengan anggukan kepala mantab.
"Eh, gue belum sejahat itu kali".
"Belum bukan berarti enggak kan?" Pangkas Cristy cepat.
"Tapi masa gue harus ngerebut pacar orang".
"Salah siapa naksir sama orang yang jelas - jelas udah punya pacar. Lagian nie ya gue pernah denger orang bilang kalau dalam perang dan cinta semuanya sah - sah aja" Cristy sok - sokan menasehati.
"Lebay... Lagian siapa juga yang mo perang".
"Eh non, kalau sampe beneran berani ngerebut pacar orang kalau bukan ngajakin perang terus apa namanya?".
"Udah tau kayak gitu, ngapain loe ngasih ide begituan ke gue".
"Dari pada loe patah hati terus bunuh diri" kata Cristy cepat dan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya.
"Loe kalau ngomong nggak ngenakin banget".
"Kalau mau yang enak, Beli in gue kentang goreng" Gerut Cristy sebel sambil mengusap - usap kepalanya yang terasa berdenyut. Udah jelas - jelas tadi minta saran, giliran di kasi tau bener - bener walau sarannya jelas gak bener (???) eh, malah dijitak. Siapa yang nggak kesel coba.
"Emangnya loe nggak takut kena karma?".
"Maksutnya?" kening Cristy tampak berkerut tanda bingung.
"Ya ngerebut pacar orang. Loe nggak takut ya kalau nanti pacar loe juga di ambil orang".
"Huwahahahaha...." Cristy langsung ngakak mendengar pertanyaan yang dianggapnya super konyol.
"Apa ada yang lucu?" Gantian kening Tania yang berkerut melihat sahabatnya masih tertawa. Menurutnya tidak ada yang lucu di sini.
"Ampun deh.... Loe ini ada - ada aja. Sejak kapan hukum karma bisa di pindah tangankan?. Yang rencananya mau ngerebut pacar orang kan elo. So, yang harus kena karma elo donk. Nggak ada urusannya sama gue" terang Cristy panjang lebar.
"Yah, tapi kan itu ide loe".
"Baiklah.... Gue tarik lagi ide gue tadi. Dan elo sebaiknya siap - siap aja patah hati" Selesai berkata Cristy segera bangkit berdiri. Siap - siap mau pergi.
"Eits, tunggu dulu. Oke, Gue ikuti saran loe. Besok gue akan ajak dia ketemuan. Gue akan bilang kalau gue suka sama dia. Tapi.... Loe harus nemenin gue".
"Oh tidak bisa..... Besok itu hari minggu, jadwal gue kencan" Tolak Cristy cepat.
"Jadi loe nolak nemenin gue nie?" tanya Tania dengan nada datar. Super datar. Tapi tatapan matanya itu lho, Sumpah bikin merinding. Akhirnya dengan amat sangat berat hati Cristy mengangguk walau dalam hati terus merutuk. Dia punya salah apa di kehidupan sebelumnya sampai - sampai bisa punya sahabat yang menyeramkan seperti ini. #lebay...

"Loe yakin dia bakal datang?" tanya Cristy sambil menyesap jus mangganya. Sudah hampir sepuluh menit ia dan Tania duduk di caffetaria itu menunggu orang yang di taksir Tania. Tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidung nya.
"Katanya si iya".
"Kalau sampai dia nggak datang beneran gue bunuh loe" Ancam Cristy secara ia sudah bela - belain membatal kan acara kencan rutinnya pada hari minggu hanya untuk menjadi 'obat nyamuk' sahabatnya itu.
"Dari pada loe ngancem , mending loe kasih suport ke gue. Gila, gue beneran deg degan banget. Mending kita batalin aja yuk?".
"Setelah gue batalin rencana kencan gue, loe mau ngebatalin ini?. Coba aja kalau loe berani?" geram Cristy Tapi Tania sama sekali tidak mendengarnya karena matanya sudah terlanjur terpaku kearah pintu masuk dimana tampak ada seseorang yang mulai melangkah masuk.
"Cristy bantuin gue sekarang, Dia udah datang . gue harus gimana?" Kata Tania terlihat panik.
"Ha?. Benarkah?. Yang mana orangnya?" tanya Creisty sambil berbalik karena kebetulan posisi duduknya tadi membelakangi pintu.
"Itu yang baru masuk. Ya ampun, kalau sampai gue di tolak, gue yakin gue beneran patah hati" Keluh Tania sementara Cristy melotot menatap sosok yang ditunjuk sahabanya.
"Maksut loe yang pake kemeja hitam itu?" tanya Cristy tampak tak percaya. Tania Hanya membalas dengan anggukan karena gugub yang tiba - tiba menyerangnya.
"Astaga Tania, kalau sampai dia nerima elo, gue yang patah hati".
"Maksut loe?" Tanya tania binggun.
"Dia itu Sandy, Pacar Gue" Sahut Cristy lirih tapi bagi Tania itu bagaikan suara petir di siang bolong disaat hari sedang cerah - cerahnya.
"APA?!".
"Bruk.....".
Hal terakhir yang ia ingat adalah suara riuh penghuni kantin yang mendapatinya tergeletak pingsan di lantai...
END...
Admin : Ana Merya
Description : Yang jelas aku itu cewek. Demen nulis, and suka banget ngoleksi sesuatu yang berbau 'romantis'. Anak keempat dari sembilan bersaudara yang punya cita - cita bisa keliling dunia. :D _ Dimulai dengan 'menjelajahi' dunia maya_. ~ Selamat datang di dunia Khayal ku guys ~

Followers