Cerpen Sang Idola


Cerpen sang idola



“kalian serius?” Merry masih tidak percaya.
“ya iya lah” sahut keempat temennya serentak.
“lagian buat ‘Sagu band’ apa yang enggax” tambah Salsa.

“tapi kan konser nya mulainya jam 13:00 siang, dan kita pulang sekolah juga masih sempet, nggax perlu pake acara bolos segalakan?” kata Merry.
“sempet gimana? Kita pulangnya aja jam 12:30 waktu setengah jam mana sempet non buat siap-siap pokoknya sekarang kita semua mau pergi. Kalau loe emang nggax mau ikut ya udah. Ayo guys lets go” ajak Ria kearah ketiga temen-temennya.
“eh tunggu dulu donk, gue kan belum selesai ngomong” tambah Merry.
“simpen ja dulu buat besok!!”
Tanpa basa-basi lagi mereka meninggalkan Merry yang hAnya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah temen-temennya.

@@@@@@@@

Keesokan harinya mereka begitu antusias menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin.
“suer Merry tu cowok pokoknya ganteng banget deh. Coba aja kemaren loe ikut ama kita-kita pasti loe nggax akan nyesel” terang Anya semangat banget.
“ia. Anya bener mer, lagian sekali-kali bolos nggax da ruginya kan. Toh selama ini kita semua on time terus” tambah Salsa.
“0h ya?” cibir Merry.
“sekarang loe bisa ngomong kayak gitu. Soalnya loe belum ketemu ma dia”
“ih nggax banget deh, secara gue udah punya pacar” kilah Merry.
“dari dulu loe bilang udah punya pacar tapi nyatanya sampai sekarang kita belum kenal”
“ya sorry, secara gue belum punya waktu, kalian kan tau sendiri pulang sekolah gue harus kerja buat biaya sekolah gue, nggax kayak kalian”
“iya deh mer, sorry. Tapi begitu ada waktu loe pasti ngenalin sama kita kan” kata Sisil.
“pasti” sahut Merry “terus kalian pasti tau donk identintas idola kalian. Paling nggax namanya” sambung Merry.
“justru itu Merry, kita belum tau” kata Ria kecewa. Soalnya kemaren doi di minta naik kepanggung, trus ikutan nyanyi bareng 'saguband’ suaranya bagus banget, dia emang nggax ngasi tau namanya, tapi dia bilang kalau dia anak kuliahan” sambungnya.
“0h ya. Kuliah dimana?” Tanya Merry lagi.
“di… aduh di mana ya. Kalau nggax salah STIE atau AMIK ya?.gue lupa” sahut Salsa.
“tapi itu gampang kok, kita bakal cari tau dimana dia berada, seperti kata pepatah banyak jalan menuju roma, ya nggax friend” kata Ria yakin.
“terserah kalian deh” kata Merry akhirnya.
Bel masuk pun terdengar. Merri mengajak semua temen-temennya untuk kembali kekelas, mereka pun masuk kekelas dan kaget saat dapat pengumuman kalau hari ini di adakan ulangan harian kecuali Merry, kemaren waktu mereka tidak sekolah udah di kasi tau kalau hari ini ada ulangan.
Mereka bener-bener pusing tujuh keliling, pasalnya mereka nggax ada baca buku sedikit pun mana soalnya sulit banget lagi. Merry juga nggax mau bantuin yang makin membuat mereka pada bingung.
Setelah bel istirahat terdengar semua temen-temennya datang menghampiri Merry buat minta tanggung jawab, karena nggax memberi tau mereka kalau hari ini ada ulangan.
“lho bukannya kalian sendiri yang bilang kalau nggax ada ruginya nggax sekolah satu hari” Merry bela diri.
“ia sih, tapi nggax kayak gini juga kan, pasti ancur deh nilai ulangan gue kali ini, mana loe  nggax da ngasi jawaban nya ma kita lagi”
“ya deh sorry. Ya udah gimana kalau sebagai tanda minta maaf gue, kalian gue traktir makan di kantin. Gimana mau nggax???” Tanya Merry karena kebetulan ia baru gajian. Tentu saja langsung di setujui sama temen-temennya yang lain, secara jarang-jarang kan ada yang nraktir.
“kalian mau mesen apa?” Tanya Sisil begitu mereka tiba di kantin.
“bakso sama es campur aja deh” jawab Merry.
“kalian?” Tanya Sisil kepada temen-temennya yang lain.
“sama” jawab yang lain, Sisil pun memesannya.
“gimana sama idola kalian itu?” Tanya Merry sambil menikmati pisang goreng yang ia ambil dari piring di hadapannya.
“gimana apa nya?” Tanya temen-temennya.
“ya gimana, masa kalian semua mau jadi pacar idola kalian” jawab Merry.
“ya nggax lah sembarangan aja, gini-gini kita masih punya harga diri ya”
“terus?” Tanya Merry.
“gimana ya. Kita juga bingung nih, ntar deh gue mikir dulu buat nyari solusinya” Salsa ikut-ikutan bingung
Sementara sang pelayan sudah menghidangkan pesanan mereka di atas meja. Mereka semua makan sambil terus mencari ide.
“gue punya ide” teriak Sisil setelah lama terdiam.
“0h ya. Apa?!” temen-temennya sudah nggax sabar.
“dengerin ya. Kita semua kan sudah terlanjur naksir sama si doi jadi….”
“kita? Kalian aja kali, gue nggax” potong Merry meralat.
“ia deh, kami aja. Loe nggax” Sisil sebel karena ucapannya di potong duluan padahal ia kan belum selesai ngomong.
“udah deh, tadi ide nya apa?” Salsa masih penasaran.
“apa ya? Gara-gara Merry nih jadi lupa” Sisil garuk-garuk kepalanya yang emang ketombean “0h ya gini gimana kalu kita taruhan aja siapa dulu yang bisa menggaet dia jadi pacar salah seorang dari kita. Tapi, permainannya harus sehat nggax boleh pake cara kotor. Terus yang menang harus nraktir kita semua makan gratis kayak sekarang. Gimana setuju nggax? Sambungnya.
“kok yang menang yang nraktir?” Tanya Anya bingung.
“ya iya lah, secara dia kan udah dapetin si doi gimana setuju nggax?” jelas Sisil.
“0 gitu, gue setuju” sahut Ria tanpa berpikir lagi
“gue juga” sambung Salsa sama Anya.
“tapi gue nggax setuju. Enak aja anak orang di jadiin taruhan. Ntar kena batunya baru tau rasa loe. Coba gimana kalau ternyata si de’e udah punya pacar?” Merry keberatan.
“terus loe punya ide lain? Lagian kalau emang dia punya pacar masa ke konser nggax ngajak pacarnya?” Tanya Sisil.
Sementara yang di Tanya hanya diam, karena ia sama sekali nggax punya ide yang lebih baik.
“nah nggax ada kan, jadi setuju aja deh” desak Anya.
“ia. Sekalian loe jadi jurinya, secara loe kan yang paling netral lagian loe kan udah punya pacar” tambah Ria.
“terserah kalian aja deh” Merry akhirnya nyerah.

@@@@@@@@@

Sejak saat itu mereka sibuk mencari informasi tentang si doi. Kebetulan Anya Nggak sengaja pernah ketemu sama tu cowok di halte yang biasa mereka tumpangi waktu pulang dari jalan jalan. cuma nggak sempet kenalan karen tu bus sudah keburu berangkat. sejak saat itu Mereka sering iseng jalan ke sana.
Dua minggu telah berlalu, tapi hasil nya tetap nihil karena walau di tunggu sampai hampir malam tetap juga nggax nongol-nongol sehingga mereka hampir saja putus asa.
Sore minggu kebetulan Merry libur bersama keempat temannya ngumpul bareng di salah satu kaffe yang sering mereka datangi rencananya ia akan memperkenalkan pacarnya pada temen-temennya.
Sambil menunggu pacarnya Merry datang mereka asyik ngobrol.
“eh tau nggax sih, ternyata doi itu kuliah dari sore sampai malam, dan kenapa selama dua minggu ini kita nggax bisa ketemu sama dia?. Ternyata itu  gara-gara sekarang ini dia lagi libur habis ujian semester” kata Salsa.
“0h ya. Loe tau dari mana?” TAnya Anya heran.
“dari sopir bus yang biasa ia tumpangi. Abis nya gue penasaran” jelas Salsa “dan katanya besok sore ia sudah masuk lagi, jadi gue pikir itu waktu yang pas buat kira kenalan sama dia” sambungnya lagi.
“ide bagus tuh. Loe kali ini bisa ikut kan Merry?” Tanya Ria.
“yah sayang banget, gue nggax bisa, gue kan harus kerja. Lain kali aja ya” sahut Merry.
“ya udah lah nggax papa. Toh besok kalau dia sudah jadi pacar salah seorang dari kita pasti di kenalin sama loe kok” kata Ria.
“tapi ngomong-ngomong pacar loe jam segini kok belum datang ya?” Anya melirik jam tangannya.
“tau nih, bentar ya gue telpon dulu. Kali aja dia lagi kebingungan nyari kita. Emang sih tadi gue udah kasih tau tempatnya, tapi kok belum datang juga, jangan-jangan nyasar lagi” Merry beranjak dari dari kursinya menjauh dari temennya.
Sebelum Merry berhasil meng'calling pacarnya, HP nya bergetar terlebih dahulu. Ternyata SMS dari Allan, pacarnya. Yang mengabarkan kalau ia sudah berada di depan kaffe tersebut.
“eh temen-temen, dia udah ada di depan tuh. Gue jemput dia dulu ya” pamit Merry, temen-temennya hanya membalas dengan anggukan.
“kira-kira pacarnya Merry kayak gimana ya?” ujar Salsa setelah Merry pergi.
“tenang aja sa, bentar lagi kita semua juga tau kok” balas Sisil.
Tak lama kemudian Merry datang menghampiri mereka bersama seorang pria di sampingnya.
“temen-temen kenalin ini pacar gue. Namanya Allan dan sekarang masih kuliah baru ja masuk smester 4, Allan ini temen-temen gue yang pengen gue kenalin ke elo, ini Salsa, Anya, sisil, sama Ria” kata Merry memperkenalkan pacarnya kepada temen-temennya.
Untuk sepersekian detik temen-temennya hanya terdiam terpaku bahkan Sisil yang kebetulan sedang menghirup es sirupnya langsung tersedak saking kagetnya seolah nggax percaya akan sosok yang kini berada tepat di hadapannya yang tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan.
“ya tuhan. Dia kan….. SANG IDOLA” pekik batin mereka masing-masing.

END....
Wuawkakaka.........
Gimana gimana gimana?...
Gaje ya?.... Biarin ah,,,,
Karya wa ini,..... He he.......
Admin : Ana Merya
Description : Yang jelas aku itu cewek. Demen nulis, and suka banget ngoleksi sesuatu yang berbau 'romantis'. Anak keempat dari sembilan bersaudara yang punya cita - cita bisa keliling dunia. :D _ Dimulai dengan 'menjelajahi' dunia maya_. ~ Selamat datang di dunia Khayal ku guys ~

Followers