Cerpen Cinta "You're My Girl ~ 04

Hallo guys, ketemu lagi nih bareng admin yang muncul dengan lanjutan dari cerbung you're my girl part 04. Kali kali aja banyak yang nunggu lanjutannya sok bisa langsun di simak di bawah. Dan ngomong - ngomong biar nyambung sama ceritanya bagusan kalau baca dulu bagian sebelumnya yang bisa di cek langsung dari sini. Happy reading ya....

Ana Merya
You're My Girl

Bel tanda pelajaran terakhir terdengar. Masing masing siswa sudah duduk manis di kelas. Siap untuk menghadapi pelajaran selanjutnya. Delon menatap kearah bangku disampingnya yang masih kosong. Bu Lastri sudah ada di depan kelas, tapi Shila belum nongol juga. Terakhir ia liat gadis itu sedang membantu anak berandalan yang sedang menjalani hukumannya. Mengingat itu mau tak mau kembali menimbulkan rasa kesel di hatinya.

"Lho, Shila nggak masuk hari ini?" tanya Bu Lastri setelah mengabsent siswanya.

"Tadi sih masuk buk. Tapi nggak tau sekarang ini kemana," Vivin yang menjawab. Yang lain membenarkan.

"Oh ya?" Bu Lastri tampak terkejut.

"Oh iya buk, sekalian kita mau nanya nih bu. Ibu merasa aneh nggak, masa tiba - tiba tu anak menjadi pinter. Apa jangan - jangan dia curang ya?" Grasia memberanikan diri bertanya mewakili teman temannya.

"Curang bagaimana?"

"Iya, jadi kita heran. Masa dia mendadak pinter gitu. Kan aneh?"

Bu Lastri justru tersenyum mendengarnya. "Sebenernya yang aneh itu justru sebaliknya. Dari biodata yang ada sebelumnya, Shila adalah siswa yang paling pintar di sekolah. Bahkan kabarnya selama SMP gadis itu selalu menjabat sebagai juara umum di sekolahnya. Nilai di ijazahnya kemaren juga cukup tinggi. Makanya guru guru di sini sempet heran ketika disini kinerjanya turun drastis. Para guru sempat berpendapat itu mungkin karena masalah di keluarganya. Sebelum pindah ke sini, katanya sih orang tuanya bercerai dan dia harus ikut salah satu pemenang hak asuh. Mungkin karena itu, semangat belajarnya menurun dan dia jadi seperti ini. Tapi syukurlah, sepertinya gadis itu sudah mulai sadar dan mau belajar kembali seperti dulu."

Jawaban dari Bu Lastri sukses membuat seisi kelas melongo. Tak terkecuali Delon. Pria itu memang tau kalau Shila hanya tinggal bersama ayahnya yang sibuk bekerja. Tapi ia tidak pernah menduga ada ceria seperti itu di sebaliknya. Terlebih, Shila juga tidak pernah menyinggung kepadanya tentang masalah di keluarga. Bahkan kepribadian gadis itu juga selalu terlihat riang, sama sekali tidak ada jejak anak 'broken home' di wajahnya.

Ketukan daun pintu di kelas menginterupsi. Bagai di komando semua menatap kearah Shila yang baru muncul di papah oleh siswa lainnya. Dari name tag yang tertera, mereka tau kalau siswa tersebut bernama Steven alfarius.

"Maaf bu, saya telat," kata Shila sambil menunduk. Sebelah tangannya masih merangkul pundak Alfa yang sedari tadi memapahnya berjalan menuju kekelas.

"Lho Shila, kaki kamu kenapa?" tanya Bu Lastri kaget ketika melihat kaki Shila yang di perban.

"Jatuh dari tangga tadi bu."

"Ya ampun. Ya sudah, mendingan kamu langsung duduk di bangku mu sana."

Setelah terlebih dahulu mengangguk, Shila segera melangkah kearah bangkunya berada. Tatapan seisi kelas masih mengikutinya. Bahkan diam diam ada yang berbisik sana sini. Terlebih ketika melihat Alfa yang jelas jelas masih membantu dirinya. Belum lagi fakta tentang dirinya yang tak terduga baru saja terungkap.

"Biar gue aja," belum sempat langkah Shila tiba kearah bangkunya, Delon sudah terlebih dahulu menyusul. Tanpa perlu mengulang dua kali ia segera mengantikan posisi Alfa sebelumnya. Pria itu hanya manut. Setelah permisi pada Bu Lastri, ia segera pamit kearah kelasnya.

"Loe nggak papa kan Shil?" tanya Delon khawatir. Setelah memastikan Shila duduk dengan benar ia ikut duduk di sampingnya.

Shila mencibir. Yang namanya Delon memang tidak pernah berubah ya. Demen banget menanyakan sesuatu yang jawabnnya sudah jelas.

"Nggak papa gimana? Loe kan liat kaki gue di perban gini. Ya sakit lah," kata Shila setengah berbisik karena tak ingin menarik perhatian gurunya.

Jawaban itu mau tak mau memancing Delon untuk tersenyum. Terlebih dengan sikap Shila yang blak blakan seperti biasanya. Tak urung ia merasa lega. Tanpa kata dibantunya Shila ketika dilihatnya gadis itu kesulit mengelurkan buku pelajarnnya.

"Delon. Emp, loe bawa motor kan? Ntar loe tolong anterin gue pulang ya. Kalau naik busway siang gini biasanya penuh. Suka nggak kebagian tempat duduk. Padahal kaki gue sakit banget sumpah, nggak sanggup gue kalau ntar harus kelamaan berdiri."

Delon tidak langsung menjawab. Kepalanya menoleh kearah Shila yang kini sedang menatap kearahnya. Sedikit terkejut karena sepertinya Shila sama sekali tidak mempermasalahkan kejadian tadi di halaman belakang sekolah. Sepertinya gadis itu sudah benar benar melupakan kejadian itu.

"Tadinya sih gue mau minta tolong Alfa. Eh taunya dia juga kalau sekolah pake busway, mana arahnya berlawanan lagi. Gue kan jadi nggak enak kalau harus ngerepotin dia."

"Terus kalau ngerepotin gue nggak papa?"

Delon sedikit menyesal dengan nada tajam yang dilemparkannya. Hanya saja mendengar nama Alfa yang di sebut oleh gadis itu tak bisa di cegah rasa kesel tiba tiba saja kembali menghampirinya.

"Kalau loe keberatan ya udah deh. Ntar gue minta jemput mang Dandan aja," Shila menyebutkan nama sopir di rumahnya.

"Iya, gue anterin."

"Nggak usah kalau nggak iklas."

"Iklas itu masalah hati. Yang jelas loe gue yang anterin. Puas."

Bukannya kesel Shila justru tersenyum. Terlebih tadi ia sebenarnya hanya mengancam. Mana mungkin ia minta Mang Dandan menjemput sementara ia tau kalau pria itu pasti sedang berada di kantor ayahnya. Bisa bisa ayahnya tau akan luka yang dialaminya saat ini. Tidak, ia tidak ingin hal itu terjadi.

"Ma kasih ya. Leo emang sahabat gue yang paliiiiiiiinnn baik dan pengertian. Akh, gue beneran beruntung punya sahabat kayak loe," puji shila lengkap dengan gaya lebaynya.

Sementara Delon hanya mencibir walah dalam hati ia tetap bergumam.

"Jadi gue cuma sebatas sahabat?"...

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:37:00 AM

6 komentar:

  1. + Ana_Rachmadany, emp, berapa ya?..
    Mau nya sampe berapa?

    ReplyDelete
  2. kaka ,, keren cerita nya , maaf baru bisa baca :'(

    ReplyDelete
  3. bagus cerita nya :) , maaf baru bisa baca :'(

    ReplyDelete
  4. bagus kak ceritanya, dilanjut dong...
    penasaran nih, shilla karakternya bagus pake banget...

    ReplyDelete
  5. +casti gita riani Ma kasih....
    +Amalia, Syiiipp....
    Udah di lanjut kok. Shillanya aku banget nggak sih. #klotak

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers