Cerpen Cinta "You're My Girl ~ 03"

Hola halo guys, ketemu lagi nih bareng admin yang kembali muncul dengan lanjutan cerpen You're my girl bagian ke tiga. Pada penasarankan ingin tau gimana kelanjutan ceritanya itu gimana? Kalau jawabannya ia, sebaiknya simak kebawah kalau gitu...

Oh iya, biar nyambung sama jalan ceritanya gimana, sebaiknya sih baca dulu bagian kedua yang sudah admin posting duluan. Biar mudah bisa langsung klik disini. Happy reading ya...

Ana merya
Cerpen You're My Girl

Shila sedang berjalan menuju kekelasnya ketika tak sengaja ia melihat sosok yang dikenalnya sedang beres - beres peralatan di gudang. Itu kan Alfa? Sempet ragu, akhirnya Shila melangkah menghampiri.

"Rajin amat loe beres - beres. Mau jadi siswa teladan ya?"

Sapaan barusan membuat pria itu menoleh. Sebuah senyum ia lemparkan sembari mulutnya menjawab. "Sembarangan, gue lagi di hukum tau."

"Oh ya? Kali ini kenapa? Loe absent lagi?" tanpa diminta tangan Shila terulur mengumpulkan bola bola ke dalam keranjang.

Alfa tidak lantas menjawab. Matanya justru sibuk mengawasi gadis itu. Melihat dari gelagatnya, sepertinya ia sudah terbiasa melakukan hal itu. Tanpa sadar sebuah senyum mangkir di bibirnya.

"Bukan. Tadi pagi gue datang terlambat," balas pria itu sambil kembali melanjutkan tugasnya. Megibas - ngibaskan beberapa peralatan olah raga yang kini berdebu karena sudah lama tidak terpakai.

"Terlambat doank di hukum bersihin gudang? Sadis amat."

"Iya, soalnya gue terlambatnya hampir dua setengah jam."

Mendengar itu tawa Shila langsung pecah. Tawa yang menular, karena Alfa juga ikut tertawa bersamanya.

"Hufh, akhrinya beres juga. Ma kasih ya, karena udah di bantuin. Kerjaan gue jadi selesai lebih cepat dari seharusnya," kata Alfa tulus. Shila hanya angkat bahu, isarat kalau ia sama sekali tidak keberatan melakukan hal itu.

"Masih ada sepuluh menitan lagi nih sebelum bel pelajaran selanjutnya, gue traktir loe minum es dulu yuk," ajak Alfa kemudian.

Sejenak Shila berpikir, baru kemudian kepalanya mengangguk setuju. Kalau di pikir - pikir, tengorokannya juga terasa kering. Jadi ajakan Alfa sepertinya memang tepat sasaran. Dan begitu bel terdengar, ia segera bergegas kekelasnya. Tepat saat ia mendaratkan tubuhnya di bangku, Bu Indri sudah ada di depan kelas.

"Hasil ulangan kemaren, kamu, tolong bagikan," perintah Bu Indri kearah Vivin yang kebetulan duduk tepat di depan meja guru. Tanpa perlu di suruh dua kali, Vivin langsung bergerak. Menyebutkan nama rekan kelasnya satu persatu untuk maju kedepan. Sampai giliran kertas ulangan terakhir yang ia bacakan, pria itu terlihat kaget.

"Shila dapat nilai seratus?"

Seisi kelas sontak menoleh. Bergantian menatap kearah Vivin yang sedang melihat keatas kertas di tangannya atau kepada Shila yang dengan santai maju kedepan.

"Mustahil, mana sini coba gue liat," tanpa permisi Lian yang duduk tepat di samping Vivin merebut kertas ulangan tersebut. Ingrid dan grasia yang duduk di meja samping ikut mendekat. Beberapa teman yang lain juga ikut berdiri, berharap bisa mengintip apa yang tertera disana.

"Akh curang. Loe pasti nyontek sama Delon kan?" tuduh Grasia langsung. Shila mencibir. Dengan kesel di rebutnya kembali kertas ulangan miliknya.

"Nggak mungkin. Tadi gue liat, si Delon nilainya emang paling tinggi. Tapi cuma 86, bukan 100," bantah vivin. Sontak seisi kelas menatap kearah Delon seolah minta penjelasan. Tatapan heran pria itu kearah Shila sudah memberikan jawaban kalau sepertinya ucapan vivian benar.

"Sudah... sudah... Semuanya duduk ke bangkunya masing - masing."

Seolah baru sadar kalau masih ada guru di depan kelas, sontak semuanya balik ke bangkunya masing masing walau tak urung masih pernasaran di balik misteri nilai sempurna yang didapat oleh siswi yang sudah terkenal paling oon di kelasnya.

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:48:00 PM

1 komentar:

  1. sy baca ntarlah nunggu endingny sj yak#dikemplang penulisnya

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers