Cerpen Cinta "You're My Girl ~ 02"

Tadinya mau posting kazua mencari cinta, eh ternyata tu cerita belum di edit. Covernya juga belom di buat. So, mumpung ol kompi rada sayang kalau nggak ngepost, jadinya mendingan kita posting lanjutan dari cerpen You're My Girl bagian keduanya.

Pada penasaran ingin tau kan? Iya kan saja, biar adminya seneng -,- Kalau gitu tunggu apa lagi, langsung simak ke bawah aja ya. Oh iya, hampir aja lupa. Satu lagi dink, biar yang baca nyambung sama jalang ceritanya jangan lupa untuk baca bagian sebelumnya disini ya....

Ana merya
Cerpen You're My Girl

Sudah hampir setengah jam Shila asik membolak balikan halaman demi halaman buku di tangannya, melihat isi didalamnya sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak ketika sebuah tepukan di pundak mengagetkannya.

"Loe?" telunjuk Shila lurus seolah tidak percaya dengan indra penglihatannya.

"Loe...Emp, Shila kan? Cewek yang di hukum hormat bendera bareng gue kemaren?" kata sosok di hadapannya yang tak lain adalah Alfa.

Shila mengangguk. Matanya mengamati tampilan Alfa dari atas kebawah. Melihat dari seragam yang ia kenakan, ia bisa menebak kalau pria itu adalah salah satu karyawan dari toko buku yang kini ia datangi.

"Loe kerja disini?" walau sudah yakin tebakannya benar, Shila tetap memutuskan untuk mempertegas.

Kepala Alfa mengangguk sebagai jawaban. "Gue juga terkejut dan tadi hampir nggak percaya waktu liat cewek yang sedari tadi bolak balikin buku itu elo. Kalau gue nggak salah inget kemaren itu loe di hukum karena nggak pernah ngerjain PR kan? Tumben sekarang yang loe cari buku pelajaran. Kenapa? Udah tobat ya?"

Shila hanya angkat bahu sambil nyengir. "Sebenernya gue juga kaget sih liat loe disini. Secara tampang loe kan agak gimana gitu, kok bisa ya loe kerja disini," balas Shila tak mau kalah.

"Don't judge book by its cover," nasehat Alfa sok bijak, Shila hanya membalas dengan tawa.

"Ssstt..." tangan Alfa terarah ke mulutnya sambil memberi isarat kepada shila untuk melihat kearah tulisan di dinding dimana tertera kalimat "Dilarang Berisik".

"Ups, sorry. Kelepasan. Abisnya gue nggak nyangka kalimat itu bisa keluar dari mulut orang kayak loe," kata Shila, kali ini dengan suara yang lebih perlahan.

"Emangnya menurut loe gue orangnya gimana?"

"Berandalan. Secara mana ada siswa baik baik yang ngotorin apsent dengan 'a' selama sebulan penuh. Mending cuma di jemur, gue heran sekolah nggak langsung ngeluarin loe," balas Shila spontan. Alfa hanya angkat bahu sambil tersenyum.

"Oke deh, loe lanjut nyari bukunya. Ntar kalau perlu bantuan, loe panggil gue aja. Gue masih harus kerja soalnya," pamit Alfa kemudian.

"Syiip."

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:03:00 PM

4 komentar:

  1. Replies
    1. Syiipp...
      Tapi harus antri ya siste,,,... :D

      Delete
  2. Ya ampun, ini cerita yg mana lg sih kkkk kykny sy sering tersesat deh klo ksini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun hira....
      Kok bisa tersesat sih?
      Coba tanya si dora gih, biasanya doi bawa peta... #Ekh

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers