Cerpen Remaja Terbaru "That Girl is mine" ~ 06

Hallo felas, admin muncul lagi nih. Masih nungguin lanjutan dari cerpen That Girl is mine kah? Kebetulan part 6 udah bisa langsung di nikmati. Seperti biasa, biar nyambung sama jalan ceritanya bagusan kalau baca dulu bagian sebelumnya disini.

cerpen That Girl is mine

"Sampai kapan loe mau ngikutin gue sih?!"

Airi tidak bercanda. Ia benar benar kesel melihat Kei yang kini duduk santai di sampingnya. Padahal ia sudah menuruti saran pria itu. Ia sudah meminta izin pada managernya untuk istriahat hari ini. Dan manager juga langsung setuju. Apalagi selama bekerja Airi memang belum pernah alpa. Namun begitu, kenapa pria itu masih duduk disampingnya.

"Gue mau nganterin loe pulang."

Airi mencibir. "Akh, gue terharu," nyinyirnya. Kei hanya angkat bahu. Dan sepanjang perjalanan kembali diisi dengan keheningan.

Begitu turun dari halte, Airi menghela nafas. Kostannya masih jauh masuk kelorong. Ditambah dengan kondisi kakinya saat ini, jadi terasa makin jauh.

"Loe nggak akan sefrustasi ini kalau seandainya loe mau gue antar pake motor."

Airi menoleh. Hampir saja ia lupa kalau masih ada Kei di sampingnya jika tidak mendengar komentar dari pria itu barusan. Melihat tatapan pria itu, Airi segera membuang pandangan. Nggak sudi banget dia. Namun begitu ia sedikit heran. Kei tadi berangkat pake motor, terus sekarang mengikutinya pake bus. Jangan bilang kalau motornya di tinggal.

"Motor gue terpaksa gue tinggal karena gue tau loe nggak mau gue anterin."

Seolah bisa membaca pikirannya, Kei menjawab tanpa di tanya. Membuat Airi hanya mendengus kesel. Ia sudah bersiap akan melangkah turun dari halte untuk langsung pulang ketika sebuah pemikiran baru muncul di benaknya.

"Kenapa?" tanya Kei heran.

Airi tidak menjawab. Bersikap seolah Kei tidak ada di dekatnya. Sebaliknya ia mengedarkan pandangan kesekeliling. Tak jauh dari halte ada pangkalan ojek. Dan sepertinya juga banyak abang abang tukang ojek yang sedang mangkal. Melihat itu tak urung Airi tersenyum. Rumahnya tidak terlalu jauh, ditawar 5.000 an juga bisa, atau paling mahal 10.000 juga boleh. Dari pada kakinya makin sakit.

"Loe mau kemana?" langkah Airi menjadi tertahan ketika Kei tiba tiba menahan tangannya.

"Loe apa banget sih," geram Airi sambil menepis tangan Kei. "Gue mau pulang naik ojek. Kenapa rupanya?"

"Nggak bisa!" kali ini Kei berdiri tepat di depan Airi. Menghalangi gadis itu untuk melangkah.

"Loe nolak bareng gue pake motor yang jelas lebih bagus, tapi loe malah niat mau naik ojek. Gue ngerasa terhina tau nggak sih."

"Ya bagus donk. Gue malah seneng kalau loe emang ngerasa gitu," Airi berniat untuk melangkah, tapi Kei masih tidak memberinya jalan. Bahkan kini pria itu menatapnya tajam. Tapi Airi sama sekali tidak takut. Tidak ada alasan untuknya merasa takut.

"Mending loe gue gendong."

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:48:00 AM

2 komentar:

  1. kapan nihh kak lanjutan ceritanya???
    seharian full q bca semua yg ada di dftar isi,, uhhhh suka bngett..
    jadi baper bacanya sambil snyum" sndiri..
    hhehe,, maaf klo lebay..
    LOL. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau part 7 kayaknya udah nongol deh.
      Untuk part 8, sekarang masih otw alias di draf dulu.
      Kali aja nanti ujug ujug ide berubah... #ekh

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers