Cepen Cinta "You're My Girl ~ 13

Gimana guys? Masih penasaran sama lanjutan dari Cepen Cinta "You're My Girl? Atau udah bisa nebak kemana cerita ini di bawah? Secara udah mendekati ending ya kan? Iya donk... Nah, kalo masih belum bisa nebak juga ya mendingan nunggu sampe beneran end. Ha ha ha.... Yang jelas, ini lanjutannya. Untuk yang belum baca bagian sebelumnya bisa cek disini.

You're My Girl
You're My Girl 


"Shil, loe nyariin siapa?" tanya Delon saat melihat Shila masih memperhatikan sekeliling padahal mereka jelas jelas sudah mendapatkan tempat duduk diantara penggunjung kantin yang ramai.

"Emp," Shila mengigit kukunya. Kebiasaan yang memang tidak bisa ia hilangkan ketika sedang bingung. "Udah hampir seminggu ini gue nggak ada lihat Alfa."

Delon memutar mata. Ia bukan tidak menyadari kalau saingannya menghilang selama seminggu ini. Secara karena hal itu, Shila selalu menghabiskan wakut istriahat bersamanya. Atau kadang ia lihat gadis itu kumpul bareng Grasia dan Indri. Kalau boleh jujur, Delon merasa lega. Ia malah berharap kalau perlu Alfa tidak pernah muncul lagi. Sayangnya harapannya berbanding balik dengan reaksi gadis di hadapannya yang justru malah tampak khawatir.

"Atau jangan jangan dia ada masalah kali ya? Gue sms nggak di balas, gue telp juga nomornya nggak aktif," tambah Shila lagi.

"Loe kenapa sih kayaknya khawatir banget soal dia. Asal loe tau ya, dia itu emang udah terkenal sering nggak masuk. Bolos juga. Makanya dulu gue sering ngelarang loe buat deket deket dia," Delon berusaha untuk menjaga agar kalimatnya tidak terdengar terlalu mencampuri urusannya.

"Kalau itu gue juga tau. Tapi biasanya nomornya nggak pernah nggak bisa di hubungi gini. Atau jangan - jangan..." Shila tidak berani menyuarakan pikiran buruknya. Ia takut kalau tebakanya benar. Bisa jadi kan, Alfa libur karena ibunya sakit lagi. Atau bisa juga malah dia yang kenapa - napa.

"Jangan - jangan kenapa?" Delon menatapnya curiga.

Shila makin terlihat bimbang. "Delon, gimana kalau pulang sekolah ntar kita cari tau."

"Ha?" Delon melongo. Nyariin Alfa? Sosok yang sudah terkenal karena sering bikin ulah gitu ngapain di cariin. Palingan ntar juga dia muncul sendiri. Dan lagi, kenapa harus dia perduli kalau Alfa ngilang. Itu memang harapannya kali.

"Kenapa kita harus repot - repot nyariin dia sih?" Delon tidak menutupi kekesalannya. Lebih kesal lagi ketika ia menyadari Shila serius mengkhwatirkan saingannya tampa memperdulikan perasaannya sama sekali.

"Ikh, elo sama temen kok gitu?"

Delon mencibir? Temen? Sejak kapan ia menganggap Alfa itu temannya. "Udahlah, loe nggak usah khawatir berlebihan gitu. Palingan tu anak ntar juga muncul sendiri lagi. Biasanya juga gitu kan?"

Next : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:52:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers