Cepen Cinta "You're My Girl" ~ 12

Edisi sibuk di dunia nyata sampai nggak sempet sigin di mari. Ck ck ck, padahal yang nungguin lanjutan dari Cepen Cinta "You're My Girl" pasti udah nggak sabar. Ya wes, kalau gitu mendingan langsung simak lanjutan ceritanya. Berhubung suda kelaman biar rada nyambung bagusan kalau baca dulu bagian sebelumnya disini. Happy reading....

Cepen Cinta "You're My Girl
Cepen Cinta "You're My Girl

"Pagi Delon," sapa Shila kearah rekan sebangkunya yang sudah terlebih dahulu duduk manis begitu ia tiba di kelas.

"Pagi," Delon hanya menoleh sekilas karena perhatianya masih ia arahkan pada kertas berwarna pink yang ada di tangannya. Penasaran Shila mengintip.

"Wah, dari pengagum rahasia loe lagi?" tanpa permisi Shila segera mengambil kertas tersebut dari tangan Delon. "Tuh kan bener tebakan gue kemaren. 'From HP, S'," kata Shila sambil membacakan tulisan yang tertera. "Hantu Penunggu Sekolah."

"Ngaco loe," Delon segera merebut kembali kertasnya sementara Shila malah tertawa.

"Ngomong - ngomong, loe penasaran nggak sama pengirimnya?" selidik Shila terlihat tertarik, Delon mengeleng.

"Sama sekali nggak tuh. Gue nggak tertarik sama tindakan kekanak - kanakan gini."

"Kekanak - kanakan?" Shila mengerutkan alis.

"Loe sendiri kemaren bilang, emang hari gini masih jaman ya pake pengagum rahasia segala."

"Itu kan pendapat gue, kali aja pendapat loe beda."

Delon mengeleng.

"Jadi loe sama sekali nggak ada niat buat nyari tau?" tanya Shila. Lagi lagi Delon mengeleng.

"Sama sekali?"

"Loe ngeyel banget sih," Delon menatap Shila kesel. "Gue sama sekali nggak tertarik pengen tau dia siapa. Palingan juga orang iseng. Kalau emang dia suka sama gue kan tinggal bilang langsung. Ntar juga kalau di cuekin lama lama pasti berhenti."

"Kalau dia nggak berhenti?"

"Itu artinya dia beneran suka sama gue," balas Delon. "Lagian nggak papa juga dink. Kebetulan loe kan tau gue suka banget sama coklat. Kan lumayan, makan gratis bo."

Shila mencibir. Nggak pengen tau tapi makanannya di embat juga.

"Ngomong - ngomong loe udah ngerjain PR belum? Gila banget sih loe, perasaan dari kemaren nilai loe sempurna mulu. Beneran mau ngalahin gue?" Delon menganti topik pembicaraan.

"Oh iya donk," Shila semangat empat lima dalam menjawab. Nggak tau apa tu orang gimana usahanya untuk memenangkan persaingan itu. Ia sudah bela belain belajar siang malam. Bahkan sampai memotong jam tidurnya segala.

"Kenapa? Pengen liat gue pamer abs? Ya udah. Nggak perlu nunggu loe menang, kalau sekarang aja gimana. Gue buka baju nih," bisik Delon sambil perlahan melepaskan kancing bajunya.

"Ih loe apa banget sih," Shila mundur sambil bergidik. Matanya melotot kearah Delon.

"Jangankan cuma ngeliat, ngeraba - raba juga boleh. Gue rajin olah raga lho. Dan sekarang gue pengen nunjukinnya khusus buat loe," Delon memindahkan tangannya kearah kancing kedua.

"JANGAN!" Shila berteriak sambil naik kekursinya. Teriakannya barusan kontan menarik perhatian seisi kelas yang segera menghentikan aktifitas masing masing dan menoleh kearahnya dengan pandangan heran. Makin heran saat melihat raut Shila yang ketakutan sementara Delon malah terlihat tertawa puas sambil memengangi perutnya.

"Sialan, loe ngerjain gue?" geram Shila begitu menyadari Delon masih ngakak di sampingnya.

"Ha ha ha, emangnya loe doank yang bisa jahil. Gue juga. Sok nantangin giliran di tantang balik taunya malah ketakutan."

Shila segera turun dari kursinya. Matanya menyipit tajam kearah Delon yang masih tertawa. Mengabaikan tanya dari sekitar yang penasaran dengan ceritanya. Dalam hati gadis itu bergumam. Pembalasan apa yang sepertinya pantas Delon terima?

Next: || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 12:53:00 PM

2 komentar:

  1. aaaa, bersambung aja, padahal nunggu na lama:/ next kak;)

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers