Cerpen Teenlit "Dia {Nggak} Suka Aku?!! 2/2

Sesuai yang di janjikan, Cerpen remaja "Dia {Nggak} suka aku" ending di bagain kedua aja. Karena emang cerpen yang satu ini cerpen selingan yang admin ketik pas lagi bingung nyari ide soal lanjutan dari cerpen cinta kenalkan aku pada cinta. Padahal ide ending udah ada, cuma ngerangkainya itu lho. Susaaaaah bangets. Ciuuuusssss..Nah, biar nggak cuap cuap nya nggak makin ngelantur mending langsung baca lanjutan di bawah aja deh. And untuk part sebelumnya bisa dicek disini.

Cerpen Dia nggak suka aku


Tiada yang menduga, Fadlan yang sedari tadi melangkah tiba – tiba berhenti mendadak dan langsung berbalik. Rika yang tidak siap dengan kemungkinan itu langsung mengerem kakinya segera. Hingga kini hanya berjarak kurang dari dua centi, wajah Fadlan jelas berada tepat di hadapnnya. Membuat jantungnya terasa berhenti berdetak sebelum kemudian berdenyut dua kali lebih cepat dari biasanya. Akh, situasi ini….

“Iya, tadi itu gue bantuin elo. Kenapa? Ada yang salah?” tanya Fadlan santai. Sama sekali tidak terpengaruh dengan dekatnya tubuh mereka. Rika segera mengambil inisiatif, menarik diri dengan cepat.

“Ehem… Emang nggak ada yang salah,” sahut Rika cepat. “Cuma ada yang aneh. Kok tumben – tumbenan,” sambung Rika lagi.

“Iya. Kok tumben ya?”

Serius, tangan Rika gatel untuk menjitak kepala Fadlan saat itu juga. Apalagi dengan tampang polos dan sok nggak taunya itu. Huu….

“Loe beneran pengen tau kenapa?” tanya Fadlan lagi. Kali ini sambil melangkah mendekat, dengan refleks Rika memundurkan langkahnya. Namun ternyata Fadlan tidak berhenti sampai disitu. Ketika Rika terus mundur, kakinya justru terus maju. Sampai sampai tubuh gadis itu mentok didinding dan tidak bisa mundur lagi.

“Loe… loe mau apa?” tanya Rika gugup.

Fadlan tersenyum misterius. Membuat Rika merinding melihatnya.

“Tadi katanya loe pengen tau kenapa gue bantuin elo,” sahut Fadlan santai. Benar – benar berbanding balik dengan Rika yang kini kaget, deg – degan tak menentu. Bahkan Rika yakin kalau saat itu ia mengidap sakit jantung, pasti kini ia sudah terbaring pingsan.

“Ya loe kalau mau jawab, jawab aja. Ngapain loe deket – deket?”

Lagi lagi Fadlan tersenyum. Tak hanya itu, bahkan pria itu kini memajukan wajahnya, membuat Rika tanpa sadar menelan ludah karena keki. Tepat di samping telinganya pria itu berbisik lirih.

“Karena gue pengen berdamai sama loe.”

“Ya?!” teriak Rika kaget. Tangannya terulur mendorong tubuh Fadlan kuat – kuat yang ternyata tidak sekuat yang ia harapkan. Walau tetap ia berhasil menyingkirkan pria itu beberapa langkah di hadapannya.

Masih shok, Rika mendadak merasa kesel . Apalagi saat melihat tawa lepas di wajah Fadlan sementara ia sendiri hampir terkena serangan jantung. Bahkan tanpa rasa bersalah sama sekali pria itu segera berlalu meninggalkan dirinya berdiri mematung sendiri. Sibuk menetralkan kembali detakan jantungnya.


Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:48:00 AM

8 komentar:

  1. KEREEEEEENNNNNN :) (f) cheer
    visit blog aku juga, ya
    bisa request cerpen, flash fiction, song fiction :>)
    afisater.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syiiip... Ntar kunjungi balik ya... :D

      Delete
  2. kan...kan...udah ganti lg, kykny yg cerbung blm ad endingny^^

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Karena ternyata dia {nggak} suka aku...
      Hiks hiks hiks...
      Wk wk wk

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers