Cerpen persahabatan Be The Best Of A Rival ~ 03

Sahabat sejati itu bagaikan bintang di langit. Walau jauh, ia tetap bercahaya, walau kadang menghilang ia selalu ada. Tak mungkin di miliki tapi tak bisa di lupakan. Dan selalu ada di hati kita untuk selamanya.

Untuk part sebelumnya silahkan baca Cerpen sahabat be the best of a rival part 2

Credit gambar : Ana Merya

Cerpen persahabatan

Begitu sampai di rumah, farel langsung merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya. pikirannya masih menerawang ke kejadian tadi pagi, ia masih nggax habis fikir dengan sikap chika yang seperti tau kalau tugas yang di berikan oleh gurunya itu bukan hasil jerih payahnya.

"apa mungkin sih chika tau, kayaknya nggax deh. mungkin dia cuma nebak aja kali ya. tapi masa sich ia kenal sama niken" gumannya sendiri.

"tapi masa sich dia bisa nebak tepat gitu" pikirnya lagi.

farel semakin larut sama pikirannya sendiri. ia masih terus menduga-duga, sampai terdengar teriakan dari mamanya yang mengingatkannya untuk makan siang. barulah farel bergegas mengganti pakaian sekolahnya dengan kaos oblong dan celana pendek yang biasa di kenakannya kalau di rumah.

Selesai makan farel langsung kembali kekamarnya. setelah lama-lama berfikir ia segera bangkit. ia mau memastikan dari mana chika tau. setelah ganti baju ia langsung pamit sama ibunya untuk keluar.

Dengan mengendarai motor kesayangannya, farel meninggalkan rumahnya menuju jl. Budaya. tempat tinggal niken, ketika sampai di rumah niken, hari sudah menunjukkan pukul enam belas lebih lima menit. rumah sepupunya itu terlihat sepi. karena biasanya jam segini di rumah niken sendirian karena bokap sama nyokapnya pasti masih di kantor. maklum manusia karir.

Setelah menekan bel beberapa kali, farel diam menunggu pintu di buka, ia tau kalau niken ada di rumah karena sebelum pergi farel sudah meng-sms niken kalau hari ini ia mau datang. dan niken juga sudah membalasnya, kalau ia nggax akan kemana-mana.

Setelah hampir semenit menunggu, terdengar suara langkah mendekati pintu. dan begitu pintu ddi buka tampaklah seorang gadis kira-kira seumuran sama farel berdiri tepat di hadapannya.

"hei, what happen men? kok tumben loe ngotot mau kesini?" neken langsung nyerocos "atau loe pasti mau ngucapin makasih kan sama gue, karena pastinya pr bahasa inggrisnya bener semuanya kan?" sambungnya.

"lho kok diem?" tanya niken karena farel hanya terdiam mematung "atau jangan-jangan ada yang salah ya?"

"bukan. emang bener semua sich. tapi ada yang pengen gue tanyaain" sahut farel.

"apa?" niken penasaran.

"masa ngomongnya disini. tawarin gue masuk dulu kek"

"eh iya. lupa. masuk yuk, sekalian gue mau ngenalin sama sahabat gue yang kebetulan jalan ke sini. kemaren dia juga bantuin gue ngisi soal yang loe kasi. abis rumit sich" niken mempersilahkan tamunya masuk.

"0h ya, siapa?" tanya farel penasaran.

"ada deh, masuk dulu yuk. loe duduk dulu. gue panggil dia, dia lagi di kamar gue, tadi gue lagi nonton film sama dia. tapi gue tinggalin karena ada bel. gue panggil dia dulu ya" selesai berkata niken langsung berjalan menuju kekamarnya untuk memanggil temennya, sementara farel duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

Sambil menunggu niken, farel membuka-buka majalan yang tergeletak di meja. ketika farel sedang asyik membuka lembar demi lembar majalahnya, saat itulah niken datang bersama sahabatnya yang tentu saja membuat farel kaget. bukan karena niken tiba-tiba ada di hadapannya tapi karena temen yang di kenalkan kepadanya. ternyata........

"chika?" katanya kaget.

"farel?" chika yang ternyata temen yang ingin niken kenalkan padanya juga kaget nggax nyangka kalau farel beneran ada di hadapannya.

"lho kalian kok udah kenal?" tanya niken heran sambil melihat kearah farel dan chika bergantian.

"ya iya lah. kita sekelas lagi" akhirnya chika angkat bicara karena farel diam saja. syok kali ya.

"0 gitu ya. kok bisa sih? kebetulan banget. jadi gue nggax perlu ngenalin lagi. ya udah kalau gitu kalian duduk dulu ya. gue ambilin minum. kalian ngobrol aja"

"gue nggax udah nik. sebab gue udah mau pulang" tahan chika.

"lho... kok?" niken heran, farek juga, ia menatap chika tapi saat itu chika sedang menatap kearah niken.

"ia, ini kan udah sore. lagian gue udah dari tadi di sini. motornya juga ntar mau di pake sama kak nino buat pergi main bola" chika melanjutkan ucapannya.

"0 ya udah kalau gitu. tapi lain kali datang lagi ya. sekalian salam ya sama kakak loe yang keren itu, he he he" kata niken.

"ia non. 0h ya, gue permisi dulu ya farel. sorry gue duluan"

"ia" farel mengangguk kan kepalanya. abis ia nggax tau mau ngomong apaan. ia hanya duduk diam. sementara niken mengantarkan chika sampai pintu depan.

Cerpen persahabatan

"ah re-se loe. suwer deh!" kata farel begitu suara motornya chika tidak terdengar lagi.

"ye. kenapa sih. kesambet loe" niken heran.

"kok loe nggax bilang sih kelau loe kanal sama chika?" tanya farel kesel.

"emang loe pernah nanya?" niken balik nanya sambil duduk di samping farel.

"enggak sih" sahut farel setelah mikir beberapa saat.

"tuh kan bukan salah gue donk. lagian gue temenan sama chika tu udah lama banget kaleee. emangnya kenapa?" niken heran.

"loe lupa ya dia bilang apa?"

"apa ya? 0h ya tadi dia bilang kalau kalian sekelas" sahut niken santai.

"jadi?!" farel melototkan matanya ke arah niken karena tu anak masih nggax sadar-sadar juga. niken masih mikir-mikir sementara farel udah sewot banget.

"ya ampun. 0h my god!!! tugas bahasa inggrisnya. jadi dia tau donk kalau itu bukan loe yang ngerjain?" niken menepuk jidatnya.

"parah loe. sekarang mau di taruh mana muka gue" maki farel.

"ia ya. mendingan di umpetin deh. sebab loe tau nggax sih, kemaren itu sebenernya dia yang ngisi. bukan gue?" aku niken yang membuat farel makin kaget.

"what?!"

"ia. walaupun bukan semuanya sih, tapi emang lebih banyak dia yang nyari jawabannya. ceritanya gini waktu gue lagi ribet ngisi tu soal, dia jalan kesini. ya udah gue minta tolongin ama dia aja. dia kan jagoannya bahasa inggris" terang niken.

Mendengar itu farel langsung lemes. ia segera menyandarkan punggungnya di kursi sofa. skarang ia tau kenapa chika bisa tau.

"ya sorry. abis gue mana tau kalau kalian satu kelas. lagian chika nggax ngomong apa-apa waktu ngisi tu soal. dia cuma nanya punya siapa, ya gue jawab punya sepupu, trus dia nggax ada komentar apa-apa lagi" niken merasa bersalah.

"terus sekarang gue harus gimana? malu banget lah gue sama tuh anak. mana gue udah terlanjur sombong lagi sama dia"

"maksud loe?" niken nggax ngerti.

farel segera menceritakan kejadian tadi pagi. begitu farel selesai cerita. niken langsung tertawa. tentu aja membuat farel makin kesel.

"kok loe malah ngetawain gue sich?"

"ya iya lah, gimana nggax lucu. loe sok pamer sama orang yang udah ngasi contekan sama loe. gimana nggax gila coba. ha ha ha"

"semua ini kan gara-gara loe"

"kok gara-gara gue sich?" tanya niken heran.

"gara-gara loe lah, gue kan minta tolongnya sama loe, kok loe malah minta tolong sama orang laen sich? gimana kalau dia nyeritain ini sama temen-temen gue?"

"ia deh salah gue. sekali lagi gue minta maaf, tapi loe tenang aja. gue kenal chika udah lama kok, dia nggax mungkin ngebarin masalah ini ke orang-orang. percaya deh" kata niken.

"gimana loe bisa yakin. buktinya tadi pagi dia...."

"ia. tapi menurut cerita loe kan loe sama temen-temen loe sendiri yang mulai.malah kalau gue jadi dia nih, pasti gue langsung bongkar nih kedok loe" potong niken.

"kok gitu?"

"ia donk. kalian rese' sih. maunya menang mulu. untung loe berurusannya sama chika. orang yang nggax mau punya masalah sama orang lain"

"maksud loe?" farel jadi bingung.

"chika tu barukan jadi temen sekolah loe? palingan sekitar 4 bulanan" tanya niken. farel mengangguk.

"ia. kok loe tau?"

"ya tau lah. kan sebelumnya dia satu sekolah sama gue. sekelas malah"

"terus kenapa dia pindah?" selidik farel.

"ceritanya gini. chika kan baik, sopan, pinter,lagi. makanya semua guru tu suka sama dia. temen-temen juga sama. tapi tetap aja ada orang yang sirik sama dia. hampir tiap hari ada aja yang ngerjain dia. apalagi sejak dia dekat sama dirga. yang menjabat sebagai ketua OSIS, yang keren banget. yang manjadi incaran para cewek di sekolah. makin menjadi tuch dia di kerjainnya. makanya pernah dia di kunci di gudang sekolah sama april and temen-temennya. gara-gara yoga nggax mau sama dia, abis dia re-se sih, sama kayak loe. waktu itu kita nemuin dia pingsan. itu juga setelah kita nyari dia kemana-mana. sejak itu chika sama orang tuanya di suruh pindah sekolah aja. chika nurut aja, dari pada cari musuh, nahkan dia juga yang minta agar april sama temen-temennya jangan dikeluarin. dia bilang kalau itu bukan kerjaannya april, selamat deh tu orang. sebenernya gue sebel banget sama tuh anak, tapi mau gimana lagi, dan sekarang eh nggax taunya dia sekelas sama loe" terang niken panjang lebar.

"emangnya gue rese ya?" tanya farel bloon.

"banget! makanya rubah tu sifat. sekali-kali jadi orang baik kek. jangan maunya menang sendiri. hargain donk orang lain, masa guru sendiri di bilang alien" nasehat niken.

farel terdiam. selama ini ia emang selalu dekat sama sepupunya yang satu ini. karena firman, papanya niken adalah adik kandung papa farel. selama ini hubungan farel sama niken memang akrab. mereka juga kalau ngomong suka blak-blakan. kalau ada yang nggax di sukai langsung aja di omongin. nggax pake di umpetin. itu yang membuat farel suka cerita sama niken. sebab walau pun blak-blakan niken bisa di percaya. ia juga kalau ngomong apa adanya aja.

"kok loe diem? marah ya. atau gue salah ngomong? aduh sorry banget ya" kata niken karena farel diam saja.

"nggax kok. justru sebaliknya. gue mau ngucapin terima kasih sama loe. karena mau ngingetin gue" sahut farel.

"tapi loe nggax tersinggung kan?" niken memastikan.

"nggax" sahut farel sambil tersenyum.

"beneran?"

"ia"

"nggax bohong?" tanya niken lagi.

"huuu..." farel mengacak-acak rambut niken. lalu mereka tertawa bareng.

"eh udah sore nih. gue mau pulang deh" farel melirik jam tangannya.

"nggax nginep sini aja?" tawar niken.

"ya nggax lah" farel segera berdiri dan beranjak keluar mau pulang. niken berjalan di balakangnya. ketika farel sampai di teras depan pada saat itulah bokap sama nyokap nya niken pulang.

"sore om, tante..." sapa farel.

"sore. lho farel. kapan datangnya. kok udah mau pulang?" sahut tante erna, mamanya niken.

"udah dari tadi tante" balas farel.

"lho kok nggax nginep di sini aja" tawar om firman.

"nggax deh om. lain kali aja. abis besok harus sekolah om"

"oh. ya udah nggax papa, tapi lain kali jalan lagi kesini. tapi nginep. om juga udah lama nggax ngobrol-ngobrol sama kamu"

"ia om. pastinya. tapi sekarang saya pulang dulu ya om, tante..." farel pamit mengunduur kan diri.

"0h ya. silahkan, jangan lupa salam sama papa dan mama mu di rumah" kata tante erna.

"ia tante"

Read next part in Cerpen sahabat terbaik be the best of a rival part 4.


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:36:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers