Cerpen Romantis "Inikah rasanya cinta" ~ 05/06

Guys, ketemu lagi sama admin yang muncul dengan lanjutan dari cerpen inikah rasanya cinta, sebuah kisah seputar Irma dan pangeran idolanya, si Reyhan Sinatrya, cinta pertamanya. Penasarankan? Iya kan? Iya kan aja lah #maksamodeon. Kalau gitu lanjut baca kebawah. Untuk bagian sebelumnya bisa di cek disini.

Inikah rasanya cinta
Inikah rasanya cinta

Perpustakaan....

Belakangan ini Irma sering menjadikan tempat itu sebagai zona nyaman bagi dirinya. Setelah mengambil beberapa buku di atas rak, gadis itu akan segera duduk di jendela sebelah sudut ruangan. Tempat paling Pewe yang ia suka. Karena di sana, ia akan terbebas dari ganguan anak anak yang keluar masuk perpustakaan. Karena di sana ia bisa merasakan hembusan angin langsung dari luar jendela. Yang paling penting, dari sana ia bisa melihat langsung bangku taman sekolah. Dimana tepat di bawah pohon jambu, ia melihat Rey duduk disana. Dengan headset dikedua telinganya dan sebuah buku di tangan. Tak jarang buku itu di gunakan untuk menutupi wajahnya. Irma sering menebak, mungkinkah pria itu sedang tidur. Namun di lain waktu, Rey kadang benar - benar membacanya.

Setelah mengamati sekeliling terlebih dahulu, Irma meletakan semua buku yang di ambilnya dari rak ketas meja. Dengan berlahan dikeluarkannya notebook dari dalam tas ranselnya. Sambil sesekali melirik kearah Rey yang sama sekali tidak menyadari ada yang diam diam mengawasinya. Gadis itu mulai mengetik.

"Irma, ternyata loe disini."

Karena kaget, secara refleks Irma menutup notebook tanpa mematikannya sama sekali. Bahkan sepertinya ia juga lupa untuk meng'save' cerita yang di ketiknya barusan. Jantungnya berdebar cepat karena tiba - tiba di sapa. Ana dan Vhany kini berdiri tepat di hadapannya dengan raut cemberut.

"Tau nggak sih. Sedari tadi kita cariin. Secara belakangan ini, pas istirahat loe sering tiba - tiba ngilang. Kita cari kemana mana nggak ada. Eh ternyata loe di perpus dan loe...... Loe bawa notebook?" kata Ana panjang lebar yang di akhir dengan rasa heran. Gadis itu baru menyadari kalau sahabatnya bukan sedang membaca.

"Eh, emp...Iya," angguk Irma agak tergagap.

"Buat apaan? Jangan bilang loe asik facebookan?" tuding Vhany langsung.

"Ya enggak lah," dengan cepat Irma membantah. Lagian kalau hanya untuk facebookan ngapain ia pake notebook segala. Ngabisin paket internet aja. Mendingan juga pake handphond kalau gitu.

"Terus loe ngapain?" selidik Ana lagi.

"Nggak ada. Cuma iseng searching doank. Oh ya, kalian ngapain nyariin gue? Kayaknya penting gitu?" tanya Irma mencoba mengalihkan topik.

"Oh itu. Nggak penting - penting kali si. Cuma ngajak ngumpul bareng aja," kata Vhany.

Irma mengernyit sambil menatap kedua sahabatnya dengan curiga. Tapi Ana dan Vhany hanya angkat bahu.

"Udah yuk, kita keluar. Ntar di marahin bersisik disini, terus juga ntar jam istirahat abis. Lagian loe juga cuma iseng doank kan disini? Dari pada iseng juga mendingan ngumpul sama kita."

Kali ini Irma mengangguk. Dibukanya notebooknya sejenak. Lampu indikatornya masih menyala walau layarnya tidak menunjukan gambar sama sekali. Tanda bahwa laptopnya masih hidup. Namun Irma tak mau repot men'Shut down terlebih dahulu, tangan terulur menekan tombol power dah menahanya untuk beberapa detik hingga lampu indikatornya mati. Setelah itu ia baru memasukanya kedalam tas dan segera mengajak kedua sahabatnya keluar.

Dari perpustakaan, langkah Vhany dan Ana berbelok kearah taman sekolahnya. Mata Irma langsung menatap nyalang kesana sini. Perhatiannya terhenti kearah pohon jambu yang beberapa waktu yang lalu menjadi objek perhatianya. Tapi tempat itu kosong, sama sekali tidak terlihat Rey yang tadi duduk disana. Membuat Irma menduga - duga kemana perginya anak itu.

"Kemana aja loe Irma, kok beberapa waktu ini jarang keliatan?"

Irma menoleh. Dan gadis itu baru menyadari kalau Jeny dan Vieta juga ada disana. Keduanya kini sedang duduk santai di atas rumput di bawah pohon dengan beberapa snack yang terhidang di hadapanya. Vhany dan Ana segera menghampiri, tanpa permisi tangannya menyambar keripik singkong di hadapan dan mulai mengunyah.

Next : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:39:00 AM

1 komentar:

  1. D lnjut lg yach.. Tp yg cptn jgn lma2.. Oya kak,,kazua mncri cnt kpn d lnjtn? Lma deh,,,

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers