Cerpen Remaja Terbaru "That Girl is mine" ~ 04

Hallo reader semua #KeluarDariTumpukanBerkas. Hiks hiks hiks, saking kelamaannya ngilang sampe ragu ada yang masih mampir kemari. Maap, beneran. Dunia nyata menyita waktu, menyisakan sitkon "Kurang Piknik" yang bikin nyesek. Yang ujung ujungnya..... #Skip. Yang jelas buat yang nungguin lanjutan dari cerpen That Girl is mine bagian ke 4 bisa langsung di baca di bawah. Berhubung udah kelamaan mungkin lupa dengan cerita sebelumnya bisa disimak disini.

Cerpen That Girl is Mine

"Airi coba liat ini, bagus nggak?"

Airi yang sedang mengelap napan menoleh, mendapati senyum sumringah Kafa sambil memamerkan liontin di lehernya.

"Bagus, loe baru beli?" puji Airi. Liontin perak itu memang terlihat bagus. Selain bentuknya unik, juga pas dipakai Kafa.

Kafa mengeleng. "Gue di kasih sama cowok gue tadi malam."

Airi mengangguk mengerti. Pantas saja gadis itu senang. Belum sempat ia membalas, dentingan di pintu masuk terdengar tanda ada pelangan. Bukan berniat mengabaikan Kafa, tapi karena merasa tugasnya Airi berbalik. Niatnya untuk menyapa, Airi justru malah terdiam dengan mata melotot. Sampai sampai Kafa harus menyengol tangannya baru kemudian gadis itu yang buka mulut.

"Selamat datang. Ada yang bisa di bantu?"

Belum sempat sang tamu menjawab, Airi sudah buka mulut dengan telunjuk lurus. "Kei? Loe ngapain disini?"

Teriakan Airi tak hanya membuat Kafa kaget, tapi juga Ayunda yang sedang di meja kasir ikut menoleh. Untung saja toko kebetulan sedang sepi, tak banyak pengunjung yang datang. Tambahan, managernya sedang tidak ada di tempat. Sebab kalau sampai mereka melihat tindakan Airi barusan bisa lain ceritanya.

"Mau beli kue," jawab Kei polos. Airi tentu saja tidak percaya. Gadis itu mengabaikan peringatan Kafa untuk jaga sikap. Sebaliknya ia malah melangkah maju. Meraih tangan Kei sebelum kemudian mendorongnya keluar.

"Loe ngapain ngikutin gue kesini. Pergi nggak?" perintah Airi to the point. Kali ini ia sengaja menurunkan nada bicaranya karena tak ingin menarik perhatian teman temannya. Terlebih ketika jelas jelas Kafa mendekat kearah Ayunda sembari terus menatap kearah dirinya. Pasti mereka berdua sedang bergosip.

"Nah, kalimat loe butuh di edit," kata Kei sambil tersenyum. Matanya menoleh kearah tangan Airi yang masih memegang lengannya. Seolah baru menyadari apa yang ia lakukan, Airi dengan cepat menarik diri. Sayang, gerakannnya kurang cepat dengan tangan Kei yang justru malah memindahkan tangan tersebut baru kemudian mengengamnya erat.

"Loe, lepasin nggak?"

Kei angkat bahu dengan senyum yang masih bertenger di wajah. Berbanding balik dengan raut Airi yang merah menahan amarah. Mungkin akan susah ngadepin orang yang satu ini tanpa emosi. Membuat gadis itu perpikir, apa sebaiknya ia gunakan jurus keratenya. Tapi, secepat pikiran itu mampir secepat itu juga ia menghapusnya. Ia tidak boleh melakukan itu, tidak di sini.

"Kan elo yang pertama ngajakin kontak fisik," Airi mendelik. Semakin ia meronta semakin erat gengaman Kei. "Padahal gue baru tau malah kalau ternyata loe kerja disini."

Tatapan Airi menyipit kearah Kei. Mencoba mencari tau jejak kebohongan di sana. Namun begitu, pria itu hanya terlihat santai. Bahkan dengan kurang ajarnya menariknya mendekat. Membisikan kata di telinganya. "Jangan - jangan loe ngarepin gue nemuin loe ya."

"Najis," selesai berkata, dengan sekuat tenaga Airi mendorongnya menjauh. Wajahnya bersemu merah saat melihat Kei yang justru malah tertawa. Tak ingin meladeni pria itu lagi, Airi melangkah masuk ketokonya. Sama sekali tidak perduli dengan Kei yang mengekor di belakang.

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:27:00 AM

2 komentar:

  1. Akhirnya setelah 30 tahun, muncul kembali.
    :D :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wukakakakaka....
      Nggak selama itu juga kali kak......

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers