Novel Online "Kazua Mencari Cinta" ~ 21 / 22

Holla hallo felas, ketemu sama admin lagi nih. Hayo yang udah nggak sabar buat nyari tau kelanjutan dari Kazua mencari cinta mana suaranya? Satu part menuju part ending nih. Cerita yang udah kelamaan terabaikan akhirnya bisa tuntas juga.

Nah, biar nyambung sama jalan ceritanya, mendingan baca dulu bagian sebelumnya yang kebetulan udah di permudah admin lewat sini.

Cerpen Kazua Mencari cinta

"Diem aja, jangan bergerak. Kasi gue waktu 10 detik. Gue pengen ngomong jujur sama loe kalau sebenernya..."

Kazua benar - benar tidak bergerak. Tapi itu sama sekali bukan karena interupsi dari Rudi melainkan karena tubuhnya mendadak kaku. Pikirannya blank. Apalagi wajah Rudi semakin mendekat kearahnya. Dan sepuluh detik kemudian, mata Kazua membulat. Detik berikutnya yang ia tau tubuh Rudi terdorong menjauh, sementara ia sendiri juga di tarik kearah berlawanan.

"Zafran..." hanya bisikan lirih itu yang mampu meluncur dari bibir Kazua. Matanya menatap ngeri kearah Zafran yang sama sekali tidak menatapnya. Justru pria itu malah melemparkan tatapan tajam kearah Rudi. Kazua hanya mampu meringis ketika menyadari kalau pergelangan tangannya terasa sakit akibat cekalan Zafran yang begitu erat.

"Apa yang barusan loe lakuin?"

Pertanyaan Zafran kearah Rudi sukses membuat Kazua merinding. Walau tangannya sakit, ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk protes. Apalagi ketika ia menyadari Zafran sama sekali tidak mengalihkan tatapannya pada Rudi. Sementara tersangka, bukan hanya terlihat santai tapi justru malah terlihat menahan tawa. Kontras banget dengan raut Zafran yang terlihat berusaha menahan amarah.

"Loe beneran pengen tau?" tanya Rudi. "Yakin nggak nyesel?"

Kazua yakin ia belum pernah ketemu cowok yang lebih dudul dari Rudi. Emangnya nggak liat apa muka Zafran udah merah karena marah gitu. Minta di tonjok beneran kayaknya tu orang.

"Loe..." ucapan Zafran terhenti. Sepertinya pria itu berusaha untuk mengontrol emosinya.

"Atau loe bisa tanya langsung sama Kazua," sama sekali tidak terpengaruh, Rudi hanya menjawab santai. "Dan karena loe udah terlanjur mengacaukan kencan gue, mungkin sebaiknya loe yang nganter Kazua pulang. Mending gue cabut dulu," pamit Rudi. Kepalanya menoleh kearah Kazua.

"Sekarang loe percaya sama gue kan. Kalau gitu sampai ketemu lagi ya," kata pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya. Zafran yang tak sengaja melihat kedipan genit itu tentu makin berang. Dengan segera di hadangnya langkah Rudi sebelum berlalu.

"Jangan pernah temuin dia lagi."

"Bukan loe yang nentuin," Rudi angkat bahu.

Zafran ingin membalas, tapi Kazua sudah tidak tahan lagi. Bodo amat tu orang mau berantem. Tapi jangan sambil ngekang dia gitu juga donk. Nggak tau apa tangannya sakit.

"Lepasin gue!" teriak Kazua sekuat tenaga. Kemudian ditepisnya tangan Zafran hingga terlepas. Rudi yang menyadari kalau ulah mereka kini mendapatkan perhatian dari seisi kaffe secara berlahan mundur teratur dan diam diam berlalu pergi. Gawat kalau ia tetap di situ. Bisa bisa di kira prahara cinta segi tiga.

Zafran yang tidak mengira akan melihat Kazua marah padanya juga di buat kaku. Sama seperti Rudi, tak ingin malu karena mendadak jadi pusat perhatian, Kazua segera melangkah keluar. Tentu saja tanpa di perintah, Zafran langsung mengikuti. Begitu di luar, tangannya kembali mencekal Kazua. Kali ini tidak ia lepaskan bahkan setelah gadis itu berusaha mati matian melakukannya.

"Loe itu maunya apa sih?" tanya Kazua putus asa.

"Rudi tadi ngapain?" tanya Zafran mengulang pertanyaannya. Matanya menatap lurus kearah Kazua. Memaksa gadis itu untuk balas menatap dirinya.

"Emangnya loe liat dia ngapain?"

"Dia nyium loe?!"

Oke, itu bukan pertanyaan tapi pernyataan. Membuat Kazua melotot kearah Zafran. Apa - apaan ni orang. Akhirnya, Kazua hanya menghela nafas sembari bergumam.

"Bukan urusan loe."

"Die beneran nyium loe?" Zafran ikut bergumam. Cekalan tangannya terlepas, kepalanya menunduk. Melihat itu, tak urung membuat Kazua nelangsa. Mendadak ia ingat apa yang Rudi katakan lagi.

"Rudi nggak nyium gue," ucapan lirih Kazua membuat Zafran menoleh. Menatap penuh tanya kearah Kazua yang kini sedang menatapnya.

"Dia cuma minta waktu sepuluh detik buat ngaku kalau dia nggak pernah suka sama gue."

Zafran tidak mengalihkan tatapannya. Pria itu masih tidak percaya dengan ucapan Kazua padanya. Tidak setelah apa yang ia lihat tadi. Dan sama halnya dengan Kazua, ia juga masih tidak percaya dengan pengakuan Rudi tadi. Terutama tentang ucapannya yang mengatakan bahwa...

"Dan dia bilang kalau dia deketin gue cuma buat mancing reaksi loe yang ..." Kazua mengantungkan ucapannya. Zafran masih menatap dengan raut penasaran.

"Yang dia yakini kalau loe suka sama gue. Dia juga bilang kalau loe ngikutin kita sejak keluar dari rumah."

Hening. Keduanya sama sama terdiam. Masih sama sama tidak menyangka akan kebenaran dari kalimat itu.

"Jadi..." Kazua tampak menelan ludah. Debaran jantungnya yang mengila sama sekali tidak membantu. Setelah meyakinkan dirinya sendiri, mulutnya berujar untuk bertanya.
"Apa bener loe suka sama gue?" tanya Kazua nyari bergumam. Gadis itu yakin ia menyadari perubahan di wajah Zafran saat itu. Tapi karena ia memang tidak bisa membaca ekspresi orang, makanya ia tetap menanti jawaban dari pertanyaannya.

"Rudi ngomong gitu?" tanya Zafran tanpa menjawab. Kazua mengangguk. Masih menunggu kelanjutan dari kalimatnya, tapi Zafran kembali terdiam. Membuat gadis itu merasa gondok. Kan gak lucu kalau ia udah nekat nanya taunya cuma kepedean.

"Tu anak sotoy," Zafran mecibir.

"Jadi dia salah?" tanya Kazua memastikan.

Lagi - lagi Zafran terdiam. Tidak menyalahkan walau tidak membenarkan. Membuat Kazua hanya mampu menghela nafas. Merasa frutasi sama tujuan dari makhluk di hadapannya itu.

"Oke... Kalau gitu kenapa loe bisa ada disini?" tanya gadis itu lagi.

"Gue..."

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:17:00 AM

2 komentar:

  1. Boleh dikasih bocoran ndak part 22nya #ketap-ketip
    HeHe..akhirny kazua sm sp #kepomaksimal

    ReplyDelete
  2. endingnya yang agak mestrim dikit yaa biar bahagianya kerasa .. oh ya cerpen-cepennya keren salam kenal yaa ..

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers