Novel Online "Kazua mencari cinta" ~ 15

Oke, kita lanjut cerpen kazua mencari cinta bagian ke 15 nya ya guys. Makin keluar jalur kayaknya nih cerita. Ck ck ck, kelamaan ndekem di kepala emang gitu deh. Hasilnya ngaco. Mana cerpen selingan cintaku nyasar dikamu yang katanya mau di jadikan serial juga belum terlaksana. OMG, kasian banget sih gue...

Okelah, biar nggak kebanyakan curcol gaje mendingan kita langsung baca lanjutan dari bagian sebelumnya yang bisa di cek disini. Happy reading guys...

Ana Merya
Kazua mencari cinta

"Gue punya ide!"

"Ya?" tanya Kazua pasang sikap waspada. Kalau raut Keysia sudah berubah gini, biasanya gadis itu selalu melakukan gerbakan yang aneh aneh. Misalnya seperti....

"Gimana kalau dari pada jadi pelatih, mendingan loe berusaha buat jadiin Zafran itu sebagai pacar?!"

"APA?!"

Secara releks kepala Kazua dan Keysia menoleh sebelum kemudian hanya mampu menunduk diam.

"Apa loe bilang barusan? Jadiin gue pacar Kazua? Cewek lemot ini?"

Keysia sama sekali tak berani mengangkat wajah, walau hanya untuk memastikan tatapan tajam Zafran yang entah sejak kapan tiba - tiba muncul menginterupsi pembicaraan mereka. Sementara Kazua justru malah melemparkan tatapan kesel kearah Zafran. Secara pria itu telah dengan seenaknya menjudge dirinya lemot. Tak mendapatkan balasan sama sekali dari Zafran yang perhatiannya masih tertuju kearah Keysia, Kazua memilih melakukan hal yang sama. Detik itu juga tawanya lepas, membuatnya kini segera mendapatkan perhatian.

"Kenapa?" tanya Zafran dan Keysia hampir bersamaan.

Kazua hanya mengeleng sembari menutup mulutnya rapat - rapat. Mana mungkin ia bilang kalau ia tertawa karena melihat muka pucat Keysia hanya karena mendapatkan tatapan tajam dari Zafran. Tidak, ia tidak ingin di semprot oleh kedua orang itu secara bersamaan.

"Ehem... Loe tenang aja Zaf. Nggak tau nih, Keysia kesambet apaan bisa meluncurkan ide gila gitu. Yang jelas, gue juga nggak akan mungkin suka sama loe. Catet ya," balas Kazua sambil menahan tawanya.

"Lebih lagi gue. Mustahil banget," Zafran tak mau kalah.

"Akh, tumben kita cocok. Tos dulu," kata Kazua sambil mengangkat tangannya, secara relfeks Zafran membalas membuat Keysia yang masih berada diantara mereka kontan melongo.

"Terserah apa kata kalian aja deh," Keysia akhinya hanya bisa angkat bahu. Tanpa kata ia mengeser tampat duduknya, sekedar memberikan spasi untuk Zafran.

"Jadi gimana? Masih tertarik buat cari pacar? Yah secara seperti yang gue bilang kalau..."

"Tentu saja masih. Kan gue udah bilang!" potong Kazua cepat membuat Zafran dan Keysia saling menoleh sebelum kemudian sama sama angkat bahu. Sepertinya Kazua memang bukan tipe orang yang mudah menyerah.

"Terus apa rencana loe selanjutnya?"

Zafran tidak lantas menjawab, pria itu tanpak sedang berpikir.

"Gimana kalau kita double date aja."

Gantian Zafan dan Kazua yang saling pandang sebelum kemudian menatap kearah Keysia yang baru saja mencetuskan idenya.

"Tepatnya kita jalan bareng. Sebenarnya gue punya 4 tiket nonton gratis. Ntar gue ajak cowok gue, dan kalian pergi berdua," jelas Keysia tanpa di minta.

"Kenapa gue harus ikut?" tanya Zafran terdengar protes. Sementara Kazua lain lagi menangapinya.

"Gratis kan? Oke, kita setuju!" ujar gadis itu terlihat antusias.

"Kita?" ulang Zafran. Kali ini pasang tanpang meralat sekaligus protes.

"Loe tinggal ikut aja apa susah nya sih," gerut Kazua kearah Zafran sebelum kemudian beralih kearah Keysia. "Jadi jam berapa kita kumpul?"

Keysia tidak langsung menjawab. Perhatian gadis itu ia alihkan kearah Zafran yang kini sedang melemparkan tatapan tajam kearah Kazua yang justru sedang menatapnya. Sepertinya gadis itu sama sekali tidak perduli. Akhirnya Keysia memilih bersikap cuek seperti Kazua.

"Filmnya mulai jam 19:15, nanti kita kumpul jam tujuh pas aja di depan bioskop. Oke?"

Kali ini Kazua hanya membalas dengan anggukan, baru kemudian beralih kearah pesanannya dan mulai menikmati dalam diam.

Tepat jam 18:30 Kazua sudah duduk rapi di ruang tamu. Sebentar sebentar matanya melongok kearah luar sambil bergantian melirik jam yang melingkar di tangan. Belum terlihat tanda tanda kemunculan Zafran sama sekali padahal pria itu sudah berjanji akan segera menjemputnya untuk berangkat nonton bersama. Ralat, tepatnya bukan Zafran yang berjanji, tapi ia yang memaksa.

Tepat lima menit kemudian, begitu terdengar deru suara motor yang memasuki halaman rumahnya, Kazua langsung bangkit berdiri. Bahkan sebelum Zafran sempat mematikan mesih motornya, gadis itu sudah berdiri tepat disampingnya.

"Loe lama banget sih. Udah telat nih kita. Belum lagi nanti kalau kena macet. Gimana sih?" cerocos gadis itu langsung.

Zafran tidak membalas. Pria itu justru malah mengamati tampilan Kazua saat ini. Celana jins dengan kaos polos yang ia kenakan ditambah rambutnya yang hanya di ikat asal asalan. Sama sekali tanpa polesan make up di wajahnya. Namun entah kenapa Zafran merasa itu lebih cocok untuknya. Gadis itu justru malah terlihat natural.

"Eh dia malah bengong. Buruan," omongan Kazua segera menyadarkan Zafran dari lamunannya. Tanpa permisi Kazua langsung menyambar helm yang Zafran bawa.

"Tunggu dulu. Nyokap bokap loe mana? Kita pamit dulu sama mereka," tahan Zafran kemudian.

Kepala Kazua mengeleng berlahan. "Nggak ada. Mereka belum pulang. Ada acara apa gitu katanya. Udah yuk."

Dan kali ini Zafan manut tanpa komentar. Selang beberapa menit kemudian mereka sudah melaju di jalan raya. Tepat pukul tujuh, sampai di tujuan. Mata Kazua tanpak clingak clinguk kesana kemari mencari sosok sahabatnya.

"Mereka mana ya? Kok nggak ada?" komentar Kazua sambil menatap kesekeliling.

"Loe lemot banget sih. Ngapain loe lirik sana sini yang udah persis kayak orang hilang. Loe kan bisa telpon dia tanyain dimana."

"Oh iya, loe pinter. Sory, gue lupa," sahut Kazua acuh sambil segera mengeluarkan handphon dari dalam sakunya. Beberapa saat kemudian ia asik berbicara dalam sambungan.

"Mereka masih di luar, kita tunggu disitu dulu yuk," kata Kazua begitu mematikan hanphondnya. Matanya menujuk kearah bangku kosong didekat mereka. Dan tanpa menunggu balasan, kakinya terus melangkah.

"Sebenernya kita mau nonton apa sih disini?" tanya Zafran membuka pembicaraan.

"Mana gue tau. Kan yang punya tiketnya Keysia. Gue mah ikut aja."

"Lagian elo ngapain juga pake langsung setuju."

"Lah, emangnya kenapa gue harus nolak?" Keysia balik bertanya.

Zafran sudah ingin membalas ketika tiba - tiba Kazua bangkit berdiri. Bahkan tanpa aba - aba gadis itu langsung berterik sambil melambaikan tanganya. "Keysia, gue disini."

Zafran hanya mampu mengangkat tangannya sembari menutupi wajah karena malu. Gadis di hadapannya itu memang harus sedikit di ajari tentang bagaimana cara bersikap dimuka umum. Terlebih ketika Zafran menyadari kalau bukan hanya Keysia yang terkejut tapi juga orang - orang di sekitar mereka ikutan menoleh.

"Lama banget sih loe. Udah mau mulai tau," kata Kazua begitu Keysia tiba dihadapannya.

"Loe ngapain treak treak. Emangnya kita di hutan. Malu - maluin tau," balas Keysia mengabaikan komentar Kazua, tanpa di komando Zafran mengangguk setuju. Kazua hanya angkat bahu.

"Oh ya, kenalin Zaf, ini cowok gue. Devrin," kata Keysia memperkenalkan pria yang datang bersamanya. Sambil mengangguk dan tersenyum simpul, Zafran menyambut uluran tangan itu dan ikut menyebutkan namanya.

"Ya udah, kita masuk yuk," ajak Kazua lagi.

Devrin dan Keysia saling pandang baru kemudian mengangguk.

"Ya udah, kalian jalan aja duluan. Gue beli cemilan dulu. Kalian mau apa?" ujar Devrin. Walau kalimatnya 'kalian' tapi tatapanya jelas tertuju kearah Keysia.

"Apa aja boleh," balas Keysia.

"Kazu, kalau loe mau apa?" kali ini Zafran bertanya kearah Kazua. Kazua yang tidak yakin Zafran menanyakan itu padanya hanya bengong.

"Loe mau apa?" ulang Zafran kali ini dengan kalimat yang sedikit ditekankan.

"Emp, apa aja deh," balas Kazua akhirnya. Setelah itu Zafran langsung melongos pergi kearah kasir.

Sementara Keysia segera menarik Kazua sedikit menjauh baru kemudian berbisik lirih.

"Loe kenapa pake pakaian kayak gini?"

"Eh?" Kazua mengernyit. Dan ia baru menyadari kalau hari ini Keysia terlihat cantik dengan gaun biru mudanya. Membuatnya terlihat lebih dewasa, sama sekali tidak terlihat kalau ia adalah anak SMA. Minimal mungkin orang - orang akan mengangap kalau gadis itu adalah anak kuliahan.

"Eh iya gue baru ngeh. Loe cantik banget malam ini."

"Loe itu beneran bego atau stupid sih. Kan gue udah bilang kalau kita itu 'kencan ganda'. Harusnya kan loe dandan dikit kek. Pake gaun apa kek. Masa pake kaos sama jins doank," kata Keysia kesel walau tak urung ia tetap mengatakanya dengan lirih. Sesekali ia melirik kearah Zafran yang menatap kearahnya dengan kening sedikit mengernyit.

"Kencan ganda apanya? Itu kan kalau masing masing punya pasangan. Lah ini loe sama pacar loe, la gue sama siapa?" tanya Kazua dengan polosnya yang langsung di balas tatapan tajam tanpa kata oleh Keysia.

"Loe nggak beneran berharap gue jadian sama Zafran kan?" bisik Kazua takut - takut.

"Emangnya kalau loe beneran jadian sama Zafran kenapa si?"

"Tentu saja nggak bisa. Dia itu kan..."

Ucapan Kazua terputus karena tanganya sudah terlebih dahulu di bekap oleh Keysia. Dalam hati gadis itu merutuk. Sahabatnya itu beneran bego atau gimana sih. Udah tau itu rahasia, ngapain pake teriak segala.

"Loe mau gue di damprat sama Zafran lagi?!" geram Keysia lirih.

"Abisnya elo sih. Nggak kapok juga. Gue sama Zafran itu nggak mungkin jadian. Orang sarat dia mau bantuin aja gue nggak boleh jatuh cinta."

"Itu kan kalau elo. Pasti lain ceritanya kalau dia duluan yang jatuh cinta."

"Maksut loe Zafran jatuh cinta sama gue? Mustahil."

"Emang agak mustahil sih. Orang biasa aja mikir - mikir, apalagi cowok sekeren Zafran."

Komentar lirih Keysia benar - benar membuat Kazua bernapsu untuk nykokin gadis itu pake sandal. Apa coba maksutnya...

"Tapi tetep, loe nggak boleh gampang menyerah gitu. Loe harus semangat. Ntar gue bantuin..." Keysia menambahkan.

"Caranya?"

Keysia pasang tanpang serius seolah sedang berpikir. Beberapa saat kemudian. "Pake doa."

Lagi - lagi Kazua harus menyabarkan diri mendengarnya.

"Udah deh. Lagian kenapa loe harus keberatan. Ayolah, Zafran kurang apa coba. Keren, iya. Pinter, pasti. Stye, oke. Gaul, juga. Tinggi, pas. Apa lagi?"

"Tapi dia kan anaknya kadang suka songong," bisik Kazua lirih karena matanya mendapati kalau Zafran kini sedang mengamatinya dengan curiga.

"Oke, kalau gitu gue setuju," kepala Keysia tanpak mengangguk - angguk membenarkan.

"Yah nggak papalah. Anggap saja itu kekuranganya dia. Inget, nggak ada manusia yang sempurna," sambung Keysia mendadak sok bijak.

Kazua sudah ingin membalas tapi urung ketika ia menyadari kalau sosok yang sedari tadi di perbincangkan kini melangkah menghampiri.

"Ngobrolin apa sih? Kayaknya asik banget," kata Devrin sambil menyodorkan minuman yang ia beli kearah Keysia.

"Nggak ada. Udah, masuk yuk," ajak Keysia sambil mengandeng tangan kekasihnya untuk masuk kedalam studio bareng. Tapi sebelum itu, tak lupa ia memberikan tatapan isarat pada Kazua bahwa gadis itu harus menuruti sarannya.

To be Continue...

With love ~ Ana Merya


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 1:11:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers