Novel Online "Kazua Mencari Cinta" ~ 03 / 22

Oke fellas, Novel online kazua mencari cinta berlanjut ke part 3 lagi nih kayaknya. Ke ke ke, masih belum pada tau kan ni cerita mau di bawa kemana? Nah, dari sini mulai ni inti dari ceritanya. Kalau dua part sebelumnya ntu baru pembukaan. Wukakakakka

Baiklah, daripada adminnya ngelnatur kemana - mana kagak jelas, yuks mendingan kita langsung baca. Oh iya, buat yang belum baca part sebelumnya mendingan baca dulu gih biar gak bingung. Silahkan langsung cek disini

Kazua Mencari Cinta

“Eh, Kazua. Apa yang gue bilang. Orang yang kita liat kemaren itu beneran anak baru tau,” kata Keysia sambil duduk di samping Kazua yang sudah terlebih dahulu duduk dibangkunya.

“Anak yang mana?” tanya Kazua tidak tertarik karena perhatiannya telah ia tujukan pada majalah fasion yang ada di hadapan yang sengaja ia bawa kesekolah untuk di baca – baca.

“Anak yang kita lihat di kantin kemaren,” balas Keysia lagi.

Kali ini Kazua terdiam. Kepalanya menoleh kearah Keysia yang juga sedang menatapnya. “Oh iya bener. Gue inget. Terus loe tau dari mana?”

“Ya tau lah. Anak – anak pada ngobrolin dia. Secara anaknya cakep gitu jelas aja di jadiin bahan obrolan.”

Kazua terdiam. Masa sih sampai segitunya. Kalau tidak salahkan dia anak baru, masa ia sudah bisa menarik perhatian begitu.

“Eh dia diajak ngobrol malah bengong.”

“Nggak kok. Terus terus, loe tau nggak namanya dia siapa?” tanya Kazua lagi. Jujur saja ia merasa sedikit bersalah pada pria itu karena tidak mengenalnya. Terlebih setelah bantuan yang di berikan olehnya.

Keysia tidak langsung menjawab. Gadis itu sendiri justru malah terlihat mengamati raut sahabatnya yang terasa sedikit aneh. Beberapa saat yang lalu kan ia terlihat tidak terlalu tertarik la sekarang kenapa malah antusias gitu. Mencurigakan.

“Zafran, kalau nggak salah si anak – anak pada bilang namanya Zafran. Kelas 2 A yang baru pindah kemaren,” Keysia tak urung menjawab.

“Akh, iya. Bener. Namanya Zafran. Hadeee, kenapa gue bisa lupa,” kata Kazua sambil menepuk nepuk kepalanya sendiri.

Keysia tanpak mengernyit melihat ulah sahabatnya itu. “Emangnya loe udah kenal dia?”

“Tentu saja u….. belum,” balas Kazua cepat. Keysia menatap curiga, tapi Kazua dengan cepat memasang tanpang santainya.

“Iya juga sih. Nggak ada alasan loe bisa kenalan sama cowok cakep kayak dia,” gumam Keysia sambil mengalihkan tatapannya.

Tapi kali ini gantian Kazua yang melirik. Apa maksutnya itu?

“Ngomong - ngomong loe serius mau merubah penampilan?” tanya Keysia tiba – tiba.

Kazua tidak mengerti, jadi yang ia lakukan hanyalah mengernyit.

“Majalah baru lagi ya? Emangnya yang kemaren udah loe praktekin?” tambah Keysia lagi. Tangannya dengan santai mengambil alih bahan bacaan sahabatnya baru kemudian mulai membalikan selembar demi selembar tiap halamannya.

“Ehem, ya serius donk. Kan loe sendiri yang bilang kalau gue mau cari pacar, gue harus merubah penampilan gue duluan,” balas Kazua yang sepertinya mulai mengerti dengan maksut ucapan sahabatnya.

“Terus Latief gimana? Loe nggak jadi deketin dia?” tanya Keysia lagi.

“Nggak, gue mau cari yang lain aja.”

“Kenapa?” tanya Keysia sambil menoleh heran.

“Nggak ada alasan khusus,” sahut Kazua santai. Keysia hanya mangut – mangut. Perhatiannya kembali beralih kearah majalah.

Lanjut Baca : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:00:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers