Cerpen horor "Bangku sekolah"

Hu, Udah jelas jels ini malam jumat. eh malah yang di share cerpen horor. Hiiiii.... Serem.

Tapi nggak papa deh. Itung itung juga biar lebih menghayati (???). Oh ya, Sekedar info. Cerpen ini tu kiriman dari Irma octa swifties. Tau nggak dia itu siapa?. Pasti nggak tau kan?. Abis dia tinggalnya di ujung kutub si... #di mutlisai sama irma.

Nah, berhubung admin baik hati, tidak sombong, rajin menabung serta berbakti pada orang tua (AMIN), admin kasi tau deh. Irma octa swifties adalah seorang....Jreng jreng jreng.... Cenayang!!!. Cenayang sodara sodara _Yang jujur saja sape saat ini Admin sendiri nggak tau cenayang itu apa. -,-

Oh ya, ada satu lagi fakta soal si irma, Selain cenayang nggak tau gimana ceritanya dia juga adalah orang yang sama yang jadi tokoh utama cewek di cerpen cinta Dalam diam mencintaimu. Atau cerpen kala cinta menyapa yang jadi sahabatnya Rani. Sepertinya Admin bener - bener terbukti baik hati sehingga mau memasukan namanya di situ #Bangga.

Oke deh, kayaknya udah kebanyakan bacod mending langsung aja yuks... Cekidot...



Kejadian ini saya alami di tahun 2009, sekitar 4 tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 MA (Madrasah Aliyah).

Saat itu saya dan kawan-kawan yang lain mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang di adakan oleh sekolah, English Zone. Kegiatan yang di harapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, meski sampe sekarang kemampuan berbahasa Inggris saya masih di bawah rata-rata sih (ciyan)!

Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari. Ya 10 hari! Itu artinya kami menginap di sekolah. Siswa laki-laki dan perempuan tidur di tempat yang terpisah tentunya (ya iyalah)! -,-

Hanya saja, jika siswa laki-laki menggunakan kamar mandi di lantai bawah, kami para siswa perempuan menggunakan kamar mandi di lantai atas, haha!

Ya, sekolah saya ini memang terdiri dari 2 tingkat. Tapi tidak luas, terkesan kecil malah. Bahkan, orang-orang yang melewati sekolah saya ini sepintas lalu akan menganggap bahwa itu adalah sebuah rumah bila ia tidak jeli melihat papan nama sekolah yang terpajang di halaman yang juga terkesan sempit. Dan ah! Ngomong-ngomong, sekolah saya ini Swasta. Yep, begitulah.

Well, ketika teman-teman SMP saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah mereka ke SMA Negeri, saya malah memilih sekolah ini. Kenapa? Karena sekolah ini punya kegiatan Marching Band, bahahaha. Dan saya harus bangga karena sudah beberapa kali ikut dalam perayaan HUT RI dengan menjadi anggota Marching Band, memainkan alat musik Belira dan Pianika! Dan sekedar informasi, saya selalu berada di barisan paling depan, jadi saya lah yang paling banyak di potret. :p

Oke back to topic, wkwkwk! Awal-awal mengikuti kegiatan ini, saya dan kawan-kawan merasa enjoy-enjoy saja. Seru malah, karena bukan hanya kami para siswa kelas 2 yang ikut berpartisipasi, tapi juga ada siswa kelas 1 dan kelas 3. Kakak kelas kece? Oh tentu saja mereka ada. Hahahaha XD

Hingga tiba saatnya... Aku pun melihat... (halakh malah nyanyi) >,< Hingga tibalah saat di mana kejadian itu berlangsung :O Well, proses belajar mengajar dalam kegiatan ekstrakulikuler kami ini memang berlangsung di lantai atas. Dan malam itu kami para siswa kelas 2 mendapat jadwal pemberian materi oleh Mr dan Ms pengajar. Kebetulan saat itu saya kebelet p*p*s (-,-)! Sialnya, air yang ada di bak kamar mandi lantai atas habis .

Akhirnya saya pun menarik tangan teman sebangku saya agar mau menemani saya untuk melaksanakan ‘panggilan alam’ ini di kamar mandi lantai bawah, muahahaha. Dengan sebelumnya telah meminta izin lebih dulu, kami pun segera bergegas. Dan oh, di tangga kami bertemu dengan kakak kelas kece (ehem)! :3 Di lantai bawah, kami melewati koridor dan perpustakaan sekolah yang sempat membuat bulu kuduk saya merinding, hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.... Selang beberapa menit kemudian, kami pun sampai di depan kamar mandi yang kami tuju tersebut,akhirnyaaa...:) Sebelum masuk, saya sempat mengancam teman saya tadi agar tidak meninggalkan saya sendirian nantinya (itu karena saya takut pemirsah)! -,- Dan belum sempat saya berbalik, tiba-tiba terdengar suara bangku yang di hentak-hentakkan dengan keras dari ruangan yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi ini, ruangan yang pernah ada seorang siswa kesurupan di dalamnya! Dengan segera saya bertanya kepada teman saya tadi, “denger itu gak?” dia hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang nampak... pucat. Ketakutan sepertinya. Lalu kami berdua terdiam, mendadak suasana menjadi begitu mencekam (O,O)! Lalu?

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.......” Kami berdua segera berlari ke lantai atas dengan panik. Akhirnya ‘panggilan alam’ saya pun terlupakan (-,-)! Keesokan paginya, kami menceritakan kejadian terrsebut kepada teman-teman yang lain, tapi tak ada satu pun yang mempercayainya. What the hell huh? ( >,<). Ya sudahlah, yang jelas kejadian ini benar-benar saya alami. Kalau tidak percaya silahkan bertanya kepada teman saya tadi. Eh tapi saya sudah lost contact dari dia, tau deh sekarang dia ada dimana. Bahahahahaha XD

Salam Horor, Bukan Irma Octa Swifties -_______-“

Biodata penulis :

Judul : Cerpen horor bangku sekolah

Penulis : Irma Octaviani

Facebook : Irma octa swifties

About irma :
Hai, aku Irma Octaviani line '92, manggil Irma boleh, manggil Octa juga boleh, manggil Luna Maya apalagi *pfffttt -___-

Sangat mencintai bakso dan tergila-gila sama benda-benda berwarna pink serta cowok ganteng! XD

Gak bisa diem dan hobby ngomong. Apalagi ngomongin orang *EEH

Paling seneng punya banyak teman, apalagi punya banyak DUIT *akwakakwakawks -__-

Pengen banget suatu saat bisa ke Verona, Itali *mustahil T_T

Koment admin : MANA HOHORNYA???..... Mentang mentang tampang lu nipu, lu nipu saia juga ya om...
ck ck ck, Terlalu. Gak serem sama sekali ni cerpen horor. Sungguh, lebih serem lagi kalo lo marah marah sambil bawa golok. Seriusan deh.

PS: Hei, membalas itu selalu lebih baik dari pada gak ada balasannya buka..... #senyum tiga jari ala kelinci...~ Kemudian lanjutin dengerin Miss You



Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 7:28:00 PM

4 komentar:

  1. Replies
    1. Iya tuh...
      KArya oma ku tau.. ^_^
      ma kasih udah baca...

      Delete
  2. Bagaimana rasanya melupakan panggilan alam yang sudah tertahan di ujung tanduk? Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal itu, no coment saia...
      Tanya kan langsung pada penulisnya..
      ha ha ha

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers