Kumpulan Cerpen 2013 "Story About Us" ~ 01

Halllloooo All Reader Star Night. Masih pada menunggu Lanjutan cerpen karya Ana Merya yak?. Bakalan lama tuh. Lagi sibuk kayanya tu orang ngejar target 10 point nya?. Gkgkgkgkgkkgk..
Nah dari pada kelamaan nunggu, mending baca dulu cepen kiriman dari adek, Penulis Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs Verly, dan Cerpen remaja Buruan katakan cinta. Ehem, Karyanya dia sebenernya banyak kok yang udah di post di blog. Tapi di blog Remaja Xsis. Kalau mau baca aneka cerpen karyanya dia yang laen bisa langsung kunjungin tuh blog.
Karena blog ini sebenernya blog khusus kumpulan cerpen karya Ana Merya si harusnya. Cuma kalau memang ada yang mau ngirim kesini kenapa enggak.
Okelah dari pada kebanyakan Bacod mending lansung baca yok.
PS: Judul Asli si "karma" tapi ku ganti jadi "Story About Us"


"kamu seriuz?!" tanya Vanna.

"ya seriuz lah, sorry ea, aku nggax ada pilihan laen, tapi kamu tenang aja, demi kamu, aku bakal balik lagi kesini, setelah urusan aku di sana selesai" kata Vanno.

"tapi van..."

"say... kamu dengerin aku,... aku nggax bakal lupain kamu, aku beneran sayang sama kamu, ini juga urusan pekerjaan kok. kamu harus ngertiin aku donk" kata Vanno.

"bukan itu... aku ngerti kalau kamu ke sana demi pekerjaan kamu, tapi di sana kan banyak cewek cantiknya, gimana kalau kamu suka sama salah satu dari mereka"

"hei, hei, hei,... kok ngomongnya kayak gitu sich, ya mana mungkin lah, aku itu bakal tetap setia sama kamu, apapun yang terjadi, kamu harus tau itu... ntar kalau urusan aku udah selesai aku bakal balik lagi kesini dan langsung melamar kamu..." kata Vanno. Menenangkan pacarnya.

"kamu nggax bohong kan?"

"ya nggax lah, kamu kan tau sendiri, aku itu sayaaaaaaaaaang banget sama kamu... kita nggax bakal pernah pisah lagi, ea..."

"ea udah lah, kamu boleh pergi, tapi kalau ada waktu kamu balik kesini lagi ea..."

"pasti. kamu tenang aja, aku bakal selalu ada buat kamu, kamu nggax usah meragukan cinta aku, karena aku nggax bakal bisa hidup tampa kamu"

"bener?"

"ea" balas Vanno dan memeluk Vanna.

"aku sayang banget sama kamu..."

"aku juga, kamu harus selalu kasi kabar ke aku ya..."

"he-eh, kamu juga, harus jaga kesehatan, di sana jangan sampai lupa makan, nanti kamu sakit"

"ea say... udah donk, aku kan nggax pindah planet, kita masih di planet yang sama kok..."

"ya kamu bisa ngomong gitu, karena kamu yang pergi kamu nggax tau apa gimana perasaan aku yang tetap berada di sini..."

"kita kan masih bisa berhubungan, kamu tenang aja..."

"ya udah, aku bakal ngerelain kamu pergi, tapi janji ea kamu bakal balik lagi kesini..."

"janji. aku bakal balik lagi ke sini, demi kamu. cuma demi kamu... udah ya, jangan nangis lagi..." kata Vanno dan melepas pelukannya lalu mengusap air mata Vanna.

"gimana aku nggax sedih kalau harus pisah dari kamu"

"udah donk..."

"jangan lupain aku..." kata Vanna dan kembali memeluk pacarnya.

"itu nggax bakal pernah terjadi" kata Vanno.

"kamu kapan kembali lagi kesini?"

"palingan enam bulan lagi, tapi kalau aku bakal usahain, sebelum enam bulan aku bakal kembali lagi kesini, dan itu aku lakuin semaunya demi kamu, hanya demi kamu seorang..." kata Vanno, tiba-tiba terdengar pengumuman, kalau pesawat keberangkatan kota bandung, sebentar lagi bakal berangkat, dan semua penumpang harus memasuki area penerbangan. Vanno melepas pelukannya.

"kamu hati-hati ya disana..." kata Vanna.

"ia, ya udah, aku pergi dulu, kamu harus baik-baik di sini... jangan pernah lupain aku..."

"ia. kamu juga ea..."

"ia. eh aku ada sesuatu nih buat kamu..." kata Vanno sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak.

"buat aku? apa itu?" tanya Vanna.

"ini supaya kamu selalu inget aku. dan nggax akan pernah ngeluapain aku..." jawab Vanno dan mengeluarkan isi bungkusan itu yang ternyata berisi liontin, lalu memakaikannya ke leher Vanna.

"ini beneran buat aku?" tanya vanna dengan senengnya.

"ia donk. tuh kan emang bener-bener bagus di kamu..."

"makasih ea..."

"he-eh, daaaag... sampai ketemu lagi"

"jangan lupa kasi kabar kalau udah sampai..."

"ia. aku pergi dulu ea... udah donk, jangan nangis lagi... masa' kamu ninggalin kenangan tangisan buat aku..."

"abis aku sedih banget..."

"ayo donk, senyum dulu, ya senyummm, sedikit aja..." kata Vanno, Vanna lalu tersenyum dengan terpaksa "nah, itu lebih baik, ya udah aku pergi..." lanjutnya dan melangkah menuju penerbangan bandung, dan menarik tas nya, setelah mencium kening pacarnya terlebih dahulu.


Kumpulan Cerpen 2013 "Story About Us" ~ 01 Of 4



"huuffh... akhirnya sampai juga..." kata Vanno begitu tiba di sebuah rumah yang lumayan besar setelah keluar dari taxi sambil melepas kacamatanya. Sebelum ia memasuki rumah barunya, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dan keluarlah dua orang wanita yang menarik perhatian Vanno.

"kapan-kapan kesini lagi ya..." kata tante Erna kepada seorang gadis yang seumuran Vanno, sambil tersenyum ramah.

"iya tante,..." balas tu cewek.

"selamat sore tante..." kata Vanno dan melangkah menghampiri tante Erna dan tamu cewek tantenya.

"eh, Vanno? udah dari tadi?" tanya tante Erna.

"nggax kok tant, batu aja" balas Vanno sambil menyalami tante Erna, sempet cium tangan segala. lalu ia melirik cewek di sebelahnya.

"kenalin ini keponakan tante..." kata tante Erna kepada cewek itu.

"gue,... devendra Vanno saputra" kata Vanno sambil mengulurkan tangannya, dan tersenyum ramah.

"gue... defila Vanny indah ayu lestari" balas cewek Vanny sambil menjabat tangan Vanno dan juga tersenyum ramah.

"waw... nama yang bagus" puji Vanno.

"terima kasih... e ya udah gue balik ke rumah dulu, permisi tante... Vanno..." kata Vanny mohon diri.

"e iya..." balas Vanno dan tante Erna bersamaan, Vanno terus menatap Vanny penuh pesona sampai Vanny hilang dari pandangan.

"e van..." kata tante karena Vanno masih terus memperhatikan Vanny hingga ia masuk kerumah yang tepat berada di sebelah rumah tante Erna, yang hanya di batasi pagar besi.

"eh e ia tante..."

"kenapa?"

"e enggax apa-apa kok tante..."

"ya udah yuk masuk..." ajak tante Erna, Vanno hanya mengangguk dan melangkah mengikuti tante Erna masuk kerumahnya.

"e tant, siapa cewek tadi?"

"0 dia, itu anak tetangga sebelah, temen ngobrol tante..."

"wah, ternyata sekarang zaman udah trend ea..."

"maksudnya..."

"ia, kok ada ya anak gadis yang mau temenan sama tante-tante..."

"Hust. gini-gini kan tante masih muda..."

"0h ia, oops sorry, Vanno lupa"

"hu-uh kamu itu..."

"he he he..."

"ya udah, kamu istirahat gih sana, kamu pasti capek kan,..."

"ia tante, makasih..." kata Vanno dan melangkah memasuki kamar yang telah di sediakan untuknya, begitu tiba di kamarnya Vanno langsung merebahkan dirinya di kasur, karena badanya capek banget, ya iyalah secara perjalanannya jauuuuh.

"eh, siapa ya nama cewek tadi... emmm Vanny indah ayu dewi, eh bukan... emmm siapa yaa... indah defila ayu Vanny lestari? emmm bukan juga... emmm apa ya??? defila... Vanny... indah... ayu lestari. ha ia, bener, defila Vanny indah ayu lestari... nama yang bagus..." kata Vanno sendiri.

"wah apa nggax kerepotan tuh calon suaminya,..." lanjutnya, sambil tersenyum "tapi... cantik juga tuh cewek" pikir Vanno "emm kirim pesan ke Vanna ah.." lanjutnya sambil meraih ha-penya dan meng SMS Vanna, begitu selesai meng sent pesannya, Vanno langsung memejamkan matanya, karena ia ngantuuuuuuuuk banget.

sekitar pukul 17:00 Vanno bangun dari tidurnya, sambil menguap ia melangkah menuju ke teras kamarnya, sambil memperhatikan suasana dari atas, bagitu melihat-lihat dari atas tiba-tiba tatapannya terhenti di seorang gadis yang sedang menyiram bunga di halaman tak jauh dari rumahnya, Vanno terus memperhatikan cewek itu yang tak lain adalah Vanny, setelah lama memperhatikan tiba-tiba ia punya ide.

"Hei..." sapa Vanno sati atas, Vanny menghentikan menyiram bunganya, dan mencari-cari asal suara, tapi di sekelilingnya tidak ada siapa-siapa "Hei, sini..." Vanno melambai-lambaikan tangannya, Vanny langsung menoleh.

"Gue?!" tunjuknya pada diri sendiri.

"i, iya..." balas Vanno sambil mengangguk.

"ada apa?"

"emmm, loe sekarang ada waktu?

"a,... emang kanapa?"

"ya enggax, cuma... kalau loe ada waktu, gimana kalau loe ajak gue jalan-jalan di sekitar sini..."

"emmm..." Vanny tampak mikir-mikir.

"ya itu sih kalau loe mau. gue nggax maksa kok, tapi... ya gue bukan apa ya, cuma... gue kan belum tau banget jalan sini, yaaa loe bisa lah kasi tau gue, n' ajak gue jalan ke tempat-tempat yang bagus gitu,..."

"ae,... gimana ea... sebenernya sih gue lagi yaaa loe lihat sendiri kan..." kata Vanny sambil menunjukkan kalau ia sedang menyiram bunga.

"oooh..."

"tapi... kalau loe mau nunggu gue selesai menyiram nie bunga, mungkin gue bisa..." lanjutnya sambil tersenyum.

"e seriuz?!"

"ia..."

"emmm, tapi... masih lama nggax?"

"nggax kok, tinggal sedikit lagi,..."

"emmm ya udah, kalau gitu loe selesain itu dulu, gue mau siap-siap gimana?" tanya Vanno.

"a 0k..." balas Vanny dan meneruskan menyiram bunga sementara Vanno terseyum senang lalu melangkah kembali menuju kamarnya, untuk mandi dan siap-siap.

Begitu selesai bersiap-siap, Vanno langsung turun dari kamarnya, sesampainya di ruang tengah ia melihat tante dan omnya sedang asyik ngobrol sambil munum teah, Vanno melangkah menghampirinya.

"sore om... tante..." sapa Vanno, dan langsung menyalami om Frans.

"sore... eh Vanno... kapan datangnya..."

"siang tadi om" jawab Vanno.

"trus sekarang, kamu mau kemana? kok udah rapi gini?"

"ya biasalah om, namanya juga anak muda, pasti lah jalan-jalan"

"0h, sama siapa?"

"emang kanapa?"

"ya engga, kali aja nggax ada temennya, ntar kamu nyasar lagi, kamu kan belum lama berada di sini, dulu aja kamu umur lima tahun di sini pernah nyasar..."

"ah om bisa aja. e enggax kok, Vanno sama temen"

"temen? katanya baru tadi sampai sini, kok udah dapat temen, nemu di mana?"

"nemu? ah om ini ada-ada aja deh"

"he he he..."

"e itu... tetangga sebelah, si Vanny, e udah dulu ya om tante, Vanno pergi dulu..." kata Vanno, dan melangkah keluar setalah minta izin sama om dan tantenya.

Sesampainya di luar, Vanno langsung menghampiri Vannya yang udah berada di luar, wuah... Vanny bener-bener cantik...

"Hei. udah lama?" tanya Vanno.

"e enggax kok, baru aja turun"

"oh, e kita mau kemana dulu nih?"

"ya terserah, loe maunya di bawa kemana?"

"menurut loe di mana tempat yang paling bagus"

"kalau sore-sore gini sih, bagus banget kalau kita ke pantai, ya suasanyanya itu indah..."

"ya udah, kalau gitu kita kesana..." kata Vanno "e tapi... tempatnya jauh nggax?" tanyanya.

"nggax kok, palingan jalan cuma lima menit" jawab Vanno.

"00h, ya udah yuk kita berangkat, eeemmm loe mau nemenin gue kan?" tanya Vanno ke arah Vanny.

"baik lah... tapi..."

"kenapa?"

"honornya..." kata Vanny sambil mengulurkan tangan.

"Honor? bayar ea?" tanya Vanno sambil merogoh sakunya.

"Bercanda... gitu aja di anggap seriuz, udah yuk jalan" kata Vanny sambil tersenyum dan melangkah mendahului Vanno.

"0h kirain beneran..." kata Vanno sambil tersenyum dan melangkah mengikuti Vanny.

Begitu tiba di pantai, Vanno benar-benar menikmati suasana di sana, selain karena tempat nya emang bagus, juga karena di temenin cewek cantik. Waw, makin indah dunia ini...

"eh loe udah lama tingga di sini?" tanya Vanno.

"nggax juga. gue di sini, pendatang. sama kayak loe..."

"oh, emm apa kegiatan loe?"

"jadi guru private"

"waw, keren..."

"terima kasih... kalau loe..."

"gue di sini karena ada tugas. ya biasalah urusan pekerjaan, ceritanya sih 0m Frans butuh tenaga kerja gue gitu..."

"0ooh..." kata Vanny sambil tersenyum dan mengangguk paham.

"emmm, besok loe.... ada acara?" tanya Vanno.

"besok?!, e... bukannya besok hari minggu ea?"

"ya emang, ada acara?"

"guru private nggax ada tugas hari minggu"

"jadi?!"

"ya,... nggax ada. palingan di rumah aja. lagian emang mau kemana?"

"ya kemana kek gitu, besok kan tahun baru"

"emang kalau tahun baru kenapa?"

"ya biasalah, namanya juga anak muda, pastinya bakal jalan donk"

"he?! jalan. mau jalan sama siapa?"

"ya sama Do'i nya lah..."

"Do'i? heh, ada-ada aja loe..."

"lho kenapa?, emang ada yang salah ea?"

"e nggax sih, cuma..."

"nggax ada ea?"

"ya bisa di bilang kayak gitu..."

"wah kebetulan donk"

"kebetulan? kebetulan apanya?"

"ya gue juga belum ada pasangan. jadi gimana kalau besok kita jalan, ya itung-itung buat happy-happy lah, giaman?"

"emmm gimana ea,..."

"ya itu sih kalau loe mau, kalau nggax juga nggax apa-apa. gue cuma pingin jalan-jalan di sini sih sebenernya. mungkin enak bisa mengetahui tempat-tempat di sini... tapi kalau loe emang nggax bisa, nggax masalah kok" kata Vanno.

"bukan gitu... emm ya udah, gue mau deh, yaaa mungkin asyik juga"

"Beneran?!"

"i iya,..."

"0k, besok kita jalan. emm sekarang kita mau kemana lagi nih?"

"pulang yuk"

"hem?! pulang?!"

"ea, besok juga kita bakal jalan lagi. jadi sekarang sampai di sini aja. lagian udah sore juga kan"

"ae... 0k nggax masalah. yuk..." kata Vanno sambil beranjak dari tempat duduknya di ikuti sama Vanno.

Next To Kumpulan Cerpen Story About us part 2.


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:44:00 PM

3 komentar:

  1. Prasaan di bandung gak ada yg deket deket banget ama pantai kak??

    ReplyDelete
  2. iya tah?...
    ha ha hai...
    Belom pernah sampe kesana....
    namanya juga cerpen terjun bebas...
    xi xi xi

    ReplyDelete
  3. ko cerita yg nie blm da lanjutan'e ea amp skrng????

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers