Cerpen Remaja Terbaru " Take My Heart ~ 04"

Lanjut kisah dari cerpen Take My Heart yang kini udah sampe part 04. Secara ni cerita lumayan panjang, terdiri dari 20 part. So untuk yang udah kadung merasa penasaran tentang gimana jalan ceritanya, bisa langsung simak kisahnya di bawah ini. Dan biar nyambung sama jalan ceritanya bagusan kalau baca dulu bagian sebelumnya disini. Happy reading guys....

Cerpen Take My Heart
Cerpen Take My Heart

"Dasar manusia gila, kurang kerjaan. Rese," gerut Vio.

Sepanjang jalan menuju kekelasnya ia terus mengerutu tak jelas. Entah itu karena perlakuan Ivan padanya atau karena ia merasa nasip sial masih menyertainya. Mendadak ia merasa ragu kalau keputusannya pindah kampus untuk mengobati rasa patah hatinya atas penolakan Herry benar - benar merupakan hal yang benar. Secara kali ini ia menyadari kalau nasipnya di kampus baru ini juga tidak terlalu mujur.

Entah karena keasikan mengerutu atau memang karena pikirannya sedang melayang - layang, yang jelas saat belokan koridor kampusnya tak sengaja ia malah menabrak seseorang. Membuat gadis itu _ yang ternyata sedang membawa banyak buku langsung berserakan di lantai.

"Sory sory sory, gue nggak sengaja," Vio segera berjongkok. Mengumpulkan kembali buku - buku itu. Hal yang sama juga di lakukan oleh gadis itu.

Setelah buku - buku itu kembali tertata rapi barulah Vio berani mentap sosok yang di tabraknya yang kebetulan juga sedang menatapnya.

Bulu matanya yang lentik serta kulit wajahnya yang halus tanpa jerawat langsung menjadi nilai plus dari Vio atas gadis itu. Apa lagi di tambah dengan bola matanya yang coklat serta bibir yang mungil. Benar - benar keindah paras tanpa cela.

"Eh sekali lagi maaf ya. Gue jalan nggak liat - liat," ulang Vio merasa bersalah.

"Nggak papa kok. Kayaknya tadi itu juga gue emang ceroboh," balas gadis itu sambil berdiri. Matanya masih memperhatikan Vio. Sepertinya gadis itu juga sedang memberikan penilaian atas dirinya.

"Vio," tampa di minta Vio langsung mengulurkan tangannya.

Untuk sekian detik gadis itu terdiam. Mencoba mencerna maksut Vio. Baru lah pada detik berikutnya senyum mengembang di bibir sambil tangannya terulur menyambut uluran tangan Vio.

"Silvi."

Kata pertama yang Vio dengar keluar dari mulut gadis mungil itu. Merdu. Membuat Vio kembali harus mengakui kelebihan barunya.

Sejenak Vio kembali terdiam. Silvi? Kenapa ia merasa familiar dengan wajah itu ya? Sepertinya ia pernah bertemu sebelumnya. Tapi dimana ya?

"E.. Mahasiswi baru ya?" pertanyaan Silvi sudah lebih dulu mendahuluinya.

"Kok tau?" akhirnya Vio lebih memilih untuk balik bertanya dari pada menjawab. Sebuah kebiasaan yang memang sering di lakukan oleh kebanyakan orang jika langsung benar dalam menebak sesuatu.

"Soalnya gue baru liat" Balas Silvi sambil tersenyum. Vio ikut tersenyum sambil mengangguk membenarkan.

"Oh ya, buru - buru memang mau kemana?" tanya Vio mengalihkan pembicaraan.

"Tadinya si pengen ke kantin, tapi karena waktu sepertinya sudah tidak memungkinkan mending gue langsung balik kekelas aja deh," salas Silvi setelah tadi sempat terdiam beberapa saat.

"Kalau boleh tau kelas mana emang?" tanya Vio lagi.

"Jurusan sastra, semester empat ruang 3C."

"Kok sama?" tanya Vio kaget.

"Masa sih?" Silvi ikut - ikutan kaget.

"Tapi perasaan tadi gue nggak ada liat loe di kelas sebelumnya?" tanya Vio lagi.

Next : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 1:42:00 PM

6 komentar:

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers