Cerpen Remaja Terbaru " Take My Heart ~ 02"

All, udah baca cerpen pupus belom?. Kalau belom baca dulu gih di cerita pendek "Pupus" . Bukan apa cuma sebagai pengingat aja, Vionica disini adalah orang yang sama. So, buat yang penasaran gimana kelanjutan dari cerpen Take My heart bagian kedua ini, bisa langsung baca ke bawah. Sama satu lagi dink, kali aja ada yang belum baca, part satunya ada disini. Happy reading....

Cerpen take my heart
Cerpen take my heart

"Hufh..."

Untuk kesekian kalinya Vio menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Menatap gedung yang menjulang di hadapannya dengan tatapan gamang. Merasa dirinya benar - benar pengecut. Demi menjauhi dan menghilangkan rasa pada Harry, ia nekat pindah kampus. Konyol!

Tapi memangnya siapa yang bisa mendustai hati? Berpura - pura tegar atau sok tertawa padahal hati terluka? Dia tidak sekuat itu! Menurutnya menghindar bukan hal yang buruk untuk di lakukan.

Setelah memantapkan hati ia segera melangkah masuk halaman kampus. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya ia sampai di ruangan dosen. Ya biasalah, harus menjalani prosedur sebagai formalitas mahasiswi baru. Begitu selesai ia segera melangkah keluar. Sebuah senyum terukir di bibirnya. Ternyata semuanya tidak sesulit yang ia bayangkan. Mulai besok ia sudah bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di fakultas itu.

Begitu keluar Ruangan dosen, langkah Vio terhenti. Matanya terpaku pada keempat mahasiswa yang tak jauh darinya yang kini juga sedang menatapnya. Ayolah, memangnya penampilannya aneh ya? Atau terdapat jerawat di wajahnya? Kenapa mereka sampai menatapnya seintens itu?

"Ehem." sedikit berdehem, Vio segera melangkah melewati mereka. Makin salting saat tau pria yang tidak ia ketahui namanya masih terus menatapnya tanpa berkedip. Astaga, keluhnya dalam hati.

"Hai.."

"He?" kening Vio berkerut, sama sekali tidak menyangka akan di sapa mereka.

"Kali ini loe benar - benar beruntung Van. Tapi kita liat aja ntar, apa keberuntungan itu akan terus berpihak sama loe."

Walau lirih, samar Vio masih mampu menangkap suara bisikan oleh seseorang yang tidak ia ketahui namanya pada seseorang lagi yang juga masih tidak ia ketahui namanya.

"Boleh kenalan nggak? Gue Ivan," kata cowok yang katanya bernama Ivan itu sambil menyodorkan tangannya. Vio hanya melirik sekilas. Mendadak merasa takut. Ayolah, secara di tv - tv kan banyak tuh kabar heboh soal berandalan di kampus.

"Kalau Gue Renold."

"Gue Andra."

"Aldy."

Vio hanya mengedipkan mata bingung. Sementara Ivan melirik kesel kearah teman - temannya. Uluran tangannya aja belum di sambut kenapa mereka ikut - ikutan. Lagi pula, yang mau taruhan siapa si? Gerutnya sebel.

"Loe mahasiswi baru ya?" tanya Ivan lagi sambil menarik kembali uluran tangannya karena vio hanya menatap tanpa terlihat tanda tanda akan menyambutnya.

"O.. Jadi loe mahasiswa lama?" balas Vio lirih.

"Bhuahaummm... .." Andre cepat - cepat menoleh kearah lain. Mencoba menahan diri untuk tidak langsung ngakak di tempat. Mahasiswa lama? Kenapa kedengarannya janggal sekali ya?

"Ehem.." Ivan sedikit berdehem. Mendadak mati gaya. "Oh ya, Loe belom nyebutin nama loe," Ivan mengingatkan.

"Dan gue sama sekali tidak tertarik untuk menyebutkannya. Maaf, kalau gitu gue permisi dulu," balas Vio ringan sebelum kemudian berbalik pergi tanpa menoleh lagi.

Untuk sejenak Ivan bengong. Seumur hidupnya ini untuk pertama kali ia di cuekin. Seumur - umur baru kali ini ada orang yang menolak untuk di ajak kenalan dengannya. Dan begitu menoleh.

"Kenapa kalian mandangin gue kayak gitu?" tanya Ivan heran saat mendapati tatapan aneh ketiga temannya.

"Gue mendadak ragu kalau loe beneran playboy," Kata Renold.

"Dan gue nggak yakin kalau loe bisa naklukin dia," tambah Aldy.

"Kali ini gue optimis kita bakal menang dan loe pasti kalah," Andre menimpali.

"Eits, tunggu dulu. Ini terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Kita liat saja nanti. Yang jelas belum ada sejarahnya seorang Ivan kalah taruhan," tandas Ivan penuh penekanan. Kali ini ketiga temannya hanya angkat bahu.

Cerpen Remaja Terbaru " Take My Heart ~ 02"

"Dasar Ivan Brengsek."

Langkah Vio mendadak terhenti mendengar teriakan yang baru saja hinggap di telinganya. Ivan? Kenapa nama itu seperti tidak asing ya. Tidak bermaksud menguping hanya saja merasa mendadak penasaran Vio menoleh. Berjalan kearah asal suara. Mengintip dari balik tembok yang menghadap ke pekarangan kampus dimana tampak tiga orang cewek yang tidak ia ketahui siapa sedang duduk disana.

"Sudahlah Laura. Lupakan saja makhluk tak bertanggung jawab itu."

Cewek yang di panggil Laura menoleh. Sekilas Vio melihat raut sembab di wajahnya.

"Lupakan? Tidak akan semudah itu!"

"Terus loe mau ngapain?"

"Gue nggak akan membiarkan diri gue di permainkan seperti ini. Kalian bayangin. Gue, Idola di kampus kita di jadikan bahan taruhan oleh si playboy brengsek itu. Dipermalukan didepan semua anak - anak. Loe pikir gue akan diam aja? Nggak! Gue akan pastikan dia terima akibatnya," dendam Laura.

"Maksut loe?"

Dan kalimat yang meluncur dari mulut gadis yang di pangil Laura selanjutnya benar - benar membuat Vio terlonjak kaget. Mendadak menyesal telah mencuri dengar pembicaraan yang bukan menjadi urusannya. Dengan hati - hati takut kehadirannya di ketahui oleh ketiga makhluk itu, selangkah demi selangkah Vio bergerak mundur.

Next : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 1:21:00 PM

2 komentar:

  1. bagus juga.... ada tak cerpen fantasi?? pengembaraan?? ^^

    ReplyDelete
  2. Satu satunya cerpen fantsi yang ada di sini cuma cilela sendal jepit

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers