Cerpen Remaja Terbaru " Take My Heart" ~ 01

Salah satu kisah remaja yang admin tulis adalah cerpen remaja Take My Heart, kisah remaja yang merupakan lanjutan dari cerpen pendek pupus yang telah di posting sebelumnya. Secara cerpen yang satu itu kan sad end, so biar happy di tarik kesini. He he he. Nah, buat yang penasaran bisa langsung read ke bawah. Ini merupakan part awal, so silahkan simak detailnya. Jangan lupa RCL ya...

Cerpen take my heart
Cerpen take my heart

Orang bilang cinta itu sederhana, Cukup aku dan kamu, Yang lain cuma nonton. Tapi sayangnya, tidak semua orang menyukai kesederhanaan. Layaknya hidup yang menginginkan kemewahan.... #Take My Heart

"Ah, Mereka benar - benar pasangan yang serasi ya?."

"Ia. Yang satunya Prince, yang satunya lagi Princess."

"Sulit di percaya, kedua idola di kampus kita bisa jadi pasangan."

Laura terus melangkah sambil tersenyum bangga mendengar kalimat demi kalimat yang mampu di tangkap oleh indra pendengarnya. Sesekali matanya melirik sosok yang berjalan tepat disampingnya. Menuruti tawaran menjadi pacar Ivan, Idola kampusnya walau selama ini terkenal dengan Cap Playboy ternyata bukan ide yang buruk. Terbukti pamornya makin menanjak semenjak itu. Padahal baru terhitung seminggu mereka jadian.

"Sayang, kita ke kantin dulu yuk. Gue laper nih," ajak Laura terdengar manja, Ivan menoleh kearahnya. Mengangguk setuju sambil pasang senyum manis.

Begitu mereka menginjakkan kaki di kantin, seperti biasa langsung menarik perhatian semuanya. Mulai terdengarlah suara suara berbisik yang membicarakan tentang keduanya.

"Kok kita duduk disini si?" bisik Laura lirih saat mendapati Ivan duduk santai di meja tengah bersama ke tiga teman karibnya. Biasanya kan bila mereka berdua mereka selalu duduk berdua di pojokan.

"Oh, itu karena gue punya kejutan buat loe. Bener gak guys?" tanya Ivan sambil tersenyum misterius kearah teman - temannya.

"Oh ya?" wajah Laura tampak bercahaya.

"Nggak yakin loe suka, tapi kalau kaget bisa jadi," Ivan menambahkan.

"Apa?" tanyanya sedikit mengernyikan dahi.

"Gue mau kita putus," kata Ivan singkat, padat dan jelas.

"Apa?!" kali ini Nada kaget yang keluar dari mulut Laura. Setelah terlebih dahulu terdiam sejenak ia menambahkan sambil tertawa. "He he he, loe bercanda kan?"

"Jadi menurut loe ini lucu?" bukannya menjawab Ivan malah balik melontarkan pertanyaan.

"Tadi ini nggak masuk akal. Kita baru seminggu jadian. And hubungan kita juga baik - baik aja. Seenggaknya sebelum..." Laura melirik jam tangannya "20 detik yang lalu."

"Heh, nggak masuk akal?" Ivan tampak mencibir. "Loe nggak lupa kan kalau gue ini seorang play boy?"

"Apa?"

"Sebenarnya, gue males banget pacaran sama loe. Tapi temen - temen gue nantangi apa gue bisa naklukin elo dengan sekali tembak kemudian memutuskannya di hadapan umum. Ya sudah, kebetulan taruahannya lumayan gue si ikut aja. Terbukti kan gue yang menang?" kata Ivan sambil menadahkan tangan ke arah Renold, sahabatnya yang duduk tepat di hadapannya. Dan detik berikutnya lembaran uang ratusan sudah tertera di sana.

"Ma kasih ya, Sekarang loe boleh pergi".

Next : || ||


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 9:33:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers