Cerpen Remaja 'FCMCSG' Part 2


Cerpen

FCMCSG
Bagian 2
Cerpen FCSCMG karya Mia Mulyani bagian kedua. Monggo langsung di baca.
Star Night
Credit Gambar : www.desainkawanimut.com

cerpen

Begitu pak Retno melangkah keluar meninggal kan kelas, Feisya segera menghampiri meja Sarah. Tau tuh tu anak mo ngapain dari tadi saat belajar justru malah nge'sms buat berengan pulangnya.
"Ada apaan?" tanya Feisya to the point.
"Loe keluarnya bareng gue. Tunggu bentar. Gue beresin buku - buku gu dulu".
"Emang nya kita mau ke mana?" tanya feisya lagi.
"Ke parkiran bentar".
"Ha?. Mo ngapain?".

"Ada deh. Yuk" Kata Sarah sambil menarik tangan Feisya.
"Ih maen tarik aja. Emangnya kita mau ngapain si?" tanya Feisya lagi.
"Ada yang mau curhat sama kita?" balas Sarah cuek.
"Ha?" untuk kedua kalinya mulut Feisya mangap kaget.
Sejak kapan di kampusnya ada ajang curhat - curhatan?. Tapi dari pada mikir mending makan, Perut juga udah laper secara kan udah siang. Dikeluarkannya Kripik Singkong dari dalam tas, dan mulai memakannya dengan santai. Sarah menghentikan langkahnya untuk sejenak. Menatap heran sahabatnya yang satu ini. Udah jadi anak kuliahan kok isi dalam tasnya masih cemilan juga ya?. Ck ck ck.
"Emang nya mau curhat apa si?" tanya Feisya lagi.
"Nggak tau. Soal Cinta kali. Loe kan udah terkenal jadi pakar cinta".
Feisya mengertukan keningnya. Pakar cinta?. Dia?. Heh, Istilah yang didapat dari mana itu. dia aja di selingkuhin bagai mana bisa justru malah mendapat gelar gadungan yang nggak jelas gitu. Dan sebelum Ia kembali sempat protes, Sarah sudah terlebih dahulu meneriakan sebuh nama.
"Ariel!"
Pandangan Feisya segera tertuju kearah nama yang di teriakan Sarah.
"Hai faisya" sapa Ariel kearah feisya yang sedang menatapnya intens.
"Ehem... hai".
" Katanya loe mau curhat sama gue. Mau curhat apa emang?" tanya Feisya to the point. "Gue mau minta pendapat sama loe".
"Soal?".
"E... Desi nembak gue. Menurut loe baiknya gue terima atau gue tolak?".
# kayaknya miani niat banget bikin Star Night kesek mouse #.
"Mau dia nembak loe kek, Senpang loe kek. Apa urusannya sama gue. Mau pake bom segala aja tetep nggak ngaruh juga" Gerus Feisya dalam hati. Tapi lain ceritanya ketika kata itu harus keluar dari mulu. Soalnya di mana - mana yang namanya norma kesopanan harus di utamakan bukan?.
"O... jadi Desi nembak loe?. Kok gue nggak yakin ya?. Loe bo'ong kali" balas Feisya kemudian.
"Ye ela, ngapain si gue harus bo'ong segala. Beneran lagi. Kalau kalian nggak percaya nie coba baca SMS dari dia" Kata Ariel sambi menunjukan sms desi yang memintanya untuk menjadi pacarnya.
Lagi - lagi Feisya mengerutkan keningnya. Antara bingung dan tak percaya. Bukan saja karena tulisan yang tertera tapi juga karena sejak kapan Acara tembak menembak bisa lewat Short Message Service. Ah ini orang nggak modal banget. Palingan juga Sms Gratis yang di pake. #plaks/Gapen banget.
"Gue kok kaya masih nggak percaya ya" Sarah ikutan nimbrung.
"Gue itu punya buktinya. Lagian apa untung nya coba kalau gue bohong".
"Ya kan kali aja loe mau ngerjain dia".
"Eh Gue serius nie. Dari pada kalian nebak - nebak yang sudah jelas salah. Mending langsung to the poin. Baiknya gue terima atau gue tolak".
"Ya terserah sama loe. Tapi kayaknya mendingan di terima deh, dari pada mubazir" sahut Sarah cerpet.
Dengan cepat Feisya mendaratkan sebuah jitakan di kepala Sarah. Ini anak Kalau ngomong suka asal njeplak sudah persis kayak si Sanah.
"Kok gue malah di jitak" Protes Sarah sambil mengusap - usap kepalanya.
"Tadi nya malah pengen langsung gue tendang" Sahut Feisya cepet. Mulut Sarah maju dua senti mendengarnya. Enak aja maen tendang. di kira bola apa?.
"Jadi menurut loe Feisya?" tanya Ariel.
Bukannya menjawab Feisya malah mendaratkan Sebuah jitakan di kepala Ariel. Sanah yang melihatnya langsung ngakak. Emang enak dapat giliran.
"Kok gue malah di jitak?" Gumam Ariel bingung.
"Berani loe terima, Beneran gue tendang loe" Balas Feisya menangancam. "Yah kok gitu?" Sanah heran.
"Ya ampun sanah,.... Kalau sampe Ariel nerima si Desi, Terus si Laura mau di kemanain" Balas Feisya kesel.
"Nah justru itu yang bikin gue galau. Gue kan udah punya Laura sebagai pacar. Mana dia baik lagi".
"Lha itu tau. Ya udah so, tolak aja".
"Tapi kan kalau di tolak mubzir".
Dengan cepat sarah mendaratkan sebuah jitakan di kepala Ariel sambil tertawa puas. Saat Ariel menatapnya geram ia justru hanya membalas dengan senyum tiga jari andalannya.
"Gue kan cuma ngewakilin Feisya aja. Dari tadi dia terus yang jitak. Sekali - kali gue juga pengen" Sarah membela diri.
"Terus kenapa nggak nyoba njitak kepala loe ndiri aja" Sungut Ariel masih nggak terima.
"Sudah sudah sudah. Kok malah ngbahas jitak - jitakan si" Lerai Feisya menengahi. kali ini Ariel dan Sarah saling berpandangan sebelum kemudian menatap lurus ke arah Feisya.
"Kenapa?" Tanya Feisya was - was karena merasa tatapan keduanya terlihat aneh. "Loe dari tadi makan sendiri".
"He?" Feisya heran tapi tak urung bernafas lega. Jadi cuma karena keripik to, kirain ada apa an.
"Oh ini" tanya Feisya sambil mengangat Bungkusan kripiknya yang tinggal sedikit.
"Loe mau, Beli ndiri deh. Udah abis soalnya. he he" sambung nya sambil nyengir kuda.
Sanah hanya mencibir mendengarnya.
"Ariel bentar. Ada bulu mata loe yang jatuh" kata Feisya sambil mengulurkan tanganya kearah wajah Ariel. Tanpa mereka sadari tak jauh di belakang mereka ada Dhamar, Mantan pacar Feisya yang baru di putusin kemaren sore.
"Ehem...".
"Damar?" Refleks, Feisya mendorong tubuh Ariel mejauh. Sebelah tanganya mengusap bibirnya yang sedikit berminyak karena keripik tadi. Sedikit kaget mendapati Dhamar yang lewat tiba - tiba dan malah telihat memaling kan wajah.
"Kenapa tu anak" Kata Ariel heran, Feisya juga angkat bahu nggak peduli. Beda dengan reaksi Sarah yang justru malah tertawa ngakak . Dasar nggak jelas.
"Hei, Loe kenapa?. Kesambet?" tanya Ariel menatap sarah heran.
Sarah Tidak menjawab, masih keasikan tertawa tanpa sebab.
"Sarah, loe kenapa si" Kata Feisya sambil menguncant bahu Sarah.
"Ehem, Coba kalian tebak, Kenapa tadi muka damar keliatan aneh?".
"Perasaan loe lebih aneh" Sindir Fesiya cepat.
"Hais, gue serius nie" Kata Sarah sambil berusah menahan diri agar tidak tertawa lagi.
"Gue nggak tau. Kenapa emang?" tanya Feisya walau terlihat tidak tertarik.
"Pasti dia mikir kalo kalian berdua abis ciuman".
"Uhuk uhuk uhuk "
Feisya langsung tersedak mendengarnya.
"Jangan ngarang loe" sambarnya beberapa saat kemudian.
Gantian Sarah yang angkat bahu. Ariel malah ngangguk - angguk membenarkan.
"Bodo ah. Nggak lucu
"Yang bilang gue ngelawak emang siapa?" serang Sarah balik.
"Eh riel, Urusan loe ke gue udah selesaikan. Kalau gitu geu cabut dulu" Kata Feisya ke arah Ariel yang dibalas anggukan.
"Yah... Gue di cuekin. Eh feisya. Tunggu" Kata Sarah sambil mengejar Feisya yang telah berlalu duluan.
Cerpen Terbaru FCSCMG
Jangan protes pendek. Penyakit malas ngetik Star Night beneran sedang kumat. Jadi harap maklum ya. Semoga saja cepet sembuhnya. AMIN!!!.... he he
Oh ya, Baca juga Cerpen Cinta Ketika cinta harus memilih.


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 4:54:00 PM

Stalkers