Cerpen Remaja The Prince ~ 07 {Update}



"Loe bisa kasi tau gue, suzy itu orang nya yang mana?".

Pertanyaan yang aku lontarkan cukup untuk membuat langkah kevin terhenti sekaligus membuatnya berbalik.

"Maksut loe?"

"Loe ngapain nanyain dia?" Tambah kevin lagi sambil kembali berjalan ke arah ku.

"Gue pengen nemuin dia" balas aku sok cuek.

"Kenapa?" tanya kevin heran.

"Karena gue pengen ngasi kerhormatan buat dia sebagai orang pertama yang akan melihat video itu" Sambung ku lagi membuat kevin benar - benar shok. Tanpa perlu memperdulikan reasksinya lagi, aku segera berbalik. Soalnya kalau aku terus bertahan di sini bisa - bisa aku yang jantungan.

"Loe bercanda kan?" tanya kevin sambil menarik tangan ku sehingga posisi kami tepat berhadap hadapan.

"Tertawalah kalau loe anggap itu lucu" Balas ku terdegar tegas.

"Tapi kenapa harus dia?" tanya kevin terdengar frustasi.

"Suka suka gue donk. Jadi mulai sekarang mending loe pikir baik baik tawaran gue. Sekarang gue mau pergi dan jangan halangi gue lagi".

"Oh ya, satu lagi. Jangan pernah elo ngebentak gue kayak tadi. Karena gue nggak suka!!!. " Sambung ku lagi sebelum benar - benar meninggalkan kevin yang masih diam terpaku.

Cerpen Remaja The Prince

"Loe harus cerita sama kita " Desak iren lagi Karena sedari tadi aku tidak menanggapinya. Justru aku malah santai berayun - ayun di taman belakang kampus.

"Ia. Ada urusan apa loe sama kevin" sambung nay lagi.

"Riani, loe denger kita ngomong nggak si?" Geram kezia sambil merebut cemilanku.

"Aduh, kalian apa - apa an si?".

"Pokoknya loe harus certa sama kita".

Heh. Sejenak aku menarik napas. Jujur saja aku ragu untuk menceritakannya. Karena walau bagaimana pun Kevin itu sahabatnya 'Andre'. Tapi tanpa segaja pandangan ku tertumpu pada keberadaan sosok kevin dan teman - temannya. Dan berhubung beberapa hari ini ide jahil memang sedang berkeliaran di benak ku *Star Night maksutnya* kayaknya nggak rugi juga kalau langsung di praktekan. Kha kha kha.

"Ehem... oke deh gue cerita"Balas ku sambil sengaja mengeras kan volume dan pura -pura tidak menyadari keberadaan mereka.

"Sebenernya gini. Kemaren itu gue kan jalan - jalan di taman kota. Jadi nggak sengaja gue ngeliat kevin. Dan kalian tau nggak waktu itu dia lagi ngapai?" Tanya ku sengaja membuat teman teman ku makin penasaran.

"Oh ya, Memang nya di lagi ngapain?" Tanya Iren antusias.

"Waktu itu dia lagi.... Hmpft......".

Sebelum aku sempat menyelesaikan ucapanku tau - tau mulutku sudah keduluan di pikep (????) * Star night bingung nyari kata - kata...../wkwkwkwk*. Ternyata kevin yang kemudian tanpa basa - basi langsung menarik tangan ku menjauh.

"Gila!!. Lepasin. Mau apa lagi si loe?" Geram ku setelah berhasil meloloskan diri.

“Mau loe yang apa!!” Kevin ganti membentak. Sumpah,Serem banget.

“Ma maksutnya” .

“Dasar Cewek nggak bisa di percaya” Balas Kevin sinis.

“Memang nya gue ngapain?” Tanya ku bingung.

“Nggak usah belagu. Loe kan udah janji kalau loe bakal tutup mulut soal video itu kalau seandainya gue nggak ngejahilin kalian”.

“Ralat” Potong ku cepat. Dalam hati aku juga bersukur karena keberanian ku kembali muncul kepermukaan (???). “Gue Cuma pernah bilang gue nggak akan nyebarin tu video. Kalau soal nyeritain, itu laen ceritanya”.

“WHAT?!”.

“ Nggak usah sok inggris pake What segala. Tinggal bilang ‘Apa’ apa susahnya si” .

“Eh denger ya…. E …. Cewek sarap, gue…”.

“Cewek sarap?” Potong ku cepat. Sialan.

“Gue nggak tau nama loe. Lagian tu gelar pas buat loe “ Sahut Kevin cuek. “Oke, kembali ke topic, apa mau loe sebenernya?”.

Sumpah, aku sebel si sebenernya. Masa aku di pangil cewek sarap, dia aja Cuma ‘nano – nano’. Tapi sayang aku nggak berani protes sekarang, nanti aja. Secara sekarang tampang Kevin benar – benar terlihat menyeramkan. Hii…. Lagian ada yang lebih penting dari pada ngurusin gelar (???).

“Gue mau, loe gantian nururtin kata – kata dan kemauan gue. Ya kayak pembantu gitu”.

“Apa?!”.

Refleks aku menutup telingaku waktu mendengar teriakan koor teman – teman aku dan Kevin. Lagian lebay banget si, masa baru denger gitu aja tereaknya nggak umum.

“Jangan mimpi loe” Balas Kevin sinis.

“Ya udah kalau loe nggak mau, Perjanjian kita batal. Lagian nggak seru juga ternyata kerjasama sama loe”.

“Terus loe mau ngapain?” Tanya Kevin sambil menarik tangan ku yang bersiap pergi sehingga lagi – lagi kini kami berhadapan.

“Gue mau nyebarin videonya” Balas ku cuek.

“Heh, coba aja kalau loe berani. Gue bakal…”.

“Emangnya loe mau ngapain” Tantang ku memotong ucapannya.

Bukannya menjawab Kevin malah menyeringai nggak jelas. Sekilas ekor matanya melirik pada teman – teman yang juga tanpak penasaran. Dan tiba – tiba ia memajukan wajahnya ke hadapanku yang reflex memundurkan wajah.

“Gue bakal nyium loe saat itu juga di depan semua orang”.

Ancaman Kevin memang cukup lirih. Bahkan tidak mampu untuk membuat raut wajah kebingungan hilang dari wajah teman-temanku. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat ku bergetar. Dia nggak serius kan?.

“Jadi, Sebelum loe bertindak, loe lo pikirin dulu deh. Oke guys, mari kita pergi” Kata Kevin puas. Apalagi aku masih hanya mampu terdiam. Tanpa basa basi lagi ia segera berlalu.

Cerpen Remaja The Prince

Lama aku duduk termenung sendirian sampai sebuat tepukan di pundak membuyarkan lamunanku.

“Hei, kok ngelamun?”.

“Oh, enggak kok” balas ku cepat sambil membetulkan letak kacamataku. Sedikit terkejut juga was – was kurasakan saat menapati kehadiran jimmy.

“Gue boleh duduk di sini nggak?” Tanya jimmy yang mau tidak mau aku balas dengan anggukan.

Lama kami saling terdiam. Aku juga bingung mau membuka topic pembicaraan sampai kemudian jimmy yang terlebih dahulu membuka mutlut.

“Loe baik-baik aja kan?”.

“Baik”

Dalam hati aku sedikit bingung. Kok tumben.

“Loe yakin?”.

“Maksut loe?”

“Gue tau, Kevin sama teman – temannya sudah tidak pernah menjahilin kalian lagi. Tapi apa yang pengikut – pengikutnya lakukan lebih parah kan?” Tanya jimmy lagi.

Lagi – lagi aku membalas dengan anggukan. Sebenernya masalah ini juga yang sedari tadi aku pikirkan. Terror yang menimpa aku dan teman – temanku semakin menjadi. Bahkan lebih buruk daripada yang dulu kami terima. Seenggaknya kalau dulu aku masih bisa mengantisipasinya karena Kevin selalu cerita pada andre, Tapi sekarang. Itu mustahil karena Kevin memang tidak melakukan apa – apa. Ia hanya cukup ‘Duduk Diam’ seperti prince. Sama seperti yang dulu pernah aku katakana padanya. Hanya saja aku tidak menyangka kalau begini hasilnya. Tapi…..

“Tapi dari mana loe tau?” Tanya aku tanpa mampu menutupi rasa heran.

“Udah jadi rahasia umum kali” Balas jimmy santai yang membuatku hanya mampu tersenyum kecut.

“Apa loe butuh bantuan kita untuk menghentikan terror –terror itu?”.

“Bantuan?. Loe mau bantu gue?. Kenapa?”.

Jujur saja, menurut aku nie orang makin membingungkan deh.

“Bukankah sudah jelas?”.

“Loe lagi main teka – teki ya?” ujar ku sambil menatap lurus kearah jimmy.

“Heh” jimmy tanpak tersenyum simpul. “Tentu saja itu karena sudah jadi tugas gue?”.

“Tugas?” Aku masih nggak nyambung.

“”Apa perlu gue manggil loe princess?” kata jimmy sambil menoleh. Membalas langsung tatapan ku.

Oke, itu memang bukan jawaban. Secara dia malah balik nanya. Tapi pertanyaan yang ia lontarkan sudah lebih dari cukup untuk ku menyadari nya.

“Elo…?”.

Tanpa suara, jimmy hanya menganggukan kepala sambil tersenyum. Ya Tuhan….

Cerpen remaja The Prince

To be continue….

Ah Star Night binguuuuuung….. nie cerpen kok makin melantur dari ide awal ya. Omigot. Ampiyun deh, jadi harus mikir ulang buat kelanjutannya. Ini lah resikonya kalau ngetik ulang. Imajinasinya sering melantur ke mana – mana. Jadi makin nggak jelas deh. Kha kha kha . Kapan nie Cerpen Remaja ketemu ending nya ya?.... Masa jadi sinetron beneran?. *Hammer*


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:38:00 AM

2 komentar:

  1. Halo say, nice story...I like creativity.
    Kayanya kalo ide jadi melebar dibikin novel aja sekalian haha..
    Atau bikin kisi-kisi dulu selembar, dari a s/d z cast-nya siapa aja, karakternya kaya apa. Dan tetap bertahan dg story itu sampai akhir. kaya si Lee jin soo di Coffee House itu, tp kalo kisi2nya ilang bahaya juga haha..it's just an opinion.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih Idolaku mampir...
      makasih banget mbax tirza Karena sudi mampir, juga atas saran - sarannya.
      Novel?. Cerpen aja ribet apa lagi novel. he he he.
      Tadinya juga bikin kisi - kisi Tapi karena autor nya ada dua, n yang satu malah kabur mana ceritanya udah kadung ber'belok' dari ide awal makanya jadi berantakan semua.
      Ah kacau kacau.....

      Delete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers