Cerpen Tentang Aku dan Dia Part 5 {update}

Cerpen tentang aku dan dia part sebelumnya udah pada baca kan?... Kalau belum baca baca dulu gih sana.. ha ha ha

Kredit Gambar : Ana merya

"Pagi Ma, Pa.... Gresia berangkat dulu" Pamit Gresia terburu - buru . Gara - gara tadi malam tidurnya terlalu larut yang berakibat telat bangun. Padahal hari ini di kampusnya ada jadwal masuk pagi.

"Lho. Nggak sarapan dulu" Tanya Mama sambil mengoleskan selai kacang di atas roti nya.

"Nggak sempet. Gresia udah telat. Udah gresia pergi dulu ya. Da... eh, Assalamu'alaikum" Sahut Gresia sambil beranjak pergi. Tapi sebelum itu tangannya masih sempat menyambar roti yang ada di tanggan sang mama.

"Wa'alikum salam. Hais anak itu, sama sekali masih belum berubah" Balas mama sambil geleng - geleng kepala melihat ulah anak semata wayangnya.
Ia masih merasa heran kenapa Gresia menolak untuk diantar jemput oleh supir pribadi keluarganya bahkan lebih memilih berdesak - desakan di bus untuk berangkat sekolah. Padahal kalau ia mau, Papanya sama sekali tidak keberatan untuk membelikanya mobil pribadi. Tapi lagi - lagi di tolak dengan alasan kalau ia pengen mandiri.

"Ah.... sialan. Gue terlambat lagi" Gerut Gresia sambil berlari - lari kecil menuju ke halte bus yang kebetulan berada tidak jauh dari rumahnya.

"Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn......". *bunyi apa tu???*.

"Argh....!!!" Jerit Gresia sekenceng - kencengnya karena kaget.
Reflek ia melompat ke samping. Tapi karena tidak sempat untuk memikirkan untung dan rugi (???) kakinya tidak sengaja malah kesandung batu yang mengakibatkan tubuhnya mendarat dengan sempurna. Bahkan masih di tambah 'bonus' luka goresan di lututnya.

"Ya ampun. Gresia loe nggak papakan?" Tanya Arga sambil buru - buru keluar dari mobil dan membantu Gresia bangun.

"Nggak kenapa - kenapa kepala loe. Gila, Mau bunuh gue ya loe" Damprat Gresia Sambil menepis tangan Arga yang berusaha membantu dan berusaha untuk bangun sendiri. Tapi ternyata luka di lutunya beneran nyeri yang mengakibatkan ia hampir jatuh dua kali. Untung lah Arga sigap sehingga hal itu tidak sampai tejadi.

"Makanya kalau jalan tu matanya nya di pake" Balas Arga sambil memapah tubuh Gresia tanpa memperdulikan penolakan sama sekali.

"Loe pikir mata gue tadi di lepas. Kalau ngomong suka asal njeplak aja. Lagian Mang nya ini tu gara- gara siapa. Main ngagetin sembarangan aja. Tadi kalau gue jantunga gimana?".

"Jangan lebai. Loe itu masih muda. Masa ia udah jantungan. Lagian masa gitu aja kaget".

Gresia ingin membalas tapi di urungkan karena Arga sudah terlebih dahulu mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil dan membawanya melaju entah kemana.

"Hei, Loe mau bawa gue ke mana?" teriak Gresia ketika mobil yang di tumpangi terus melaju padahal jalan kesekolah mereka harus nya pada persimpangan tadi belok kekiri.

"Mau ke kebun binatang. Katanya loe mau ngejenguk temen - temen loe" Balas Arga cuek.

Karena Roti yang ia bawa tadi tidak sempat di makan akibat insident yang terjadi sementara perutnya benar - benar minta di isi membuat Gresia benar- benar bernapsu untuk melalap makhluk di sampingnya yang memiliki potensi untuk membuatnya keseringan makan hati..

"Ha ha ha.... Tampang loe nyeremin banget ya" Ledek Arga beberapa saat kemudian.

Gresia diam saja. Menurutnya percuma ngomelin Arga.

"Udah samapi. Turun yuk".

"Taman?" Tanya Gresia kaget begitu melihat sekelilingnya.

"Apa loe beneran berharap gue ngajak loe kekebun binatang?" Arga balik bertanya.

"Hei. Gue itu harus sekolah!".

"Gue?. Kita!!!!" Ralat Arga cepat." Gue juga harus sekolah, tapi mending kita obatin dulu kaki loe?" Tanpa memperdulikan Gresia yang masih keberatan diajaknya Gresia duduk di bangku taman itu.

"Sekarang loe duduk aja di sini dulu. Jangan ke mana-mana. Gue mau beli obat" Kata Arga kemudian sebelum meninggalkan Gresia yang masih bengong.

Tidak sampai sepuluh menit kemudian Arga sudah muncul dengan membawa sebuah kantong pelastik. Dan tanpa basa - basi langsung berlutut di depan Gresia dan mulai membersihkan luka nya dengan air mineral yang ia beli. Tidak lupa di teteskanya obat merah sebelum kamudian di tutup dengan plaster.

"Makanya kalau jalan itu hati - hati " Kata Arga masih sambil mengobati kaki Gresia.

"Gue itu udah hati - hati kali. Cuma loe nya aja yang tadi ngagetin gue. Lagian kenapa si loe jadi sok baik gitu?" Gresia merasa risih.

"Sok?. Gue memang baik lagi" sahut Arga dengan PeDenya. "Loe nya aja yang nggak nyadar dari dulu. Lagian kan kemaren gue udah bilang, Loe berangkatnya bareng gue. Biar gue yang jemput loe".

"Gue juga udah bilang kan kalau gue ogah berangkat bareng loe".

"Kenapa?" tanya Arga sambil duduk di samping Gresia.

"Kenpa juga gue harus mau bareng ma loe?" Gresia balik nanya.

"Tentu saja karena loe kan sekarang sudah jadi pacar gue" Balas arga cepat.

"Astaga..... loe benar - benar ingin membunuh gue sepertinya...." keluh Gresia sambil memijat keningnya sementara Arga hanya tersenyum simpul.

"Oh ya, Kayaknya kita juga udah telat deh sekolahnya. Mending jalan - jalan yuk" Ajak arga beberapa saat kemudian.

"What?, Maksutnya jalan bareng sama loe?".

"Yups. Kita kencan" Sambung Arga lagi yang Sukses membuat Gresia makin shock.

"Oh Tuhan!...Apa dosa gue" Rintih Gresia dalam hati karena tidak pernah mampu menolak ajakan Arga.

"Ternyata kenal sama loe benar - benar merupakan kutukan buat gue" Kata Gresia pada akhirnya.

Cerpen Tentang Aku dan Dia


"Ya tuhan gue bisa jatuh cinta beneran kalau kayak gini ceritanya" Keluh Gresia saat tiduran di kamar. Angannya menerawang ke acara 'kencan'nya bareng Arga.

Oke, Awalnnya ia memang keberatan, kesel, kesuh, pedo, sakit hati, plus marah sama tu orang. Eh tapi ternyata setelah di jalanin petualangan tadi benar - benar menyenangkan. Arga benar - benar memperlakukannya sebagai putri, Nggak lah... maksutnya Arga memperlakukannya layaknya sebagai seorang pacar yang udah cinta mati. Jujur aja, Gresia nggak mau munafik kalau selama seminggu ini Arga sudah menunjukkan sosok yang benar - benar menyenangkan. Perhatian nya itu lho, bikin kagak nahan *hem, Apa si???*.

Seharian ini mereka habis kan benar - benar untuk bersenang -senang. Persis kayak yang di film jepang yang selama ini mereka tonton.Pokok nya benar - benar menyenangkan deh.

"Ini nggak boleh terus di biarin. Gue harus ngelakuin sesuatu. Kalau nggak bisa patah hati beneran gue" Ujar gresia sendiri sambil berjalan mondar - mandir di kamarnya.

Cerpen Tentang Aku dan Dia

Oke........ Go to next par at cerpen tentang aku dan dia part 6


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 4:17:00 PM

2 komentar:

  1. ada yang kuatir jatuh cinta beneran rupanya :)
    nice story my friend

    ReplyDelete
  2. Thanks kunjungannya....
    ya gitu deh, low di sodorin mulu, mana tahaaaaaaaa...!!!!.
    He he he

    ReplyDelete

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers