Cerpen The Prince, The Princess And Mis. Cinderella ~ 2 {Update}

Belajar ala "Mellisa". Always phositif thinking, make it easy and Keep smille.
I Will Do IT!!!!

Credit gambar: ana merya

Sebenernya pengenalannya sudah cukup yang ada di part satu, tapi aku sepertinya ingin menambahkan sedikit. Ini tentang 'Nano - Nano. Tapi bukan permen ya, yah walaupun tu gelar ku berikan berdasarkan permen tersebut.

Jadi begini, Nano - nano adalah sebuah sebutan yang ku tujukan untuk Kevin. Bahkan sampai saat ini teman - teman ku masih heran kenapa aku memberikan gelaran tersebut karena aku memang sama sekali tidak pernah memberikan penjelasan.

Nah, khusus untuk reader, ku kasih tau *tuh kan, kurang baik apa coba aku, tapi kok serba - serbi masih bilang aku njengkelin ya/ ck ck ck... tak patut*. Gelar tersebut sengaja aku pake gara - gara si kevin itu punya kepribadian ganda, eh triple. Walaupun sebenernya aku juga punya keperibadian triple juga, tapikan gak lucu kalau aku memberikan gelaran itu untuk diriku sendiri. nah, karena memiliki tiga rasa itu lah aku lebih suka menyebutnya nano - nano. Manis, asem, asin. kok jadi ngelantur gini si?. Undo ke awal, Si Nano - nano itu, Teman, Musuh sekali gus merangkap sebagai bos ku , ralat adek bos ku. karena aku kerja di toko buku milik kakaknya. Kalau Kevin yang ngurus tu toko mah mustahil. Secara megang buku aja kayak nggak pernah. Ia datang ke toko itu juga biasanya cuma ngerecokin.

Baiklah, Dia itu TEMAN aku, Andre. karena setiap ada masalah apapun dia pasti bakal cerita sama andre. yaitu aku sendiri. Hubungan kita dekat sejak setahun yang lalu. Waktu aku nggak sengaja nolongin dia yang di rampok dengan cara menyemprotkan serbuk merica yang selalu di bawa kemana - mana tepat kemata perampok itu. yang kemudian berkat keahlian ku yang tidak diragukan dan bentar lagi bakal ku patenkan, aku berhasil membawanya kabur yang barulah belakangan ku ketahui kalau dia adalah adik dari bos ku. Dan nggak tau kenapa sejak itu hubungan kita semakin dekat, Dia juga sering mampir ke toko, Tapi ya itu tadi, bukan buat baca buku tapi cuma mau ngerecokin aku aja.

Tapi, dia itu MUSUH aku, Riani. Setiap hari, dia dan kelima orang teman - temannya yang tengil itu selalu saja ngerjain aku. Tapi untungnya selalu gagal karena setiap dia mau ngerjain riani, dia terlebih dahulu menceritakannya pada andre. So, wajar donk kalau aku bisa ngelak.

Cuma sayang nya, berhubung dia selalu gagal ngerjain aku, sasarannya berpindah ke teman - teman ku. Sementara aku tidak bisa bertindak apa - apa kecuali mengingatkan teman - teman ku untuk berhati - hati karena nggak mungkin kan aku ngasih tau rencana kevin, yang ada mereka semua pasti bakal curiga. Alhasil, teman - teman ku lah yang selama ini terkena getahnya. Sementara Aku?. Aku cuma bisa menahan emosi sebagai seorang kutu buku yang lugu ( ??? ).
Hado..... kok malah jadi molor kemana - mana ya?. ya udah lah Di cut aja. langsung keceritanya aja nyok..... he he he........

Cerpen The Prince, The Princess And Mis. Cinderella


Aku sama sekali tidak dapat konsentrasi mendengarkan materi yang diajarkan pak Ridwan. Pikiran ku molor kemana - mana. aku masih berusaha mencari cara untuk menghentikan teror yang dilempakan pada teman - teman ku. Kemaren kezia di buat menangis gara - gara di dalam tas nya di isi bangkai tikut. Bahkan tadi pagi Iren dipanggil ke ruangan pak Agus. Dia di introgasi habis - habisan karena telah berani mengirimi surat cinta sekaligus sekuntum mawar merah untuknya.

Apalagi pak agus memang seorang duda yang sudah berumur lima puluhan. Mana tulisannya mirip banget lagi sama tulisan Iren. Kerjaan siapa lagi coba kalau bukan cecunguk - cecunguk itu. Terlebih pak Agus Orang nya sudah terkenal 'gatel' nggak ketulungan.
Hal ini lah yang membuat aku merasa makin sebel. Kalau ngerjain orang kok nggak kira - kira.

Cerpen The Prince, The Princess And Mis. Cinderella


"Minggir!".

Aku menoleh kaget. Saat ini kevin dan konco - konconya sudah ada di sampingku. Sejenak ku edarkan pandangan ke sekeliling, masih begitu banyak meja yang kosong di kantin ini.

"Kita mau duduk di sini" Sambung kevin seolah - olah bisa membaca pikiranku.

Aku sudah ingin membantah, tapi teman - teman ku mengisaratkan untuk manut. Ya sudahlah, kali ini aku ngalah dan segera bersiap untuk beranjak pergi. Tapi tiba - tiba Vano dengan seenak jidatnya mengambil keripik singkong yang ada di tangan ku dan tanpa basa - basi langsung melahapnya dengan santai.

"Sebenernya apa si maksut nie orang ?" geram ku dalam hati sambil terus menatap tajam kearah Vano.

"Loe nggak keberatan kan?" tanya vano atau lebih tepatnya meledek.

Sejenak aku terdiam tapi kemudian dengan sebuah senyuman ku balas ucapannya.
"Sama sekali nggak kok".

Menedengar ucapan ku barusan Tu orang makin belagu kayaknya.

"Oh ya, Loe mau lagi?. Biar sekalian gue beliin. Kasiaaan.... buat beli Keripik aja kalian nggak sanggup" Sambung ku yang sontak mengagetkan mereka. Emang nya aku takut apa?.

"Maksut loe Apa?!" bentak Kevin berdiri dari duduknya.

"Lho.... emang nya ada yang salah?" Balas ku berusaha terlihat santai bin kalem *eits, tapi bukan kayak lembu ya*.

"Loe berani sama gue?" ancam kevin lagi.

"Tentu saja tidak. Secara Bodiguard loe segitu banyak" Balasku tak mau kalah sambil menunjuk ke belakang kevin. Reflek kevin berbalik.

"Cewek - cewek itu maksud loe?".

"Emang siapa lagi?".

Kevin segera menarik tangan ku sebelum sempat pergi meninggalkannya.

"Loe pikir gue banci?!" Tanya kevin merasa terhina.

"Ha ha ha.... Jadi loe baru nyadar".

Nggak tau dari mana datangnya keberanian ku untuk melawan kevin. Tapi yang jelas aku sudah tidak tahan dengan sikap semena - mena nya yang berbanding balik dengan sosok kevin yang 'andre' kenal.

"Jaga bicara loe!".

Bentakan kevin cukup untuk menarik perhatian seisi kantin. Dan kalau boleh jujur bentakan itu juga sukses membuat Aku kaget. E,,,,, ditambah rasa sedikit takut mungkin.

"Loe berani ngatain kita banci?" sela Vardan emosi.

"Bukan gue loe yang ngomong" Aku berusaha bersikap secuek mungkin. Kali ini Aku sudah memutuskan untuk menghadapi mereka. Apapun resikonya.

"Lagian beraninya cuma sama cewek. Itupun keroyokan. Terus kalau bukan banci apa coba namanya?" sambung ku lagi.

"Loe nantangi kita?!" Randi ikut - ikutan membentak.

Aku sudah mau membalas lagi. Tapi sayang mulut ku keburu di pikep ( ??? ) sama Iren. Sementara Nay Dan Kezia sudah membungkuk minta maaf sebelum akhirnya menyeret ku pergi.

"Kalian apaan si?" Aku kesel karena Tangan ku di tarik paksa agar mengikutinya keluar dari kantin.

"Udah. Kita harus pergi dari sini " ajak Nay khawatir.

"Ogah. Napain si kita harus pergi segala?. Lagian kita kesini kan mau makan. Gue juga udah laper. Kita duduk di sini aja" Tolak ku sambil duduk di meja seberang kevin.

"Kita makannya laen kali aja" bujuk Iren lagi.

"Gue kan laparnya sekarang. lagian tuh pesanan kita juga udah datang".

Sayang, belum sempat pelayan itu sampai di meja kami, kevin sudah terlebih dahulu mencegatnya.Tentu saja pelayan itu manut dan hanya menundukan badan pada kami tanda minta maaf. Jelas saja hal ini membuat aku makin gondok, Ternyata usut punya usut nie kampus milik bokapnya *Drama abis/ Ilham: Gu jun pyo/he he he*.

"Sabar riani" Bisik Nay sambil mengenggam tangan ku erat.

Sementara aku sama sekali tidak dapat melepaskan pandangan ke kevin yang jelas - jelas sedang tersenyum mengejek.

Aha *kalau ikalan di tipi biasanya keluar lampu menyala diatas kepalanya*.... Tiba - tiba aku punya ide. Ya bisa di bilang kayak ilham gitu. Tanpa bisa ku tahan Sebuah senyuman meluncur mulus dari bibir ku.

"Kevin, Apa loe pernah dengar istilah pembalasan berdarah?. Kali ini Gue pastika loe sedikit merasakannya" Gumam ku dalam hati.

Cerpen The Prince, The Princess And Mis. Cinderella

If you want to read next you can clik at Cerpen the prince, the princess and mis cinderella part ~03


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:13:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...

Stalkers